
Acara lelang yang ditunggu akhirnya tiba, Ye Chen yang memang sengaja mengumumkan daftar lelang untuk menarik pengunjung hanya menunggu di ruang kepala.
Ruangan yang terletak di atas ini bisa melihat semua yang terjadi di pelelangan.
Dengan begitu, Ye Chen menyasar kelompok yang sanggup membeli saja. Orang-orang biasa, walau sangat menginginkannya tetap tidak bisa membeli karena harganya yang sangat mahal.
"Tuan Chen," Lao Kang datang melapor. "Anda...?"
"Urus saja." sahut Ye Chen sambil menyerahkan kotak yang berisi pil kultivasi.
Dua pil kultivasi tingkat Langit tahap awal, dua tahap menengah dan satu tahap tinggi.
"Selamat datang, kami tidak akan berlama-lama. Silahkan menawar pil pertama, pil Langit tahap awal." Lao Kang.
Peserta yang hanya terdiri dari beberapa kelompok saja mulai menawar.
Dua pil pertama akhirnya jatuh pada pihak kekaisaran, di susul dua pil tahap menengah yang jatuh pada pemimpin kota sementara satu terakhir jatuh pada sekte Yin.
Apa yang dilakukan rumah lelang ini membuat kekaisaran menjadi geger, pil kultivasi Langit telah dua kali rumah lelang keluarkan.
Kali ini bahkan ada pil di tahap tinggi, benar-benar sulit di percaya.
Lalu apa tujuan Ye Chen?
"Lao Kang, umumkan bahwa rumah lelang akan membeli sumber daya, apapun asalkan usianya lebih dari sepuluh tahun." kata Ye Chen lalu menambahkan lagi bahwa semua sumber daya akan ditukar dengan pil kultivasi.
Tujuan Ye Chen sederhana, ingin mencari sumber daya dari orang-orang yang menginginkan pil kultivasi tapi tidak mempunyai uang untuk membeli. Memang, sumber daya yang dijual mahal bisa dipakai untuk membeli sebuah pil tapi terkadang harga satu pil saja bisa menghabiskan semua hasil penjualan, itupun belum tentu bisa mendapat pil terbaik.
"Paman Lao Kang." Ye Chen merubah panggilannya karena usainya memang berselisih jauh. "Apakah rumah lelang mempunyai penjaga atau semacamnya?"
"Ada tuan, tapi kebanyakan hanya tingkat Bumi saja, ini masih jauh kalau mau disebut sebagai penjaga."
"Besok kumpulkan mereka semua, bagikan pil ini dan biarkan berkultivasi sampai tingkat Bumi puncak."
Ye Chen mulai mengatur, menata rumah lelang, mulai dari memperkuat para penjaga sampai kebutuhan sumber daya dan yang lain.
__ADS_1
Dalam waktu seminggu saja, sumber daya yang rumah lelang kumpulkan sudah sangat banyak. Semuanya sesuai syarat yang Ye Chen minta, yaitu yang berusia lebih dari sepuluh tahun.
Uang hasil lelang kemarin yang jumlahnya tak kurang dari dua ratus juta keping emas hanya sedikit saja berkurang.
Sebagian besar sumber daya ini ditukar dengan pil kultivasi.
"Tuan Chen, dengan begini kita tidak perlu lagi memikirkan tentang sumber daya" ucap Lao Kang di suatu malam.
"Jangan senang dulu, ini masih jauh dari kata kurang. Oh ya apa ada kabar dari luar?" Maksud Ye Chen adalah reaksi dari orang-orang yang mungkin tidak suka dengan apa yang rumah lelang lakukan.
Lao Kang juga mengerti, sambil menghirup tehnya, Ia mengatakan sejauh ini masih biasa-biasa saja. "Hanya kelompok alkemis yang mungkin tidak senang." lanjutnya.
"Hehe aku telah menunggu mereka." sahut Ye Chen dengan senyum penuh arti.
Mereka Akhirnya berhenti setelah larut, tak ada hal yang penting lagi yang mereka bahas. Terakhir Ye Chen hanya bertanya perihal keluarga Lao Kang saja.
"Kuharap nanti semua bisa berkumpul sebelum aku melanjutkan perjalananku." ucap Ye Chen sebelum kembali ke kamarnya.
