
Tidak mungkin. Setelah sekian lama, Pemimpin Agung muncul kembali dan yang paling tidak bisa dipercaya oleh patriark Su adalah putranya kini ada didepannya.
"Siaal!"
Patriark Su menggerutu dalam hati, kalau saja dia tidak keras kepala, seandainya dia bersabar sedikit saja dan mendengar kan suara dari patriark sekte Api Abadi, mungkin saat ini sektenya masih baik-baik saja dan dirinya tidak dalam keadaan terdesak seperti sekarang.
"Ada apa patriark? apakah anda menyesali perbuatan anda? hehe.... cepat serahkan benda itu, kau tau apa yang kuinginkan."
Usopp berkata setelah berjalan dan berhenti dua ratus meter di depan patriark Su yang saat ini masih terus membakar daya hidupnya sendiri.
"Kurang ajar!"
Keputusasaan dan rasa menyesal membuat patriark Su tidak bisa menahan diri lagi. Hanya tersisa beberapa tarikan nafas sampai usahanya mencapai puncak. Karena menggunakan esensi elemen air, udara berkabut di sekitar tubuhnya turun dan menjadi lebih dingin. Kabut hitam yang menggulung ganas di atas langit semakin tebal dengan tubuh patriark Su sebagai porosnya.
Usopp yang melihat perubahan kekuatan dari patriark Su tidak terlihat khawatir, dia malah mencibir. "Lalu kenapa kalau kamu tambah kuat?"
Dengan lambaian tangannya, kabut hitam pun muncul dan terus meluas sampai mendekati patriark Su.
"Bai Hai! tunggu aba-aba ku."
Seru Usopp, dia memutuskan untuk menghentikan usaha patriark Su yang sedikit lagi selesai membakar vitalitasnya. Bukan takut dengan kekuatannya karena dia yakin masih bisa mengalahkan patriark Su dengan bantuan Baik Hai dan tetua lainnya. Hanya saja akan sangat merepotkan kalau patriark lainnya juga datang membantu.
"Sekarang!"
Seruan Usopp diikuti oleh gelombang Qi dari Bai Hai dan lima tetua lainnya.
Sementara patriark Su yang masih membakar vitalitasnya juga tidak tinggal diam saja. Dia akan tewas begitu saja kalau masih terus mempertahankan usahanya.
__ADS_1
Patriark Su menggertakkan giginya, dia mengangkat kedua tangannya untuk memblokir serangan itu.
Awan yang menggulung seketika turun dari langit, membawa tekanan yang menekan tujuh musuhnya. Sayangnya, sebelum Ia sempat berbuat banyak, kabut hitam milik Usopp sudah terlebih dahulu memblokir jalannya dan menahan daya tekan dari awan yang jatuh itu.
Namun, patriark Su bukanlah anak kemarin sore yang bisa dengan mudah digertak. Salah satu yang terkuat di alam ini bukanlah hanya sebutan saja.
Melihat gulungan awan yang dia ciptakan tidak banyak membantu, dia kemudian membuyarkannya dan merubahnya menjadi banyak sekali bola-bola air yang bergerak mengelilingi tubuhnya dan menghadang serangan Usopp dan yang lainnya, sementara fluktuasi udara yang di sekitar tubuhnya juga mengembun lalu menjadi perisai.
Bumm...!
Suara memekakkan terdengar tatkala dua kekuatan besar bertemu, perisai air berhasil menahan serangan gabungan Usopp dan menetralkannya. Meski begitu, tetap saja patriark Su menerima dampak yang tidak sedikit dari pertemuan ini.
Di tempat lain, Usopp masih saja tersenyum. Dia kembali melambai, memadatkan kabut hitam yang semula menahan gulungan awan. Sementara Bai Hai yang menguasai elemen api juga tidak tinggal diam, ribuan bola api yang diciptakannya kembali siap menyerang patriark Su.
Kabut hitam kembali menyelimuti area di sekitar patriark Su, ini didukung oleh bola api dari belakang lalu sebagai penutup, lima tetua juga kembali melancarkan pukulan Qi yang mengguncang bumi.
Bumm!
Bumm!
"Jangan dibunuh, kita masih membutuhkan baru itu." seru Usopp. "Patriark, kamu tau yang aku inginkan, serahkan batu inti jiwa itu, aku berjanji memberikan kematian yang cepat padamu."
Patriark Su tidak berdaya, nafasnya hanya tersisa satu satu. Serangan yang tidak pernah berhenti ditambah lagi vitalitas yang sudah habis membuatnya sekarat. Sesaat kemudian, patriark Su yang menghembuskan nafas terakhir nya.
Ini membuat Usopp sangat geram, pandangannya kemudian jatuh ditempat yang jauh. tempat dimana tetua yang bersama patriark Su sebelumnya melarikan diri.
"Kau pikir bisa kabur semudah hah!" seru Usopp yang dalam sekejap saja sudah menhmghadang tetua itu.
__ADS_1
"Katakan! dimana baru inti kolam jiwa.!
" aku tidak tau yang kamu bicarakan."
Plakk!
Satu tamparan keras tidak menggoyahkan si tetua, "Suatu hari nanti, seseorang pasti akan membalaskan dendam ini." ucapnya, lalu dengan mengumpulkan semua kekuatannya, dia menyerang Usopp.
"Tidak berguna."
Tetua itu tenggelam dalam kabut hitam dan tewas begitu saja, dia sama sekali bukanlah lawan Usopp.
"Tuan, tampaknya seseorang telah mengambilnya. Menurut anggota sekte Lautan Air, kolam itu telah hancur sebelum kita tiba."
Kata Bai Hai melapor.
"Sial! cepat kumpulkan semuanya, kita ke sekte Kayu Langit dan lainnya."
Usopp sangat marah, tujuannya adalah bantu inti kolam jiwa. Dia bahkan membelah jiwanya dengan kekuatan lebih dari lima puluh persen untuk bisa datang, selain itu, kristal elemen untuk menampung batu inti itu pun telah dibawanya.
Namun semua sia-sia.
"Hancurkan dan bunuh saja semuanya, jangan beri ampun. Yang lain ikut aku ke kolam jiwa."
Saat tiba di sekte Kayu Langit, Usopp langsung member perintah dengan dingin.
Sayangnya dia kembali kecewa, apa yang dia cari sudah tidak ada lagi. Sekte Kayu Langit dan sekte lainnya hanya ditinggali murid-murid dan tetua yang lemah pun habis dibantai.
__ADS_1