
Di dalam penjara kegelapan, kondisi Sumo, guru Baji dan Baojing yang sudah sangat lelah dan terluka semakin bertambah buruk. Sementara Ye Chen yang tidak menyangka guru Baji dan Baojing juga ikut masuk mengirim siksaan kepada Sumo yang tanpa Ia sadari juga menyiksa guru Baji dan Baojing.
Ye Chen sebetulnya merasa ada yang lain di dalam penjara tapi karena sudah terlalu lelah dan juga berpikir bahwa yang di dalam adalah seorang raja Iblis maka Ia mengesampingkan perasaan ini, Ia menganggap hal itu wajar saja.
"Guru Baji aku sudah tidak kuat, tuan Chen... maafkan aku tidak bisa melayanimu lagi." kata Baojing sebelum terkulai lemas."
"Sial, dimana ini sebenarnya? aku tak tau si Sumo mempunyai tehnik yang seperti ini. Baojing! Baojing, apakah kau ada di sana?" guru Baji yang mengkhawatirkan keadaan Baojing berteriak-teriak memanggilnya di tengah siksaan kesakitan yang Ia rasakan.
Pun begitu dengan Sumo, Ia juga sama, berteriak-teriak tidak jelas. Sampai akhirnya terkulai lemas.
Guru Baji sendiri ketika sudah merasa masanya telah datang. membuat segel dan mengirim sesuatu ke dalam tubuhnya. Setelah itu Ia pun terkulai.
Di dalam gua.
Ye Chen tertidur pulas, Ia tak perlu khawatir lagi tahanannya akan lepas karena Ia tidur.
Selang dua hari, kekuatan dan semangat Giro telah kembali pulih. Ia juga masih dengan sabar merawat dan menunggu Ye Chen sampai sadar kembali.
"Tuan, cepatlah sadar. dimensi ini akan segera hancur." ucap Giro dalam hati, Ia tak berusaha membangunkan Ye Chen karena tak yakin Ye Chen sedang tidur atau masih fokus seperti dua hari yang lalu.
Tepat pada hari ketiga, Ye Chen membuka matanya. Yang dilihatnya pertama kali adalah langit-langit gua, Ia lalu duduk dan mencoba mengingat semuanya.
"Giro! ayo cepat, kita tinggalkan tempat ini." Ye Chen tersadar sepenuhnya, getaran-getaran dan suara seperti orang mendengkur dari dalam tanah
menyadarkannya untuk segera pergi dari sana.
"Tuan anda sudah sadar."
"Kenapa kau tidak membangunkan ku?"
"Eh? anda tidur... aku pikir anda...
__ADS_1
Ye Chen memotong cepat ucapan Giro, " Sudahlah, ayo cepat pergi," Ye Chen bangkit berdiri tapi tiba-tiba jatuh lagi. "Maaf... terima kasih." lanjutnya lagi saat terkulai dalam gendongan Giro.
Tertidur dalam keadaan lemah memang merepotkan, karena begitu terbangun pasti tidak mempunyai kekuatan, bahkan untuk duduk pun akan terasa sulit.
Giro hanya tersenyum mendengar ucapan Ye Chen. "Tidak masalah tuan, kekuatanku sudah pulih." Ia kemudian membawa Ye Chen ke celah dimensi tempat mereka masuk dulu dan memasukinya.
"Aku akan istirahat sebentar," kata Ye Chen. "Kau pergilah dulu." Giro harus pergi bersembunyi di dalam bayangan Ye Chen, karena kalau tidak, Ia tak akan bisa keluar dari sana, token akademi hanya khusus untuk Ye Chen saja.
"Syukurlah token ini masih bisa berfungsi." kata Ye Chen setelah berada di luar dimensi tempat tradisi akademi dilaksanakan.
"Giro, bolehkah aku minta tolong sekali lagi?" Giro maklum, "Kita kemana?" tanyanya. "Kerumah kita dulu, aku ingin memulihkan diri di sana."
Sehari kemudian, kondisi Ye Chen telah pulih. Ia memanggil Giro karena heran sekaligus sedih melihat jasad guru Baji dan Baojing yang ada bersama Sumo.
"Begitulah tuan...."
Huff...
