
Pantas saja kelompok penjahat ini sangat licin, sangat susah ditemukan dan sangat kuat. Bukan saja diisi oleh orang-orang kuat tapi juga beraliansi dengan Iblis.
"Ini cukup sulit." ucap Ye Chen dalam hati. Ia menaksir kekuatan orang-orang di depannya ada di tingkat Surgawi kecuali pimpinan dan sosok yang menyertainya, mereka jauh lebih kuat.
Namun Ye Chen tidak mundur, Ia malah tersenyum senang, jejak Iblis yang dicarinya ada di depan mata, siapa yang tidak akan senang.
Bress...
Ye Chen mengeluarkan niat membunuh, bukan kekuatan penuh tapi cukup untuk meredam tekanan aura kekuatan lawan-lawannya. Seperti biasa, Ia akan langsung maju menyongsong musuhnya karena baginya menyerang adalah pertahanan terbaik.
Selagi bergerak maju, sebelah tangan Ye Chen terangkat ke atas, "Tehnik Tapak Semesta." ucapnya pelan. Ye Chen menggunakan hampir separuh kekuatannya saat mengeluarkan tehnik ini. Api kecil memenuhi langit dan langsung melesat turun seperti hujan, menyiram seluruh musuh dengan api.
Sosok Iblis pemimpin bergerak maju, menahan serangan ini sementara sosok yang lain tanpa khawatir sedikit pun merangsek cepat menghadang Ye Chen. Tanduk di kepala mereka berkilat dan menciptakan api kecil bulat di tengah-tengah antara kedua tanduk.
Blarr...
Ye Chen menahan dengan perisai tubuh. "Satu, dua, tiga, empat...." Ye Chen menghitung daya tahan sosok yang menahan tehnik tapaknya. "Kurasa sudah cukup." batinnya dan kemudian menarik kembali tehnik semestanya lalu mengibas-ngibaskan debu di tubuhnya karena benturan ledakan.
"Tehnik Tarian Pedang...." gumam Ye Chen.
Swingg...
Pedang hitam di tangan Ye Chen menari di antara kepungan lawan dan semua serangan fisik ditahan dengan mudah, tak ada masalah sampai Ye Chen kembali menewaskan dua orang lawannya, Ia merasa ada yang aneh dari sosok-sosok itu. Saat sosok itu kehilangan tuannya, sosok itu tidak ikut hilang melainkan bergabung dengan sosok Iblis milik pemimpin.
"Kalau begitu, harus mengincar mereka terlebih dulu." batin Ye Chen lalu merubah strateginya. Ia yamg dari awal mengira jika orangnya terbunuh maka sosok yang dipanggilnya akan hilang tapi ternyata dugaannya meleset.
Ye Chen mulai menyerang sosok-sosok itu, sengaja mengincar satu.
Blarr...
Pukulan Ye Chen mendarat tepat di dada sosok yang mirip kerbau dan menghancurkannya, tapi sosok yang baru yang sama persis dengan yang sebelumnya terbunuh muncul lagi di sebelah pasukan bantuan yang kehilangan sosok pendampingnya.
__ADS_1
"Kenapa kalian ini para Iblis sulit sekali mati hah!?" Ye Chen menggerutu sendiri, sampai kapan Ia harus berada di sini. Yang Ia lupa adalah dia sendiri seorang Iblis, bukan Iblis biasa tapi raja Iblis.
"Kenapa? apa kau sudah menyerah? sudah terlambat untuk mundur sekarang." kata pemimpin yang disambut suara tawa ketua dan pasukan bantuan.
"Apa kau pikir, Iblis-Iblis kecil ini bisa menakutiku?" balas Ye Chen sambil tersenyum.
"Tunggu apa lagi? asal kau tau, adikmu yang manis itu sebentar lagi akan menikah." kata ketua ketiga yang mendapat laporan dari ketua kedua yang membawa Yue.
"Menikah...?" Ye Chen cukup terkejut juga, bukan karena Yue menikah tapi karena berita itu datangnya tiba-tiba, pasti ada apa-apa dibalik rencana ini.
"Kenapa, kau heran? kaget? awalnya aku juga tidak setuju tapi karena kepala Beng menginginkannya jadi ya aku setuju saja hehe."
Benar dugaan Ye Chen, Yue pasti dipaksa. "Katakan dimana rumah kepala Beng itu!"
"Hahaha kan sudah kukatakan tadi, langkahi dulu mayatku." balas ketua ketiga lagi.
