
"Dad ...."
Dad Alex dan rombongan baru saja memutuskan untuk kembali. Sebenarnya dad Alex sendiri begitu berat untuk meninggalkan tempat itu, firasatnya mengatakan kalau ada kemungkinan kalau putranya masih hidup. Dan baru saja dia mau naik ke mobil, dia mendengar seseorang memanggilnya Dad.
Segera dia menepis pikirannya, mungkin saja dia terlalu rindu dengan putranya sampai telinganya seperti mendengar suara putranya atau itu mungkin hanya keisengan anak buahnya saja.
"Dad..."
Lagi, suara itu terdengar bahkan kali ini lebih jelas. Dad Alex masih tidak menggubrisnya.
Seorang anak buah dad Alex membulatkan matanya, saat melihat siapakah sosok yang barusan memanggil bosnya. Segera dia mengucek matanya, mungkin saja salah lihat. Atau jangan-jangan itu adalah arwah yang gentayangan karena mati dengan tidak wajar. Berulang kali mengucek mata dan bayangan itu masih ada, sekarang malah semakin mendekat.
Dalam kegelapan dan keluar dari hutan, pasti yang melihat akan berpikiran sama. Karna memang api unggun yang tadi berkobar disana sudah dipadamkan saat mereka memutuskan untuk pulang, posisinya yang dekat dengan hutan dikhawatirkan akan menjadi penyebab kebakaran hutan nantinya.
"Dad, apa kau tidak mendengar ku. Sejak tadi aku sudah memanggilmu dari kejauhan." Dengan nafas yang berkejaran setelah berlari dalam hutan, Daniel menggerutu.
Apa dia manusia? tanya anak buah itu yang melihat bagaimana Daniel protes.
Sepertinya dia memang manusia, tuan Alex sepertinya berpikir sepertiku makanya dia diam saja. Aku harus memberitahunya.
__ADS_1
Laki-laki itu langsung mendekati tuannya. "Tuan, ada yang memanggil anda," ujarnya.
Dad Alex terkesiap, berarti tidak hanya dia yang mendengar suara itu. Tapi dia masih belum percaya, dia pun bertanya pada yang lainnya. "Apa kau juga dengar suara tadi," tanya dad Alex pada semua orang yang satu mobil dengannya. Karna memang tinggal dua mobil saja yang tersisa di sana, yang lain sudah lebih dulu kembali untuk membawa mayat-mayat tadi. Semua orang yang ditanya mengangguk, jadi mereka semua diam saja karena mengira kalau itu adalah hantu.
Daniel begitu jengah melihat tingkah mereka, bagaimana bisa mereka berpikir kalau dirinya telah menjadi hantu.
"Putramu masih hidup dad, bagaimana bisa menjadi hantu," kesal Daniel.
Mereka semua menoleh termasuk dad Alex yang menetap tak percaya pada seseorang yang kini berdiri tepat di depan mobil hingga cahaya lampu mobil menyorotinya. Benarkah itu putranya, Daniel masih hidup?
"Dad, apa kau masih tidak percaya kalau aku ini masih hidup?" Daniel bertambah kesal.
" Benarkah ini kau nak, kau masih hidup?" Dad Alex mendekat. Dilihatnya wajah dan tubuh putranya yang sangat terlihat berbeda tapi dia masih bisa mengenali kalau memang itu adalah putranya.
"Sembarangan!! Mana mungkin Daddy punya putra yang lain. Daddy ini setia pada Mommy mu."
"Ya kali aja." Mengedipkan bahunya.
Sedetik kemudian, mereka terdiam. Mata mereka saling beradu pandang. Tidak salah lagi, bocah kurang ajar yang ada di depannya saat ini adalah sang putra yang sudah berhari-hari hilang bagai ditelan bumi. Dia Daniel yang sudah berhari-hari membuat semua orang panik dan khawatir.
__ADS_1
Bibir mereka berdua melengkung ke atas. Dad Alex lebih dulu merentangkan kedua tangannya, Daniel pun langsung masuk ke dalam pelukan hangat daddynya.
"Aku tidak menyangka masih bisa bertemu Daddy," ujar Daniel.
"Anak nakal, kemana saja kau! Istri dan Mommy mu sampai beberapa kali pingsan saat mendengar berita tentang mu. Ternyata kau disini baik-baik saja." Menepuk punggung putranya dengan cukup keras. Sudut matanya sudah berair, tapi dad Alex tak ingin menunjukkan nya pada sang putra.
"Awww... sakit Dad. Tubuh ku sudah seperti remuk begini, Daddy malah memukul nya," Daniel mengaduk kesakitan.
"Kau pantas dihukum karena sudah membuat semua orang khawatir. Sudah Daddy bilang jangan pergi tapi kau bandel, begini jadinya kalau omongan orang tua tidak didengarkan."
"Iya maaf Dad, lain kali aku tidak akan pergi tanpa ijin kalian lagi."
Para anak buah yang melihat ayah dan anak itu berpelukan pun ikut terharu. Mereka juga tidak menyangka kalau tuan muda mereka bisa selamat dari amukan alam dan binatang buas. Sungguh ini adalah keajaiban.
Rekan-rekan Daniel yang lain pun satu persatu muncul dari dalam hutan. Yang tadi sempat hilang juga sudah ditemukan, semuanya sudah lengkap.
"Nak, dad kira tadi kau sudah tewas dimakan binatang buas." Ya setelah menemukan barang-barang Daniel, pikiran dad Alex kacau.
Dad Alex dan semuanya pun menceritakan apa yang mereka lihat saat sampai di tempat itu. Sambil menunggu mobil jemputan yang akan mengangkut mereka semua pergi dari sana.
__ADS_1
Semua orang merinding mendengar cerita temuan jasad yang tercabik-cabik di tenda. Entah bagaimana nasib mereka kalau tadi juga ada di tenda.
"Sejatinya manusia akan menuai apa yang mereka tanam." Pemuda Islam yang ada diantara mereka, mungkin dia adalah satu-satunya penduduk kota A yang tersisa. Selama ini dia merantau di luar pulau, mengabdikan dirinya di pondok pesantren. Tak pernah sekalipun dia melakukan apa yang penduduk kota A itu lakukan, meski keluarga nya pun melakukan hal serupa.