
Ye Chen yang kini sudah sadar memejamkan matanya, Ia ingat apa yang telah dilakukannya dan kenapa Ia bisa sampai di tempat yang sangat gelap itu.
Mulanya Ia menggigit jarinya sendiri, berpikir kegelapan ini adalah sebuah ilusi yang memerangkap dirinya tapi Ia salah, kegelapan itu tetap ada. Akhirnya Ye Chen memejamkan matanya, mencoba memahami arti kegelapan, mecoba melihat sesuatu dalam gelap, mencoba menyingkap rahasia kegelapan.
Apa itu kegelapan? Apakah kegelapan yang selalu diidentikkan dengan kejahatan dan hal-hal yang tidak baik itu benar-benar adalah hal yang buruk? Atau apakah kegelapan yang sering membuat orang takut itu lebih tidak ada saja?
Tapi kalau tidak ada yang jahat, maka tidak akan ada pula yang namanya baik. Kalau tidak ada gelap maka terang pun tak akan ada, semua yang tercipta memilikimu kodrat sendiri, tak ada sia-sia di muka bumi ini. Pagi yang cerah akan lebih indah jika telah melewati
malam yang gelap.
Ketakutan akan kegelapan terlahir dari pikiran dari dalam diri sendiri, tetaplah berfikir positif, jangan menjadikan takut sebagai alasan untuk lari dan bersembunyi. Kegelapan akan hilang jika kau meneranginya dan akan muncul kembali jika kau memadamkannya.
Wusss...
Ye Chen membuka matanya, jiwanya tercerahkan. Bersamaan dengan itu, kegelapan yang Ia rasakan seketika sirna, mulutnya menyunggingkan senyuman kemenangan. Kini Ia berada di ruang yang sangat terang hingga Ia terpaksa memejamkan kembali matanya karena sangat menyilaukan. Kalau tadi di ruang yang gelap sangat dingin dan lembab, kini ruang itu berubah menjadi panas.
Senyum di mulut Ye Chen kembali terlihat. Ketika Ia membuka kembali matanya, panas di ruang itu hilang dan perlahan udara kembali menjadi lembab lalu dingin dan kembali menjadi gelap seperti semula. ia bahkan bisa bergerak dengan leluasa, bisa melihat semuanya dengan bebas.
"inikah kekuatan raja Iblis?" Batin Ye Chen. Sesaat terlintas untuk membuat keadaan yang sama seperti saat Ia pertama kali tiba. "baiklah, akan kucoba." Gumamnya, dan perlahan Ia pun berhasil.
Sementara itu Baojing yang menjaga tubuh fisik Ye Chen tidak pernah tidak khawatir. Sesaat tubuh Ye Chen bergetar kuat bahkan tidak jarang memuntahkan darah. Sekali waktu tubuh itu mengeluarkan uap hitam yang sangat pekat dan terakhir bersinar sangat terang lalu kembali menjadi seperti semula.
"Apakah sudah berakhir?" Gumam Baojing yang melihat proses ini. Sudah tiga hari sejak Ye Chen tertidur, bisa dibayangkan bagaimana tersiksanya Ia selama tiga hari ini.
"Baojing, apa semua baik-baik saja?" tanya Ye Chen yang baru bangun.
__ADS_1
"Tuan...." Kata Baojing. Ia melangkah mundur selangkah, memakai artefak pelindung dan bersiap mengaktifkan artefak api yang memang sudah disiapkan, tak lupa juga pedang yang telah terhunus.
Sebelum ini Ye Chen sudah ada kesepakatan antara Ye Chen dan Baojing. Terutama Ye Chen, Ia mengatakan dengan tegas kalau Baojing harus membunuhnya jika Ia berubah menjadi Iblis, "Baojing, aku tak mau menjadi Iblis kejam, bunuh aku kalau itu terjadi." kata Ye Chen waktu itu.
Baojing tentu saja tidak mau tapi atas desakan Ye Chen, Ia akhirnya menerimanya dengan penuh rasa bersalah.
Raja Iblis yang terbangun akan sangat lemah sesaat setelah proses pembentukannya baru saja selesai. Srangan biasa saja pasti akan dapat dengan mudah membunuhnya. Keadaan ini sama seperti Ye Chen sekarang.
"Tuan...." kata Baojing lagi, Ia belum melihat tanda-tanda Ye Chen berubah, meskipun siap menusuknya tapi Ia juga ragu.