...
Gedung Alkemis
Kelompok ini biasanya menyediakan pil untuk kultivasi dan kebutuhan yang lain.
Karena tak ada yang berani menyentuhnya, sikap para Alkemis kadang menjadi tinggi hati, merasa paling hebat.
"Pimpinan, kita beri saja pelajaran saja pada si tu Lao Kang itu? berani-beraninya dia membuat Utah seperti ini." sorang tetua tampak sangat gusar.
"Betul pimpinan, kalau begini caranya, pelanggan kita lama-lama tidak akan mencari kita lagi"
"Pimpinan, mohon dipertimbangkan lagi. biarkan aku dan yang lain yang memberi pelajaran pada si tua Lao itu."
Satu persatu tetua mengajukan protes keberatan, hanya satu tetua yang diam saja, Ia adalah tetua Kam, orang terkuat kedua setelah pimpinan di perkumpulan alkemis kekaisaran Han.
"Tetua Kam, bagaimana menurutmu?" tanya pimpinan.
__ADS_1
"Tak ada yang salah menurutku, semua sah-sah saja. Rumah lelang juga sudah lama menjual pil dan jangan lupa pasti ada seorang alkemis hebat di sana, yang bisa dengan mudah menjual pil Langit."
Pimpinan alkemis terdiam sebentar, lalu berkata lagi. "Tapi kalau begini terus orang-orang tidak akan membawa sumber daya mereka kesini lagi dan kau tau apa artinya ini"
"Jangan salahkan kemampuan orang lain, salahkan diri sendiri yang tidak mampu. Aku keluar, menurutku rapat ini tidak ada gunanya." tetua Kam berdiri dan keluar tanpa menoleh lagi. Sungguh konyol, kenapa juga kalau tiba-tiba muncul orang yang lebih hebat dari mereka pikir tetua Kam.
Tak ada yang berani menghentikan tetua Kam. Kecuali pimpinan sendiri, tapi Ia juga tidak bisa berbuat terlalu jauh.
Kalau mau dibandingkan, secara kekuatan mereka tidak terlalu jauh berbeda, sama-sama berada di tingkat Langit puncak.
"Tuan Lao, di depan ada beberapa orang yang mengaku dari rumah alkemis." Seorang penjaga rumah lelang.
Lao Kang yang baru saja ingin keluar cukup heran, tidak biasanya ada orang yang datang pagi-pagi begini.
Hubungan rumah lelang dan rumah alkemis memang cukup baik tapi tidak terlalu baik juga.
Rumah lelang mengandalkan rumah alkemis untuk pasokan pil yang mereka jual. Kerjasama ini sudah cukup lama, hanya saja rumah alkemis menyimpan sendiri pil-pil tingkat tinggi.
Kalaupun ada, paling-paling hanya satu atau dua pil saja dan harganya tidak main-main.
"Apa mereka mengatakan urusan mereka?" tanyanya.
"Tidak tuan, tapi dari raut mukanya, mereka pasti tidak datang hanya menyapa saja."
"Hm, baiklah bawa mereka ke ruang tamu."
Para alkemis ini tidak masuk. "Katakan pada tuanmu, kami menunggu di sini saja dan suruh cepat keluar.
Lao Kang keluar bersama penjaga yang melapor. "Tuan-tuan, ada yang bisa kami bantu?"
"Tak usah basa basi, kau tau tujuan kami kesini. Sekarang katakan! apa maksudmu dengan semua ini?"
"Aku tidak mengerti yang anda katakan. Biar Ku katakan saja, rumah lelang sudah berganti kepemilikan."
"Dan kau membiarkannya begitu saja? bagus! memang harus diberi pelajaran baru bisa mengerti." Sambil berbicara, tetua alkemis ini mengeluarkan aura membunuh menekan Lao Kang, diikuti tiga tetua lain.
__ADS_1
Tepat setelah aura ini menyentuh Lao Kang dan membuatnya tidak bisa bernafas, dari dalam tiba-tiba saja merembes aura kematian yang lebih kuat dan pekat.
Bukan hanya itu, terlihat asap hitam tipis terus merambat pelan seperti iblis sendiri yang akan keluar membawa kematian.