Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Menteri Kun Tewas


__ADS_3

Hanya beberapa saat setelah cahaya suar di langit lenyap, Ye Chen melompat ke langit, memanggil klonnya dan membuat segel jiwa.


Blarr....


Ledakan yang sangat keras bergema terus menerus, ribuan artefak api tingkat tinggi yang sebelumnya di tanam di seluruh medan perang oleh Ye Chen meledak bersamaan, meledakkan banyak sekali pasukan menteri Kun, sementara yang lolos akan tewas terbakar oleh api yang sangat besar.


Ye Chen masih berdiri tenang di atas langit, hanya sedikit yang bisa merasakan kehadirannya karena tertutup asap tebal.


"Panglima Lin, apakah kau akrab dengan anak itu?" sang Kaisar yang sudah mundur bertanya pada panglima besar Lin yang ada di sampingnya.


"Hanya bertemu beberapa kali, tapi kuakui di sangat hebat. Membuat strategi yang matang dalam sebuah pertempuran tidak berimbang hampir mustahil dilakukan."


"Kau benar panglima Lin." sahut Kaisar.


Mereka berdua menatap langit tempat Ye Chen berdiri. Menunggu tanda terakhir.


"Cepat siapkan semuanya!"


Perintah panglima besar Lin, perintah ini juga dilaksanakan oleh Paman pada pasukan barat dan Lin Yungtao di sebelah timur.


Perintah nya adalah menyiapkan pasukan panah dan pelontar Qi, mereka akan mengepung para pemberontak dan menghancurkan mereka dari setiap sisi.


Selang beberapa lama, ketika api artefak sudah mulai mengecil, ribuan anak panah dari tiga arah berhamburan ke medan perang. Bahkan jika ada yang lolos dari kekuatan artefak, mereka pasti tidak selamat dari jangkauan ribuan panah.


"Siaap... tembak!!"


Serangan panah berhenti dan digantikan oleh bola Qi yang sangat besar.


"Habis... habis sudah, siaal kenapa sampai bisa begini!?"


Menteri Kun sudah frustasi, Ia bukan orang bodoh dan meskipun tidak bisa membuat taktik perang tapi Ia menganalisa hasil perang. Tiga serangan beruntun telah mematahkan semangat juang mereka.

__ADS_1


Pertama adalah artefak yang mengeluarkan api yang sangat besar, lalu ribuan serangan panah dan terakhir adalah pelontar Qi. Orang bodoh pun bisa melihat dengan jelas akhir dari pertempuran ini.


"Panggil Sirio!"


Perintah menteri Kun, namun tak ada yang berani bergerak. Siapa yang mau pergi bunuh diri di tengah gempuran musuh? kalau saja mereka ini tidak berlindung di dalam sebuah formasi pelindung, maka bisa dipastikan mereka akan terluka parah bahkan mungkin bisa tewas.


"Apa kalian dengar! cepat pergi atau aku akan membunuh kalian semua!"


Menteri Kun tambah gusar, suaranya kini disertai dengan ancaman namun tetap saja tidak ada yang bergerak dari tempatnya, sementara hujan bola Qi dari pelontar masih terus berdatangan di luar kubah pelindung.


Bawahan yang bersama menteri Kun saat ini adalah panglima perangnya, lalu ada perdana menteri yang Ia angkat sendiri, kemudian ada beberapa menteri serta prajurit pelindung dan ahli-ahli formasi yang terus menjaga kestabilan kubah pelindung.


Semua jajaran ini telah menteri Kun buat, Ia sudah menganggap dirinya seorang Kaisar.


"Jadi apalagi yang kalian tunggu ha!?" Menteri Kun yang masih gusar kembali meraung, matanya nanar menatap situasi di luar kubah pelindung transparan. Hampir tidak ada pasukannya yang tersisa, bahkan kubah-kubah perisai yang tadinya sangat banyak kini menghilang satu persatu.


Artinya mereka semua telah tewas dengan hancurnya kubah pelindung.


Suara ini mewakili suara yang lain, mereka menatap menteri Kun dengan tatapan sinis.


