
"Nona Jiao, oh mari sini kita makan dulu sambil menunggu yang lain." ajak Ye Chen ketika melihat Lu Jiao yang datang.
"Ayo sini... jangan sungkan." ajak Ye Chen lagi ketika melihat Lu Jiao masih berdiri.
Tidak lama Ma Dong dan yang lainpun datang. "Wah senior kau sudah di sini, dan adik Jiao... apakah kalian sudah janjian duluan dan makan bersama?" goda Ma Dong.
"Sudah, sudah," sahut Ye Chen menengahi. Ia tak mau waktu makannya ada gangguan lagi. "Kita makan dulu."
"Sebenarnya apa yang ingin kalian pelajari? aku tidak pelit ilmu, tapi asal kalian tau saja, tidak mudah mempelajari sebuah tehnik beladiri. Jika sudah mulai maka harus sampai selesai." kata Ye Chen di sela-sela makannya.
"Kalau aku ingin belajar tehnik tarian pedang." kata Cia Sun.
"Aku juga." Lu Jiao, Gu Xia dan Lu Jia Li berkata serempak.
"Baik tidak masalah," sahut Ye Chen tapi untuk nona Jia Li, sebaiknya meningkatkan kultivasi terlebih dahulu sampai minimal tingkat Bumi awal."
"Kak Chen, ini ada titipan dari kakek." Lu Jia Li mengambil sebuah kotak kecil dan menyerahkannya pada Ye Chen.
Ketika di buka, aroma sebuah pil menyeruak. "Ini pil awan." seru Ye Chen. Mungkin aku bisa naik ke tahap puncak dengan pil ini pikirnya.
Seminggu berlalu begitu saja, Ye Chen telah mengonsumsi pil awan tapi belum bisa membantunya menerobos sampai ke tahap puncak.
Lu Jia Li, berkat bantuan Ye Chen sudah naik ke tingkat Bumi awal.
Ma Dong sudah menguasai tehnik tapak Jiwa tinggal menyempurnakannya saja. Begitu juga dengan Cia Sun dan Lu Jiao, tinggal menyempurnakan tehnik tarian pedang yang Ia pelajari.
Hanya tehnik yang mereka kuasai sebelumnya saja yang mencapai tahap sempurna.
"Senior!" Seru Ma Dong dari jauh. "apa kau tau?" katanya begitu tiba di depan Ye Chen.
"Tentu saja aku tau." jawab Ye Chen acuh.
"Benarkah? wah senior memang hebat."
"Hebat apanya, kau kira aku ini dukun, yang tau segalanya? cepat katakan ada apa." gerutu Ye Chen.
"Hehe aku kira kau benar-benar tau senior. Keadaan kaisar tambah gawat, Ia sudah tak sadarkan diri sejak dua hari yang lalu."
__ADS_1
"Lalu apa hubungannya denganku?"
"Hais senior, memang tidak ada hubungannya tapi kondisi kaisar yang sekarang akan menunda kita ke benua Utara."
Ye Chen yang memang tidak terlalu tertarik mengikuti segala turnamen acuh saja saat berkata tidak pergi kalau begitu.
Tapi melihat Ma Dong yang kecewa Ye Chen berkata lagi.
"Oh jadi itu sebabnya yang lain tidak kembali? lalu kenapa, tidak di obati apakah di sini tidak ada alkemis yang bisa mengobatinya?"
Benar saja, Pertanyaan Ye Chen ini kembali membuat Ma Dong semangat. "Ada, tapi semua menyerah. Beberapa hari yang lalu ada alkemis bebas, (alkemis bebas ini sama seperti kultivator bebas yang bergerak sendiri tanpa terikat sekte ataupun yang lain. Mereka biasanya bertualang bebas ke berbagai tempat) seorang pria tua di temani lima orang pria."
"Oh jadi dia itu alkemis." ucap Ye Chen pelan ketika Ma Dong menceritakan ciri-ciri alkemis dan lima anggotanya.
"Apa senior mengenalnya?" tanya Ma Dong heran mendengar ucapan Ye Chen.
Ye Chen hanya menggeleng dan berkata pernah bertemu dengan tidak sengaja dengan orang yang Ma Dong ceritakan.
"Oh ya senior, tuan pelindung mencarimu. Ia titip pesan untukmu untuk sesegera mungkin menemuinya. Jangan tanya ada apa karena aku sendiri tidak tau."
