
Pengekangan formasi di tempat ini memang sangat kuat dan meskipun ada peserta yang berhasil mengatasinya tapi itu hanya sedikit saja, tidak dari lima persen dari kekuatan aslinya, meski begitu, itu juga sudah cukup kuat untuk menghajar peserta lainnya.
Ye Chen hanya tersenyum melihat tampang bodoh pria di depannya, "Apa kau pikir hanya kamu yang bisa memecahkan formasi?" ucapnya pelan. Sedetik kemudian sebuah tinju melesak masuk ke dalam perut pria itu, Ye Chen meninjunya tanpa ampun kemudian membantingnya dan melayangkan tinjunya sekali lagi.
Pria itu terlempar sepuluh meter dan baru berhenti ketika tubuhnya menghantam pohon besar. Seandainya tidak ada larangan membunuh dan Ye Chen tidak menemukan jalan lain selain masuk ke dalam sekte Pengobatan Ilahi, mungkin pria itu sudah tewas.
Hanya sebelah tangannya saja yang masih Ye Chen pegang, dia merenggutnya dengan paksa ketika pria itu terlempar.
Ye Chen memegang tangan itu tanpa sedikitpun rona di wajahnya seolah itu hanya mainan, kemudian, tatapannya jatuh pada pria yang satu.
Masih dalam keterkejutannya, pria yang tidak menyangka Ye Chen akan berinisiatif menyerangnya ini tidak dapat menghindar ketika sebuah lengan menghantam wajahnya dengan keras.
Satu hantaman diikuti hantaman lain, sampai darahnya bercampur dengan darah dari lengan itu.
"Senior! aku tidak berani, to-tolong ampuni aku."
Ucapnya lemah dengan suara memelas namun, Ye Chen tidak peduli, ini juga pelajaran bagi yang lain yang ingin merebut gulungannya. Dia tau, beberapa pasang mata sudah mengincarnya dari tadi.
"Makan ini!"
Seru Ye Chen ketika menyodok mulut pria ini dengan lengan temannya, setelah itu sebuah tendangan mendarat keras di dadanya, membuatnya terlempar, pingsan.
Di sebuah ruangan di aula sekte, Tuan Tang ditemani Yun Shan masih teru mengamati jalannya kompetisi.
"Tuan, bukankah anak ini terlalu kejam? apa anda yakin dengan keputusan anda?" Yun Shan yang ikut melihat aksi Ye Chen berkomentar, menurutnya Ye Chen tidak harus merobek lengan lawannya atau memukul dengan brutal sampai memasukkan tangan orang lain ke mulut lawannya.
__ADS_1
Dia sudah mengikuti Ye Chen sejak dari kota Siang, meskipun tidak heran dengan gaya Ye Chen tapi tetap saja itu terlalu berlebihan. Satu atau dua serangan sudah cukup untuk melumpuhkan lawannya.
Namun tuan Tang memiliki pendapat sendiri, dia mengangguk puas lalu berkata, "Tidak ada yang salah dan aku cukup yakin dengan pilihanku."
"Bagaimana dengan kandidat lainnya?" tanya Yun lagi. "Qin Zhu dan Lei Songi juga cukup bagus." sambung Yun Shan.
"Kita tidak sedang mencari ahli alkimia, meskipun mereka menjanjikan tapi itu masih belum cukup. Kita lihat saja. Sebaiknya cepat umumkan akhir kompetisi kalau kamu tidak mau melihat kandidat lainnya gugur sebelum waktunya hehe."
Mendengar ucapan tuan Tang, Yun Shan mengalihkan pandangannya ke arena kompetisi, di sana Ye terlihat mulai menghajar peserta lain.
Kembali ke arena, Ye Chen yang sudah membereskan dua peserta lainnya kembali bertarung ketika tiba-tiba ada yang menyergapnya. Kali ini ada tim yang beranggotakan tiga orang, dua orang menyergapnya dan satu lagi menyerang Qin Zhu.
"Kakak Chen, jangan pedulikan aku, hajar saja orang-orang tidak tau malu ini." seru Qin Zhu, awalnya dia kaget dan tak menyangka Ye Chen sangat kejam namun bukannya takut, semangat juangnya malah melonjak.