"Diam...!"


Teriak menteri Kun. "Jadi sampai disini sajakah semangat kalian? kita masih pasukan di luar sana, jangan karena serangan ini membuat kalian lemah. Ingat, harta dan kekuasaan menanti kita di Istana."


Tidak percuma menteri Kun menjadi menteri yang berkuasa, kata-kata nya yang selalu menyinggung harta dan kekuasaan berhasil membuat para petinggi nya tenang, meski belum sepenuhnya tenang.


"Tuan menteri, anda lihat sendiri, di luar sudah seperti neraka, mustahil kita bisa keluar mencari informasi." panglima itu mulai berkata sedikit lunak.


"Kalau begitu suruh yang lain pergi, kenapa kalian tidak bisa berpikir." ucap menteri Kun.


Panglima melihat ke sekeliling, menimbang siapa yang akan pergi. Sayangnya dia tak bisa memutuskannya.

__ADS_1


Melihat ini, menteri Kun menunjuk. "Suruh ahli formasi itu pergi." pikirannya cukup sederhana, para ahli formasi itu bisa membuat kubah pelindung untuk terhindar dari bahaya di luar sana.


Tapi panglima berpikir lain, pengalaman nya mengatakan bahwa saat ini para ahli formasi itulah yang paling penting dibandingkan dengan yang lain. Kalau mereka pergi, lalu siapa yang akan menjaga kubah pelindung di sini?


"Kau, kau, kau dan kau. Pergi cari informasi. Pastikan tidak membuat kesalahan."


Menteri Kun dengan tidak sabar menyuruh empat ahli formasi untuk pergi, meninggalkan empat lainnya untuk menjaga kubah pelindung.


Tak ada yang membantah, meskipun pilihan ini tidak tepat tapi tetap harus ada yang pergi. Yang paling menderita dan tidak senang sekarang adalah kelompok ahli formasi, begitu empat dari mereka pergi maka tugas menjaga kubah pelindung akan lebih berat sehingga tak lama kemudian kubah pelindung itu mulai goyah.


Seandainya saja menteri Kun mengerti sedikit tentang taktik perang, tentu dia tidak akan mengorbankan ahli formasi itu. Seharusnya paling banyak hanya dua ahli formasi saja yang pergi didampingi satu atau dua prajurit pelindung, dengan begitu, kubah pelindung akan tetap stabil dan kemungkinan informasi yang berguna akan mudah di dapat.


"Persetan! ini misi bunuh diri. Aku akan pergi, terserah dengan kalian."


Salah satu dari empat ahli formasi yang keluar akhirnya bersuara, dan tanpa menunggu ketiga temannya, Ia langsung melesat pergi, mencari keselamatan diri sendiri.


Ketiga ahli formasi hanya saling pandang, lalu memutuskan untuk mengikuti temannya yang telah pergi. Mereka bukan orang bodoh, pihak yang menang hampir sudah dipastikan. Tak lama kemudian mereka juga pergi setelah memberi kabar kepada empat ahli formasi yang masih di dalam.


Komunikasi antar ahli formasi bukanlah hal yang sulit, menteri Kun dan yang lain tidak tau jika ada jalur komunikasi antara mereka.


Empat ahli formasi di dalam saling memberi tanda sebelum keluar, mereka tentu saja dapat melihat arah peperangan ini. Mereka sepakat untuk keluar dan lari saat menteri Kun dan yang lain lengah.


Trakk...


"Eh, apa yang terjadi? bagaimana kubahnya bisa retak?"


Panglima yang menyadari ini segera melihat posisi ahli formasi dan kaget ketika tidak menemukan satu pun dari mereka. Ahli formasi itu sudah pergi, awalnya mereka menguatkan kubah pelindung agar masih kuat setelah mereka berlari cukup jauh.


Prang...


Kubah pelindung hancur berkeping-keping, bola Qi seketika datang seperti air hujan. Tidak butuh waktu lama sebelum semua yang tadinya terlindung di dalam kubah tewas.

__ADS_1


__ADS_2