
Sementara itu di tempat lain, patriark dari lima sekte mengadakan pertemuan darurat. Membahas apa yang terjadi.
"Patriark Su, keluarga Bai berasal dari sektemu, mustahil kau tidak tau apa yang direncanakannya."
"Benar, tidak mungkin sekte Api Abadi tidak tau, apalagi salah satu keluarga Bai, Bai Su adalah seorang tetua sektemu.
Patriark Su dari sekte Api Abadi mendapat tekanan dari patriark sekte Lautan Air dan didukung oleh patriark sekte Kayu Langit.
"Kalian... "
Patriark Su sangat gusar sampai tak bisa berkata apa-apa, kedua patriark ini benar-benar keterlaluan.
"Kenapa? Apa kau mau mengatakan kalau kau tidak mengenal keluarga Bai?"
"Tentu saja aku mengenalnya tapi tuduhanmu tidak beralasan. Atau jangan-jangan kau memilki maksud lain, apa kau senang dengan keadaan ini?"
"Patriark Su! Jangan membalikkan fakta!"
"Kenapa, apa kau tak terima? Mungkinkah dugaanku betul?"
Fluktuasi energi dengan cepat berubah di ruang pertemuan itu. Hawa panas dari elemen api membumbung tinggi namun hawa dingin dari elemen air juga tak mau kalah.
Namun, cahaya hijau samar dengan cepat bergabung dan perlahan menekan elemen api dari patriark Su.
"Diam kalian!"
__ADS_1
Tiba-tiba angin besar menindih dan disusul dengan unsur logam yang semakin menambah tekanan.
Dari luar, gedung tempat pertemuan terlihat biasa saja tapi berbeda dengan yang terjadi di dalam. Lima elemen saling tindih dan saling mengalahkan, tak ada yang menang maupun kalah.
Mereka baru berhenti ketika wajah kelima patriark memucat.
"Kalian seperti anak kecil, teruslah saling bunuh. Biar aku menonton dari samping."
Patriark sekte Pusaran Angin dan sekte Benteng Besi berdiri, bersiap meninggalkan ruangan.
"Patriark, tunggu sebentar. Baiklah, maafkan sikap kami."
Ketiga patriark sadar dan tak melanjutkan apa yang mereka lakukan lagi.
"Lebih baik, atur hidup masing-masing kalau kalian tidak bisa akur. Kalau tidak, kami akan pergi. Jangan khawatir, kami pasti bisa membawa semua anggota sekte kami sendiri."
"Patriark, apa maksudmu?"
Percikan permusuhan kembali mencuat, ucapan patriark sekte Lautan Air secara tidak langsung menuduh sekte Pusaran Angin dan sekte Benteng Besi ada main dalam situasi ini karena telah mengumpulkan semua anggota mereka untuk pergi.
Yang paling dirugikan dari situasi ini adalah patriark Su.
Dari lima orang yang ada di sana, telah terbentuk tiga golongan dan sekte Api Abadi hanya sendiri sedangkan dua kelompok yang lain masing-masing terdiri dari dua sekte.
Ketegangan mulai terjadi lagi, semua saling curiga dan menganggap yang lain berpotensi melakukan sesuatu yang merugikan bagi mereka.
__ADS_1
"Kalian, jika terus seperti ini, semua usaha kita akan sia-sia. Aku menampik tuduhan berkolusi dengan keluarga Bai, namun aku tak juga tak bisa membuktikan dugaan itu."
"Hanya saja, kalau kita terus bersikap begini, bukan saja anggota sekte yang menjadi korban tapi alam ini mungkin akan hancur lebih cepat dari yang seharusnya."
"Aku sudah bicara.
Patriark Su diam sebentar, lalu menghela nafas lalu berdiri dan pergi dari sana. Tak ada yang menghentikan nya karena semua merasakan niat membunuh yang sangat jelas darinya.
Ini adalah ancaman yang serius bagi siapa pun yang mencoba menyerangnya. Niat ini sekaligus menegaskan bahwa kali ini dia sudah siap untuk menyerahkan hidupnya.
Patriark lain juga tidak bodoh, rasanya masih belum pantas untuk saling membunuh untuk saat ini.
"Aku akan melihat keadaan di pintu masuk dimensi Lima Elemen. Laporan terakhir mengatakan di sana sudah sedikit kacau karena banyak orang ingin berebut untuk masuk."
Patriark Su berkata tanpa menoleh.
Di ruang rahasia keluarga Bai.
"Haha... akhirnya kita berhasil. Kita akan menguasai alam ini cepat atau lambat." Bai Gong tampak sangat senang.
"Tuan, pintu dimensi Lima Elemen hampir tidak terkendali."
"Biarkan saja, bagus kalau semua orang-orang bodoh itu mengungsi ke sana. Dengan begitu rencanaku akan semakin mudah untuk dilakukan. Bagaimana kabar pertemuan para patriark?"
"Patriark Su telah keluar, perseteruan mereka pun berhenti begitu saja."
__ADS_1
"Ah, sayang sekali kalau begitu. Alangkah indahnya kalau mereka saling bunuh. Lakukan rencana kedua, aku tak percaya kalau mereka masih bisa bertahan."
Usopp juga ada di sana, dia tertawa dan berkata dengan sinis dalam hati. "Dasar bodoh, tunggu sampai rencana ini berhasil dan aku akan melenyapkan mu.