
Bagaimana Ye Chen bisa takut dengan serangan atau teknik jiwa? mungkin hanya Ye Chen yang memiliki banyak teknik jiwa di tangan nya. Pengalamannya dalam mengolah jiwa dan menjadikannya salah satu teknik terkuatnya tidak bisa dibandingkan dengan orang lain.
Dan jangan lupa, gelarnya sebagai raja iblis didapat dengan pengorbanan ratusan ribu jiwa yang membangunkan potensi alam jiwa yang sangat kuat dan kental, membangkitkan teknik khusus bernama penjara jiwa yang disempurnakan kembali menggunakan hukum kehampaan.
Dia hanya ingin melihat sampai dimana teknik serangan jiwa milik patriark Du.
"Terlalu lemah." gumam Ye Chen setelah mengamati teknik ini dengan baik.
Serangan itu pun tiba tepat di depan Ye Chen namun Ye Chen sudah tidak ada di sana lagi, lebih tepatnya dia menerobos begitu saja. teknik lemah semacam ini tidak berguna baginya.
Satu kelemahan pengguna teknik jiwa yang tidak diketahui orang lain adalah adanya kekosongan setelah menggunakan teknik ini. Hanya pengguna teknik jiwa yang mengetahui nya tapi bukan berarti pengguna nya akan mudah diserang begitu saja karena kekosongan ini hanya berlangsung sepersekian detik.
Inilah yang Ye Chen manfaatkan. Ye Chen memiliki teknik langkah cahaya yang memungkinkannya bergerak jauh lebih cepat.
Terlihat Ye Chen hanya menepuk ringan dada patriark Du namun tepukan yang terlihat lemah ini justru langsung memenjarakan jiwa patriark Du.
__ADS_1
'Cih sayang sekali esensi darahku saat ini tidak cukup kalau tidak, Aku tak keberatan membuatmu seperti mayat hidup." ucap Ye Chen dalam hati.
Esensi darah Ye Chen yang memang terkuras membuat serangannya juga tidak maksimal, contohnya dalam penggunaan teknik penjara jiwa ini. Itu hanya sanggup memenjara patriark Du selama beberapa detik saja.
"K-kau... apa yang kau lakukan padaku?" patriark Du yang jiwanya sudah kembali tak percaya apa yang baru saja dia alami. Jiwanya terpenjara dalam penjara kegelapan yang sangat pekat, bagaimana pun dia berusaha lepas tetap tidak bisa.
Meski dia bisa lolos tapi tetap saja di dalam sana dia cukup tersiksa. Dia tau benar, dirinya terkena teknik jiwa lawan tapi tidak tau apa yang terjadi, dia tiba-tiba saja terpenjara dan disiksa. Jiwanya sekarang tidak sekuat sebelumnya.
Karena merasa masih kurang, Ye Chen yang masih berada di depan patriark Du meninjunya. Tinjuan ini membuat nya jatuh ke lantai begitu saja.
Bukan saja generasinya yang dapat dikalahkan namun juga patriark nya. Berakhir sudah.
Tidak ada yang menyangka hasilnya akan seperti ini, bahkan patriark Du sendiri tidak percaya. Monster macam apa yang anaknya singgung ini. Dia awalnya ingin mencelakai Ye Chen dengan teknik jiwa agar terlihat tidak menindas junior dan juga mengecoh utusan sekte Pengobatan Ilahi.
Tapi apa yang terjadi? Ye Chen membalas dengan teknik jiwa yang lebih kuat. Ini terlihat seolah-olah dia dikalahkan hanya dengan satu tinjuan di dada.
__ADS_1
"Ayah! apa yang kalian tunggu, cepat! bunuh orang itu!" Du Yang yang sudah siuman dan dikelilingi para tetua dan anggota keluarga Du berteriak marah.
Mendengar seruan ini puluhan anggota keluarga Du masuk ke dalam arena dan tanpa banyak bicara lagi, mereka melancarkan serangannya.
"Berhenti semuanya!"
Patriark Du berteriak keras, orang-orang ini bukanlah tsndingan Ye Chen, dia tau betul kalau Ye Chen belum menggunakan semua kekuatannya apalagi dari awal Ye Chen tidak pernah menggunakan senjata.
Namun, teriakannya ini tidak didengar atau lebih tepat nya sudah terlambat. Berbagai macam senjata dan teknik tingkat tinggi sudah dilepaskan, tak mungkin ditarik kembali.
Tentu saja Ye Chen tidak akan tinggal diam saja, dari awal dia sudah melepaskan keluarga Du dan menekan hasrat membunuh nya. Tidak ada pilihan lain, dia harus membunuh mereka.
Dengan posisi tangan melintang di depan dada, perlaha-lahan pedang hitam muncul dari kehampaan, bersamaan dengan itu hasrat membunuh menyeruak tajam dari tubuh Ye Chen, dia tidak akan memaafkan musuh nya lagi.
"Gawat! tuan Yun, mereka akan terbunuh."
__ADS_1