"Aku lapar...." kata Ye Chen lemah. Matanya kembali terpejam.
"Ayo tuan, ayo, aku akan menyiapkan seekor ayam panggang untukmu, oh tidak tiga ekor, ya! tiga ekor." sahut Baojing dengan haru, tak dapat menahan air mata yang menggenang di pelupuknya.
"Tentu saja tuan, tentu. Aku sudah membuangnya sejak tadi."
"Selamat tuan, anda akhirnya berhasil," kata Baojing dengan tulus, ada rasa bangga dalam suaranya. "Jadi bagaimana rasanya sekarang?" Lanjutnya lagi.
"Rasanya...?" kata Ye Chen agak bingung. "Aku bahkan belum tau bagaimana dan jadi apa aku sekarang. Kalau kekuatan, kita harus mencobanya dahulu tapi tidak sekarang dan bukan di sini."
Baojing hanya mengangguk, memang tidak terlihat ada aura yang kuat dari Ye Chen tapi entah kenapa Ia merasa takut sampai-sampai tidak berani terlalu dekat dengan Ye Chen dan tidak berani menatap matanya lagi seperti sebelumnya ketika berbicara dengannya. Mungkinkah tuan lebih kuat dari guru Baji, pikirnya.
Ye Chen mengajak Baojing keluar, turun ke bukit untuk bertemu yang lain. Ia belum mau menceritakan yang sebenarnya, takut mereka akan takut dan menghindarinya. Itu akan sangat menyakitkan dan Ye Chen belum siap menerimanya. Bayangkan jika orang-orang terdekatnya selama ini tau kalau Ia adalah keturunan raja Iblis dan kekacauan yang terjadi saat Ia kecil dulu dan sekarang adalah karena dirinya.
"Tidak, belum saatnya kalian tau." gumam Ye Chen.
__ADS_1
"Tuan Ye, anda sudah turun?" sapa ketua Song, mata tuanya sedikit mengernyit melihat penampilan Ye Chen yang tanpa aura tapi membuatnya takut. Ini seperti melihat binatang buas yang jinak tapi tidak berani terlalu dekat karena takut akan diterkam.
.
Perasaan ini juga dirasakan oleh yang lain, mereka hanya saling pandang saja.
Ye Chen bertanya keadaan desa selama Ia pergi. "Tak ada musuh yang tersisa, kami bahkan menjelajah sampai keluar batas desa dan tak satupun musuh yang tersisa." kata Qin Gang yang tadi datang bersama dua saudara Sun.
...
Ye Chen membenahi segel desa dan lainnya sebelum pergi. Perjalanannya kali ini adalah untuk mencari jejak raja Iblis. Ia sebetulnya enggan berurusan dengan mereka tapi apa yang mereka lakukan terakhir kali sudah tidak bisa dimaafkan lagi. Ditambah lagi pikirannya bahwa cepat atau lambat mereka akan mencarinya, jadi lebih baik mencari mereka saja daripada menunggu mereka datang.
"Baojing, kau lihat segel itu? Apa kau melihatnya juga?" tanya Ye Chen setelah selesai membenahi segel pelindung desa.
"Sama-sama terlihat ada lubang hitam tuan." Kata Baojing yang tidak yakin dengan pandangannya.
Ye Chen tersenyum dan mengangkat jempolnya untuk Baojing. "Hebat juga kau yah hehe. Kau tidak salah, itu adalah perangkap yang aku buat jika ada yang menerobos masuk tanpa izin. Kau boleh mencobanya, tenang saja kau tidak mati."
"Apa benar tidak sekuat itu?" tanya Baojing ragu setelah mendengar Ye Chen mengatakan itu tidak terlalu kuat.
"ini pertama kalinya aku memasang perangkap di segel pelindung jadi ya belum tentu kuat. Coba saja, hitung-hitung untuk ujicoba."
Baojing sebenarnya ragu tapi penasaran juga, sampai melihat Ye Chen senyum-senyum. Hah tidak mungkin tuan Ye tidak memerhitungkan semuanya, pasti perangkap itu kuat, pikir Baojing, Ia curiga melihat senyum Ye Chen. "Tidak, aku percaya." kata Baojing dan memutuskan tidak akan mencobanya.
"Sebenarnya, perangkap seperti apa itu, lubang hitam itu seperti yang ada di dimensi waktu itu." tanya Baojing.
__ADS_1