
Mendengar teriakan Gu Xia, Ye Chen mempercepat gerakannya. Bisa gawat kalau sampai Gu Xia ditarik keluar perahu terbang.
Untungnya Gu Xia bisa diselamatkan, Ye Chen tiba tepat waktu.
"Hati-hatilah, tetap dalam kelompok, jangan pernah terpancing melihat musuh tak berdaya lalu ingin cepat menghabisinya."
"Apa kamu masih kuat bertarung?"
"Tentu saja, jangan khawatir."
"Bagus! nah gunakan pedang ini."
Ye Chen menatap Gu Xia sebentar lalu pergi, menemui pengrajin Mingdi.
"Tuan Ye, bagaimana situasinya?" Mau tak mau pengrajin Mingdi juga panik, situasi ini belum pernah Ia hadapi sebelumnya.
"Tenang saja, kurangi kecepatan sedikit dan perkuat perisai d bawah, samping dan depan kapal. Buatlah bagian belakang dan bagian atas sedikit lebih lemah."
Pengrajin Mingdi tertegun mendengar ucapan Ye Chen, Ia tau posisi itu adalah tempat di mana orang-orang dari alam bawah berada.
"Situasinya sudah aman, yang tersisa sekarang adalah Iblis empat lengan tingkat rendah. Mereka perlu latihan."
Ye Chen bersikap kejam kali ini, Ia ingin melatih enam orang yang temannya agar lebih kuat dan ini adalah kesempatan nya. Kalau tidak bisa melewatinya maka mereka akan sangat susah berkembang di masa depan.
Lalu, Ye Chen memberi pesan kepada pasukan seratus untuk mengurangi daya serang mereka dan meminta Giri untuk pergi dari sana dan membiarkan empat wanita itu berjuang sendiri.
"Tuan, ini..."
"Sudahlah, ini untuk kebaikan mereka sendiri. Aku juga tidak akan begitu kejam."
Selanjutnya Ye Chen naik ke atas menemui panglima Du dan Xiao Yun, meminta mereka bergabung ke bagian belakang.
"Panglima Du, nona Xiao, apa anda masih bisa bertahan? bagian belakang butuh bantuan kalian. Oh ya bagikan pil pemilihan ini kepada yang lain dan suruh pasukan seratus pindah ke bagian depan."
"Tuan Ye apakah semua baik-baik saja?"
"Habisi saja semua yang musuh yang ada di belakang."
Panglima Du, Xiao Yun, Lu Jia, Lu Jia Li, Gu Xia dan Sing Fei berjuang keras di belakang kapal. Keringat dan darah mereka bercampur menjadi satu dengan darah iblis empat lengan.
__ADS_1
"Adik Gu, lempar semua bangkai ini keluar kapal. Sial, sudah matipun masih saja menyusahkan." teriak Xiao Yun karena beberapa kali hampir terjatuh karena tersandung.
"Adik Xiao, kamu urus bagian kanan biar aku di sebelah kiri."
"Jia Li awas kanan."
Seruan-seruan kekompakan mereka terdengar sampai bagian depan kapal, tempat di mana Ye Chen dan yang lain berkumpul bersama, berbincang-bincang sambil minum teh.
Seandainya panglima Du dan yang lain melihat ini, mungkin mereka akan mencincang Ye Chen. Mereka bertarung dengan tensi tinggi sedangkan Ye Chen asik duduk-duduk sambil sesekali tertawa.
Perahu terbang semakin jauh meninggalkan daerah hujan petir, iblis empat lengan juga sudah tidak ada lagi namun Ye Chen meminta mereka untuk tidak istirahat karena mereka harus mendarat secepatnya.
"Perahu terbang rusak, kita harus mendarat. Di bawah sana banyak serigala iblis dan lainnya, kita tidak boleh lengah."
Ye Chen kemudian membagikan pedang lainnya yang lebih kuat dari yang mereka gunakan.
Perahu terbang mendarat dan seperti dugaan Ye Chen, serigala iblis tiba-tiba muncul dari berbagai arah.
"Semuanya! turun dari kapal. Jangan sampai perahu tebang kita tambah rusak."
Semua meloncat, kecuali Ye Chen, Giro, pengrajin Mingdi dan pasukan seratus. Mereka tetap di atas perahu terbang sambil mengamati pertarungan panglima Mingdi dan yang lain.
