Penakluk Hati Nona

Penakluk Hati Nona
S2 Bab 17. Sudah Tau


__ADS_3

Selang beberapa hari, mom Reva jadi semakin sering datang ke kantor untuk bertemu dengan Felice dengan berbagai alasan. Ada suatu ketika mom Reva meminta gadis itu hanya sekedar menemaninya minum kopi atau berbelanja.


"Mom, stop mom! Apa yang mommy lakukan?"


"Apa Vin, memang mommy melakukan hal apa?"


Kedua manusia berbeda generasi itu tidak ada yang mau mengalah.


"Felice harus bekerja mom, tapi mommy terus saja mengajaknya keluar. Aku meeting sendiri dan mencatat sendiri, kan tidak lucu mom." Calvin protes keras karena ibunya selalu saja menyabotase Felice, sehingga ia sama sekali tidak punya kesempatan untuk dekat dengan gadis itu.


"Ada Sam, kau bisa meminta tolong padanya. Banyak karyawan yang lain juga yang bisa kamu mintai tolong," Mom Vera memandangi kuku tangannya yang baru saja selesai di cat, tentu saja bersama Felice.


"Mom... bukannya kau bilang akan membuat kami dekat lalu sekarang apa? Kenapa malah mom yang semakin akrab dengannya."


"Siapa bilang, ya kan mom adalah calon mertuanya. Tentu saja harus kenal dekat juga."


"Astaga Mom... kalau mom terus mengajaknya pergi bagaimana aku bisa dekat dengannya," desak Calvin frustasi.

__ADS_1


Mom Reva mengangkat tubuhnya dan bangun dari sofa, didekatinya sang putra yang sedang merajuk itu. "Hai boy, tenang ok. Bukankan sudah mommy bilang serahkan semuanya pada mommy."


Calvin berbalik menghadap Mommy nya, menatapnya penuh curiga. "Sebenarnya apa rencana mommy?"


"Kalau itu tentu saja rahasia, kau hanya perlu tau beres saja dan cukup bersikap baik dan perhatian padanya saat ada di dekatmu. Karena wanita itu paling senang diperhatikan, kau ingat?" Menyambar tas mahalnya yang ada di atas meja lalu berjalan ke arah pintu. "Oh ya, Mommy mau minta Felice untuk menemani mom ke acara arisan. Daahh sayang..." Melambaikan tangan dan menghilang dari balik pintu.


"Lagi...?" Calvin tercengang melihat tingkah ibunya yang tidak pernah berubah. Wanita itu seperti tidak pernah bersedih karena ditinggal suaminya, ya hanya saat di hari kematiannya saja wanita itu mengeluarkan air matanya. Selebihnya seperti biasa tidak tampak seperti baru saja kehilangan orang tercinta. Maka dari itu kadang Calvin heran melihat mommy nya.


Di dalam mobil.


"Kenapa tante sepertinya sangat senang hari ini?" tanya Felice yang duduk di samping mom Reva, sejak keluar dari kantor putranya tadi wanita terus tersenyum sendiri.


"Apa kau tau apa yang membuat tante senang?" tanya mom Reva dan Felice menggeleng.


"Apa kau tau bagaimana frustasinya Calvin karena tante terus membawamu pergi? Dia sampai memohon agar tante berhenti mengajakmu pergi, karena dia jadi tidak bisa dekat denganmu. Sepertinya anak itu benar-benar sudah jatuh cinta denganmu sayang." Mom Reva menyunggingkan senyumnya pada Felice yang saat ini sangat merah pipinya.


Felice tentu saja tersipu, saat ini yang sedang menggodanya adalah ibu dari pria yang ia suka. "Tante berlebihan, mungkin senior hanya kesulitan karena tidak ada aku yang membantunya di kantor."

__ADS_1


"Tidak nak, tante tau betul siapa Calvin. Baru pernah dia gelagapan seperti ini saat menghadapi sesuatu termasuk pekerjaan, tapi kamu berhasil membuatnya berubah. Setidaknya wajahnya sudah tidak datar dan kaku lagi sekarang."


Kenyataannya Felice sudah tau tentang perasaan Calvin padanya dari mom Reva sendiri yang mengatakannya, wanita itu juga bercerita kalau putranya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Felice saat di pesta topeng waktu perayaan pernikahan kakaknya. Tentu semua itu Sam yang membeberkannya pada nyonya nya. Termasuk pengaturan sekretaris dan ruangan yang dijadikan satu itu agar mereka dekat.


Oh awalnya Felice tidak percaya bagaimana bisa mereka baru kenal beberapa hari saja sudah menyukainya. Dia juga takut akan berhubungan lagi dengan laki-laki, tapi untungnya mom Reva berhasil meyakinkannya kalau putranya berbeda. Dan saat ini mereka sedang menyusun rencana untuk membuat pria itu lebih berani menyatakan cintanya. Ya kalau Calvin sudah menyatakan cinta maka mom Reva tidak akan ikut campur lagi.


"Oh ya, dia menyuruh mom bertanya  padamu. Benda apa yang kau suka atau apa ada sesuatu yang ingin kamu miliki tapi belum bisa terwujud?" tanya mom Reva.


"Sejauh ini tidak ada, aku juga tidak suka menggunakan barang-barang mewah jadi ya tidak ada," jawab Felice simple.


Mom sudah menduga kalau kamu bukan gadis yang suka neko-neko, semoga saja Calvin bisa memberikan kejutan yang bisa membuatmu senang.


"Apa kau ada keinginan menikah muda?" tanya mom Reva tiba-tiba.


Felice cukup terkejut tapi kemudian dia mantap menggeleng. "Tidak tante, aku ingin lebih dulu menjadi wanita yang mandiri seperti kakakku dan membahagiakan mamah. Aku tidak ingin terus-terusan bergantung pada kakak."


Mom Reva tersentuh dan bangga dengan impian Felice, dia juga sebenarnya tidak pernah memaksa agar putranya segera menikah karena umurnya juga masih muda, selain itu juga perusahaan suaminya baru saja pulih dan masih harus banyak berjuang agar bisa lebih maju lagi. Omongannya yang selalu mendesak putranya agar segera memiliki pasangan hanya karena ia khawatir putranya itu melenceng karena tidak pernah terlihat tertarik pada wanita.

__ADS_1


__ADS_2