"Ketua, bukankah tadi aku yang menyatakan itu padanya?" pimpinan.
"Hehe maaf pimpinan, aku hanya bersikap seperti anda."
Meski tak sampai pada puncak kekuatannya tapi itu sudah cukup membuat pimpinan dan yang lain gemetar. Jangan ditanya para Iblis itu, seketika mereka menjadi gelisah karena mereka tau pasti siapa yang ada di depannya itu hanya dari auranya saja.
Tak ada yang menjadi target serangan Ye Chen, Ia hanya berjalan biasa saja sambil menekan dengan niat membunuh yang kuat.
Dari berjalan biasa sampai dengan gerakan yang sangat cepat, yang pertama tewas adalah sosok yang paling dekat. Jari tangan kiri Ye Chen yang sudah berubah menjadi besi hitam yang sangat tajam dan runcing menembus sosok itu seperti membelah tahu.
Ingin memanggil juga tidak sempat lagi karena Ye Chen mengawasi mereka semua. Begitu ada yang memanggil, maka pada saat itu juga tubuhnya akan terbelah menjadi dua atau tewas dengan banyak lubang di tubuhnya.
Ye Chen juga tidak peduli jika yang tewas pertama adalah pasukan bantuan, Ia membiarkan saja sosok itu bergabung dengan sosok milik pimpinan. Sampai akhirnya yang tersisa hanyalah pimpinan dan sosok Iblis di dekatnya yang terlihat gelisah dan ketua ketua ketiga.
Sekali lagi Ye Chen bergerak.
__ADS_1
******...
******...
Pimpinan dan ketua langsung tumbang, dengan bahu berlubang dan sebelah kaki terpotong. Sosok Iblis sendiri Ye Chen lempar ke dalam penjara kegelapan.
Ye Chen berubah ke bentuk semula, tangan kirinya sudah normal dan pedang hitam juga sudah Ia simpan kembali.
"Baiklah, sekarang mayatmu dulu yang akan kulangkahi." kata Ye Chen kepada ketua.
Krekk...
Leher ketua patah oleh kaki Ye Chen yang menginjaknya dengan keras. Setelah itu Ia menoleh ke arah pimpinan. "Giliranmu." katanya dengan dingin, Ye Chen tak peduli informasi kediaman kepala Beng. Mustahil kepala Ruo tidak mengetahuinya, tinggal tanya dia saja beres, pikir Ye Chen.
"Tu-tuan...
Ye Chen hanya mengangkat sudut bibirnya mendengar suara pimpinan, dan pemandangan itulah yang pimpinan lihat untuk terakhir kalinya.
"Melangkahi mayat kalian? hah kalian tidak pantas." kata Ye Chen sambil mengambil cincin penyimpanan mereka berdua, tak lupa juga Ia masuk ke dalam markas penjahat dan menjarah sebuah harta di dalamnya. Terakhir, Ia membakar markas itu.
Dari tempat tersembunyi, sisa anak buah pimpinan yang selamat terdiam seperti mayat hidup. Bukan kematian yang mereka takuti tapi proses menuju kematian itu yang membuat mereka bergidik.
Ye Chen yang menyadari kehadiran mereka diam saja, Ia terlalu malas dan harus cepat pergi ke tempat Yue atau semua akan terlambat. Ia pun melesat pergi menemui kepala Ruo.
"Tinggalkan sebelah tangan."
Dari jauh, Ye Chen mengirim suara. Sepuluh orang itu yang merasa lega setelah Ye Chen pergi kembali berkeringat dingin.
Dua di antara mereka bersujud dan langsung memotong sebelah tangannya sementara yang lain tampak ragu.
"Hahaha Iblis itu telah pergi, takut apa! ayo kita ambil yang masih tersisa dan pergi dari sini." orang ini langsung melompat diikuti lima rekannya, hanya tersisa dua orang yang masih ragu. Sayangnya mereka menganggap remeh Ye Chen, baru selangkah berjalan, enam orang itu tiba-tiba saja terbakar. Upaya apapun yang mereka lakukan tidak ada yang berhasil.
__ADS_1
Dua orang tersisa dengan cepat melakukan hal yang saman dengan dua rekan mereka yang pertama.
Sejak hari itu nama pendekar sadis mulai terkenal di alam langit, empat orang inilah yang menyebarkan berita tersebut. Mereka juga menjadi orang baik-baik dengan harta yang mereka kumpulkan dari markas.