Ye Chen menghela nafas, "guru Baji dan kau Baojing, maafkan aku." kata Ye Chen tulus sambil terus memandangi jasad mereka berdua. Tak lama berselang, jasad Sumo dan guru Baji perlahan memudar dan sebuah inti kehidupan melayang di atas jasad mereka.
Guru Baji menceritakan tentang perkataan Sumo tentang ingin memiliki benda yang ternyata adalah inti yang ada di depannya itu. Guru Baji juga meminta maaf karena hal itu, karena tidak ingin Ye Chen yang mengambil inti Sumo.
"Ucapan Sumo benar, kami dulunya adalah empat Iblis, empat sahabat yang sangat dekat dan berjuang bersama sampai keserakahan membuat kami jadi seperti sekarang.
Masih banyak lagi yang guru Baji ceritakan, terkahir Ia berkata untuk menjaga Baojing untuknya. "chen'er waktuku tidak banyak, jadilah kuat. Bukan kami yang harus kau waspadai tapi ada kekuatan di atas kami yang sangat berbahaya. Nah selamat tinggal."
Ye Chen tak tau harus berkata apa lagi, Ia terlihat berkali-kali menghela nafas.
"Tuan, anda bukan sengaja melakukannya." kata Giro yang mencoba menghibur Ye Chen.
"Kau benar, terima kasih." Ye Chen akhirnya sadar
__ADS_1
karena masih terus menyalahkan dirinya. "Baojing, kau maafkanlah aku." kata Ye Chen, kemudian Ia mengangkat jasad Baojing, membawanya ke sebuah bukit lalu menguburnya.
"Giro, apa kau tau? Baojing telah lama ikut denganku. Kami pergi ketempat yang baru bersama-sama, bertempur bersama... ah Baojing, kau... ...
Ye Chen berhenti berbicara, banyak yang ingin Ia katakan tapi lidahnya terasa kelu. "Baojing sahabatku, lihat dan jagalah aku dari sana seperti dulu. Kau jangan khawatir, ini adalah tempatku dan tentu adalah tempatmu juga, tak ada yang akan mengusikmu di sini. Nah aku pergi dulu."
Seharian penuh Ye Chen hanya duduk diam, Giro juga membiarkannya saja. Menurutnya itulah yang terbaik untuk Ye Chen saat ini.
Keesokan harinya, Ye Chen masuk ke dalam ruang di dalam gua. Wilayah yang ditandai Ye Chen ini masih berupa kawasan liar, hanya ada gua tempat berteduh. Di dalam, Ia mengekstrak dua inti.
Hari berikutnya Ia terlihat sudah keluar dan berkata pada Giro untuk membangun sebuah kediaman yang pantas.
"Aku akan ke alam Peri, ada sesuatu yang aku perlukan di sana. Oh ya, aku rasa ini cocok untuk membangun wilayah kita di sini." Ye Chen memberikan cincin penyimpanannya dan menyuruh Giro untuk menghubungi kepala Ruo untuk mengatur pekerja yang di butuhkan.
"Satu lagi, jangan biarkan orang lain mengetahui portal itu."
"Baik tuan."
"Nah aku pergi, kalau ada sesuatu kau susullah aku di sana."
Cukup lama Ye Chen berada di alam Peri, di sana Ia membuat pil kultivasi dari inti guru Baji dan Sumo. Ia membutuhkan herbal dari kebun yang ada di wilayah Nannan.
Sebulan lamanya Ye Chen berada di alam Peri, Ia juga telah membuat banyak pil kultivasi namun hanya dua saja yang Ia buat menggunakan inti kehidupan raja Iblis.
"Paman, bagikan semua pil ini kepada yang lain. Tolong, jadilah lebih kuat di masa depan."
"Tuan, apakah semua baik-baik saja?" tanya Paman yang merasa Ye Chen berubah.
"Aku baik-baik saja Paman, aku masih Ye Chen yang dulu." sahut Ye Chen dengan senyuman.
"Baiklah, berhati-hatilah dan ingat, kau tidak sendiri."
__ADS_1
Ye Chen lalu pergi ke wilayah Ye, desa Ye dan tempat lain untuk membagikan pil kultivasi tingkat tinggi. Sumber daya Herbal dari alam Peri adalah salah satu yang terbaik dan hanya bisa tumbuh di alam Peri saja, khususnya di wilayah Nannan.
"Baojing...