"Pengrajin Mingdi, kalau kamu mau, kamu bisa turun membantu mereka." kata Ye Chen ketika melihat raut muka pengrajin Mingdi.
"Tidak masalah, kamu bisa turun sebentar untuk melihat-lihat, sekalian berikan pil ini pada mereka."
"Pil ini...."
Ye Chen tersenyum, lalu berkata, "Pil kultivasi Dewa." coba perhatikan lagi fluktuasi energi mereka. Aku rasa pertarungan ini bisa memicu daya kultivasi mereka ke tingkat ekstrim."
Dan benar saja, keadaan hidup mati panglima Du dan lainnya membuat fluktuasi energi mereka meningkat. Pil pertama telah mereka minum di atas perahu terbang dan sekarang pil kedua. Dia pil itu sudah cukup untuk mereka naik tingkat ke tingkat Dewa tahap awal, dengan syarat mereka harus terus mensiagakan semua saraf di tubuh mereka.
"Anda sangat hebat tuan, bisa mendongkrak kultivasi mereka dengan dengan cepat."
Mata pengrajin Mingdi berbinar, Ia mengagumi metode ini.
"Aku akan turun sekarang." sambungnya lagi.
Pengrajin Mingdi juga penuh semangat, meskipun dia juga sudah di tingkat Surgawi tahap awal tapi tidak mengkhususkan diri dalam kultivasi, melainkan dalam bidang penempa sehingga dia tidak terlalu kuat untuk bertarung.
__ADS_1
"Nona Xiao, kalian sudah bekerja keras. Pil ini dari tuan Ye, minumlah sekarang."
"Pil ini...."
"Sudah, begitu saja. Aku harus cepat kembali ke depan, mereka membutuhkan bantuanku.
Pengrajin Mingdi buru-buru pergi, Ia tak boleh menggagalkan rencana Ye Chen. Dia juga dengan jelas dapat melihat fluktuasi energi di tubuh Xiao Yun dan yang lain, seluruh saraf di tubuh mereka bekerja ekstrim dan menyerap pil kultivasi dengan gila.
Waktu berjalan, Xiao Yun dan yang lain saat ini sudah sampai di ambang batas batas kemampuan mereka. Lalu Ye Chen segera menghampiri mereka dan berkata, "Serahkan ini padaku, kalian naiklah ke perahu."
"Tuan Ye, apakah situasinya sudah terkendali?"
Panglima Du tampak khawatir.
"Kalian naiklah, nanti kalian akan tau sendiri."
Setelah itu Ye Chen melayang di udara, mengangkat tangannya dan menciptakan hujan kristal es yang membunuh semua hewan iblis dalam radius lima ratus meter. lalu memasang perisai berlapis dalam radius itu.
Dua hari kemudian panglima Du dan yang lain keluar dari pelatihan tertutup. Mereka juga tidak bodoh, mereka tau Ye Chen membantu menerobos dan hasilnya terlihat jelas tingkat Dewa tahap awal.
Untuk merayakan keberhasilan ini, Ye Chen mengeluarkan arak istimewanya.
...
Di sudut paling dalam wilayah selatan.
"Tuan, alat pendeteksi di wilayah timur menangkap ada gerakan. Laporan terakhir, mereka sudah masuk wilayah selatan ini tuan."
Yang dipanggil tuan ini adalah seorang pemuda dengan senyum licik yang selalu menghias si bibirnya.
"Aku rasa mereka bukan orang biasa."
"Apa mereka sudah melewati laut mati?"
"Belum tuan, sesaat setelah berhasil lolos dari iblis empat lengan, jejak mereka tiba-tiba menghilang."
Pemuda itu mengerutkan keningnya, Ia tampak tidak senang. "Jadi untuk kau di sini? apa harus aku yang pergi membunuh mereka hah!?"
Udara tiba-tiba berubah dingin saat kabut-kabut hitam yang dipenuhi niat membunuh muncul.
__ADS_1
"Panggil iblis Kraten, bunuh mereka saat masuk di laut mati. Dan kamu, cepat temukan benda itu atau darahmu akan mengalir di altar persembahan."
"Ba-baik tuan. Hamba mohon... diri."