Qin Zhu bukanlah gadis lemah, sebagai cucu patriark keluarga Qin, kekuatannya tidak bisa dianggap remeh. Meskipun dia tidak bisa menggunakan Qi spiritual seperti Ye Chen tapi jangan lupa kalau dia juga seorang alkemis dan berasal dari keluarga alkemis, di cincin penyimpanannya tersimpan ratusan pil yang sangat berguna. Biarpun tidak terlalu kuat dalam pertarungan fisik, tetapi Qin Zhu bisa mengatasinya.
Setelah menyelesaikan dua pria ini, Ye Chen kembali bergerak. Dia merasakan ada pergerakan lain di sekitarnya, dalam pikirannya, lebih dia menyerang terlebih dahulu daripada nanti disergap kembali seperti yang sudah dialaminya.
Sudah lebih dari dua puluh peserta yang Ye Chen lumpuhkan, Ye Chen berubah dari yang disergap menjadi penyergap dan semua lawannya bisa dipastikan tidak akan bangun lagi dalam beberapa bulan.
"Berhenti!"
Satu suara menggelegar saat Ye Chen melumpuhkan korban terakhirnya, ini sudah yang ketiga puluh.
Lei Songi, ini adalah satu calon kuat dari keluarga yang berbasis di kota sekte, keluarga Lei.
__ADS_1
"Cukup sampai disitu, berhenti dan serahkan gulungan mu." ucapnya angkuh, kultivasinya berada di tingkat Dewa tahap menengah sehingga membuatnya merasa yang paling kuat dan memang begitulah kenyataannya. Seharusnya Lei Songi sudah sejak lama menjadi murid sekte Pengobatan Ilahi tapi dia tidak berbakat alkimia dan dia merasa kultivasi beladiri sekte Pengobatan Ilahi tidak sekuat sekte besar lainnya sehingga dia memutuskan pergi ke wilayah lain.
Kepulangannya kali ini karena mendapat kabar bahwa sekte sedang membuka kompetisi, tentu saja keluarga Lei memberinya kabar lain, kalau tidak, tidak mungkin dia akan tertarik untuk ikut berpartisipasi.
Karena Lei Songi juga ingin merebut gulungannya, maka Ye Chen juga tidak akan sungkan. Tanpa berbicara apa-apa, dia melayangkan tinjunya yang juga disambut oleh Lei Songi.
Bumm!
Tanah bergetar kuat karena getaran saat kedua tinju bertemu, tak ada yang bergerak, seperti nya kekuatan mereka seimbang.
Ye Chen tidak heran, karena hanya sedikit kekuatan yang bisa terbuka di lingkungan formasi seperti ini. Lagi pula pondasinya masih cedera dan darah esensialnya juga belum pulih.
Satu yang Ye Chen mulai mengerti dengan pasti adalah perbedaan kekuatan di dunia ini memang sangat jauh jika dibandingkan dengan kekuatan pada tingkat yang sama di dunia dia berasal.
Jika itu bukan di lingkungan ini, Ye Chen tidak mungkin kalah, dia memang sengaja mengurangi sedikit kekuatan nya karena ingin melihat sampai sejauh mana kekuatan Lei Songi.
Tapi berbeda dengan Lei Songi, meskipun dia cukup kaget dengan kekuatan Ye Chen yang mampu menahan pukulannya namun dia berpikir karena tekanan formasi.
Saat keduanya ingin mulai lagi, tetiba ada suara menggema, "Bagi peserta yang sudah mendapatkan gulungan, harus segera kembali dalam dua jam jika ingin dinyatakan lulus."
Suara ini datang atas saran Yun Shan yang mendengarkan saran dari tuan Tang, kalau terus dibiarkan, mungkin para peserta ini tidak akan tidak akan lolos dan babak ketiga yang paling menentukan tidak bisa dilaksanakan.
"Kau beruntung, lain kali akan kupastikan untuk melumpuhkan mu."
Lei Songi sesumbar dengan pandangan meremehkan. Dia belum memegang gulungannya dan jika terus bertarung dengan Ye Chen, pasti akan memakan waktu yang tidak sebentar. Lei Songi lalu memutuskan mengambil gulungan ke puncak.
__ADS_1
"Kita kembali." ajak Ye Chen pada Qin Zhu.