Setelah berpikir sejenak, Ye Chen memutuskan untuk pergi menemui Lu Ping.
"Hais kau ini, ayo kalau mau ikut, tapi kau harus berlari sendiri." ucap Ye Chen, mengeluarkan pedangnya dan terbang.
Wuss...
Ma Dong tediam di tempatnya, bukan kecewa atau marah, Ia malah dengan semangat berlari menyusul Ye Chen yang sudah melesat jauh.
Aku harus belajar tehnik itu, sebelum yang lain bisa melihatnya hehe, batin Ma Dong sambil berlari.
Di kediaman Lu Ping.
"Ye Chen, aku memintamu kesini untuk mencoba mengobati kaisar," kata Lu Ping tanpa basa basi. "kondisinya semakin tidak stabil."
Melihat Ye Chen belum bicara juga Lu Ping dengan sabar berkata. "Aku memintamu bukan tanpa sebab, aku ingat dulu kau sering mengobati orang lain, cobalah dulu."
"Tapi apa yang lain setuju?"
__ADS_1
"Tentu saja, aku sendiri yang mengusulkannya. Aku mau lihat siapa yang berani menghalangiku, lagipula kalau tidak dicoba mana kita bisa tau."
"Tapi aku ada syarat."
"Tidak masalah, katakan."
"Aku harus berdua saja dengan kaisar atau paling tidak hanya orang-orang dekat saja yang boleh melihatku."
"Baik, apalagi."
"Rahasiakan kehadiranku."
"Adalagi? kalau tidak, kita berangkat sekarang. Saat ini kaisar ada di kamarnya, kurasa hanya ada panglima Cia yang menemaninya."
Lu Ping membawa Ye Chen ke istana, langsung membawanya lewat jalan rahasia yang terhubung langsung dengan bangunan tempat kaisar beristirahat.
"Kakak Chen... huuu," Lu Jiao menghambur memeluk Ye Chen begitu melihatnya masuk. Sejak kemarin Ia terus saja berada di samping kaisar. "Ayah, ayahku...." ucapnya di sela tangisnya.
"Tenanglah, semua pasti akan baik-baik saja." ucap Ye Chen sambil mengelus kepala dan punggung Lu Jiao sebelum sadar beberapa pasang mata yang melihat mereka.
"Tuan puteri." satu suara pelan mengagetkan Lu Jiao yang langsung melepas pelukannya. "Maaf...." ucapnya lalu melangkah mundur.
Ye Chen mengedarkan pandangannya. Selain Lu Jiao, di sana ada panglima Cia dan puteranya Cia Sun, ibu dari Lu Jiao sendiri dan tentu saja ratu juga ada di sana.
Lu Ping berjalan mendekati panglima Cia dan ratu, membisikkan sesuatu. Setelah mendapat persetujuan mereka, Lu Ping memanggil Ye Chen mendekat.
"Nah coba kau lihat, jangan ragu, tidak akan ada yang mengganggumu."
Ye Chen mendekat memeriksa kaisar, meraba dari ujung kepala sampai ujung kaki dan mengernyit. "bisa tolong lepaskan semua pakaian kaisar?" pintanya.
Lu Ping kini mengerti mengapa Ye Chen memintanya hanya berdua saja dengan kaisar nanti.
"Bagaimana?" tanya Lu Ping yang melihat semua proses pemeriksaan yang Ye Chen lakukan.
"Jangan, biarkan kaisar tanpa pakaian," ucap Ye Chen ketika melihat ratu hendak merapikan pakaiannya. "Coba lihat." lanjut Ye Chen lagi, meminta yang lain melihat kaisar. Tubuh kaisar penuh dengan bintik-bintik merah kecil yang kadang mengeluarkan uap tipis.
Ye Chen lalu mencoba menerangkan analisanya dan pengobatan yang diperlukan.
__ADS_1
"Tapi ingat kakek Lu, jangan ada orang lain yang masuk ke sini, aku kuatir udara di sini bercampur dengan aura orang lain."
Ye Chen sendiri hanya menerka-nerka saja tidak tau persis sakit apa atau racun apa yang mengidap di tubuh kaisar. Yang Ia tahu, bintik-bintik merah di seluruh badannya harus dibersihkan dulu baru kemudian mengobati bagian yang lain.