Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Permintaan Tuan Tang


__ADS_3

Tak ada lagi getaran atau suara menggelegar dari dalam arena, yang ada hanya suara pecutan cambuk api dan teriakan kesakitan diiringi rintihan dari Lei Songi.


Ye Chen benar-benar tidak memberikan belas kasihan sama sekali. Kalau saja tidak ada larangan membunuh dan kalau dia tidak membutuhkan pil dari sekte Pengobatan Ilahi untuk memulihkan kekuatannya, Lei Songi pasti sudah berubah menjadi abu.


Semua yang hadir awalnya memang sangat terhibur dan kagum dengan teknik cambuk api Ye Chen namun, melihat apa yang dialami Lei Songi, mau tidak mau mereka merinding. Setiap lecutan terdengar, mereka ikut tersentak bersama suara kesakitan Lei Songi.


"Anak bodoh itu, kenapa dia tidak mau menyerah saja?"


"Tuan, haruskah aku menghentikan ini?"


"Jangan bodoh! kau kira kau siapa? ini adalah pengaturan sekte, selain menyerah dan keluar arena, pertarungan ini akan tetap berlangsung."


Dari salah satu penonton, terdengar sebuah percakapan. Ini adalah kepala keluarga Lei, dia berbicara sambil mengepalkan tangannya. Tak ada yang bisa dia lakukan.


Hanya Qin Zhu yang tidak tertekan dengan perbuatan Ye Chen. Dia malah kagum dan bertanya pada kakeknya tentang teknik cambuk api Ye Chen, yang menurutnya sangat kuat. Tidak salah karena dia adalah pengguna elemen api.


"Aku juga tidak tau tapi teknik ini sangat kuat, aku rasa temanmu ini belum sepenuhnya mengeluarkan kekuatannya."


"Benarkah, apa menurut kakek begitu?"


Qin Lei hanya mengangguk pelan, Qin Zhu juga tidak melihatnya karena pandangannya terus tertuju pada arena pertandingan.

__ADS_1


"Kakek, menurut anda, apa kakak Chen mau mengajariku teknik itu?" Qin Zhu tidak kekurangan teknik tingkat tinggi tapi apa yang Ye Chen perlihatkan seolah menghapus semua teknik yang Ia miliki.


Asal tau saja, mengubah Qi api menjadi alat yang bisa menyerang memang cukup mudah bagi pengguna elemen api, misalnya membuat bola api, pisau api atau lainnya tapi mengubahnya menjadi cambuk yang fleksibel yang bisa di tarik memanjang dan memendek bukan perkara mudah.


Butuh kontrol yang sangat tinggi, itu bahkan mengeluarkan suara seperti menggunakan cambuk pada umumnya.


"Kamu pasti sangat beruntung jika dia mau mengajarimu tapi, butuh waktu yang lama, teknik ini bukan teknik yang bisa dipelajari sesuka hati."


Kakek Qin Zhu benar, bahkan Yue yang sudah cukup lama melatih teknik cambuk api ini belum bisa mengeluarkan kekuatan aslinya.


Qin Zhu tidak berbicara lagi, dia pun tau kesulitannya. Meski begitu, dia tetap menatap Ye Chen dengan mata berbinar, entah apa yang dia pikirkan.


Jenius keluarga Lei yang kuat disiksa sampai sedemikian rupa, kepala keluarga Lei yang melihatnya pun sangat marah Dan tak bisa diam saja. Dia berbisik pada pria yang berdiri di dekatnya, kemudian pria itu pun pergi setelah mengangguk.


"Ye Chen, kamu sudah menang."


Yun Shan bukan kulitvator kemarin sore, baginya dan orang-orang yang di sana sudah biasa melihat kematian tapi yang dia saksikan di depan matanya membuat Yun Shan tidak nyaman. Lagipula Lei Songi sudah tak berdaya, aura kehidupannya sangat lemah, Yun Shan harus membuat keputusan.


Ye Chen diam sebentar dan melangkah turun dari panggung namun, baru beberapa langkah dia berbalik lagi dan kembali melayangkan cambuknya. Kali ini bukan melecut tapi melilit Lei Songi dan melemparnya sampai menghantam tembok pembatas di luar arena.


Jangan berpikir Ye Chen hanya melempar saja, lilitan itu tidak sesederhana itu. Ye Chen menyuntikkan sedikit kekuatan jiwanya, membuat Lei Songi terluka luar dalam.

__ADS_1


"Salah sendiri dia tidak mau menyerah, dengan begini aku bisa yakin dengan kemenanganku hehe."


Ada dua syarat memenangkan pertandingan, pertama lawan menyerah dan yang kedua membuat lawan keluar arena. Yun Shan mengumumkan kemenangan Ye Chen.


Pertandingan lain pun berlanjut dan menghasilkan sepuluh besar yang langsung dilanjutkan dengan perebutan lima besar.


Ye Chen bertemu dengan Qin Zhu tapi Qin Zhu menyatakan undur diri karena terluka sehingga Ye Chen otomatis lolos ke lima besar dan berhak menjadi murid tetua sekte.


Sekte Pengobatan Ilahi juga langsung memanggil lima besar ini dan memberikan pil pemulihan dan lainnya lalu menyuruh mereka beristirahat dan memulihkan diri dengan baik, tentunya kali ini mereka ditempatkan di ruangan khusus di dalam sekte.


"Katakan, apa maksud anda memanggilku, tentunya bukan ingin mengucapkan selamat, atau anda juga ingin protes mengenai pertarunganku?"


Ye Chen saat ini duduk di sebuah ruangan, bersama tuan Tang dan Yun Shan, tapi Yun Shan hanya sebentar saja, dia meninggalkan mereka berdua karena harus mengurus sesuatu. Dia pergi dengan muka sedikit aneh karena dialah yang mengkritik Ye Chen sebelumnya, meski hanya kritik ringan.


"Haha aku tidak peduli, bagiku sama saja dan dunia ini tidak butuh orang yang seperti bocah itu."


Ye Chen tidak berkata apa-apa seolah sudah tau dengan sikap tuan Tang. Dia tetap duduk tenang seperti sebelumnya.


Lalu tuan Tang tersenyum dan berkata lagi, "Aku tau, banyak yang ingin kamu tanyakan tapi itu nanti, ada beberapa hal yang harus aku bereskan sebelumnya."


Tuan Tang tidak menunggu lama setelah mengatakan ini, dia berlalu pergi dan meminta Ye Chen menunggunya.

__ADS_1


__ADS_2