
"Tuan...." Kali ini suara Jiang Kun gemetar, kali ini bukan karena melihat cara Ye Chen menghabisi musuhnya tetapi karena melihat siapa yang berturut-turut datang tadi. Dari penglihatannya, mereka adalah orang-orang dari sekte yang berkuasa di kota Shinyang bersama tetua mereka ditambah lagi dengan sekelompok orang yang jika dilihat dari pakaiannya merupakan para penjahat yang biasa merampok dan membunuh.
"Kau kenapa?" tanya Ye Chen melihat Jiang Kun yang mempeehatikannya sejak orang-orang itu pergi. "Kalau kau ingin bertanya apa mereka Ada hubungannya denganku maka jawabannya aku tidak tau."
"Tuan, sebenarnya apa yang tuan lakukan?" masih dengan penasaran, Jiang Kun tetap bertanya.
"Sudah kukatakan, aku tidak tau."
"Tapi sepertinya mereka mencari tuan, kalau tidak untuk apa mereka ke sini?" Jiang Kun terus berpikir, lalu teringat sesuatu. "Tuan Ye, tadi anda bilang membeli sebuah artefak, boleh aku lihat?"
"Tentu saja." jawab Ye Chen lalu memberikan artefak yang dibelinya.
"Hm, tak ada yang aneh, tapi seperti ada sesuatu di dalamnya." gumam Jiang Kun sambil menggoyang-goyangkan artefak yang berbentuk tabung di dekat telinganya. "Tuan, ini isinya apa?"
"Kata yang menjualnya sih itu isinya sebuah peta, hasil mencuri dari seseorang yang memenangkannya di sebuah lelang." ucap Ye Chen santai tapi membuat Jiang Kun kaget tak percaya.
"Mungkin betul tuan, aku ingat dulu artefak ini muncul di pelelangan di pusat kota. Waktu itu kalau tidak salah dimenangkan oleh seorang gadis dari sekte Pedang Suci."
Ye Chen tiba-tiba mendapat ide, "Bagaimana kalau kita lelang lagi saja?" ucapnya sambil tersenyum licik.
"Boleh juga tuan, tapi tunggu nanti kalau sudah tiba di pusat kota dengan catatan artefak tidak direbut orang lain." ucap Jiang Kun. "Tapi tunggu dulu, kenapa tuan mau melelangnya? bukankah tuan memerlukannya?"
"Tidak apa-apa, biar banyak harta saja hahaha...." jawab Ye Chen sekenanya. "Yang aku heran, kenapa banyak yang mau membelinya padahal artefak ini tidak ada yang bisa membukanya?"
"Memang tidak ada yang bisa membukanya, tapi aku yakin suatu saat nanti akan ada seorang ahli formasi yang bisa membukanya padahal yang aku tau artefak ini sudah sangat lama."
"Jiang kun, orang-orang tadi pasti belum mengenalmu, kau pergilah cari informasi mengenai orang-orang tadi."
__ADS_1
"Maksud tuan?"
"Hais kau ini, kenapa susah sekali mengerti. Kau cari informasi mengenai mereka. Tempat mereka biasa pergi dan lainnnya."
"Buat apa tuan menanyakan ini?"
"Tentu saja untuk memburu mereka, apa lagi? aku yakin mereka pasti mencariku, nah lebih aku memburu mereka saja."
"Tapi tuan, mereka... terutama sekte itu mempunyai tingkat Suci di antara mereka." Jiang Kun masih saja sangsi dan takut.
"Tenang saja, aku yang akan membunuh mereka, kau cukup mencari informasi saja. Sudahlah, pergi saja, atau kau tidak akan pernah keluar dari kota ini dan mati di sini."
Jiang Kun bukan tidak mengerti, tapi berurusan dengan sekte-sekte penguasa kota ditambah kultivator lainnnya bukanlah hal yang mudah. Dan karena mereka sudah mulai bergerak maka dapat dipastikan Ia dan Ye Chen tidak akan mudah keluar dari kota ini.
"Baiklah, aku pergi."
"Lalu bagaimana aku mencari tuan?"
"Bukan kau yang mencariku tapi aku yang akan menemuimu nanti."
Dengan hati yang masih sedikit enggan, Jiang Kun pergi. Mula-mula Ia akan menyelidiki sekte-sekte penguasa kota. Kabarnya sekte-sekte ini tidak pernah akur satu sama lain tapi tidak pernah berkonflik karena mereka sama kuat.
Ye Chen juga tidak tinggal diam, Ia mencari tempat untuk berdiam sementara sambil berlatih dan mempelajari segel artefak untuk membukanya. Barulah dua hari kemudian Ia bisa membuka artefak tersebut dan isinya memang benar sebuah peta yang terlihat usang namun masih bisa terbaca dengan sangat jelas.
Di sana terlihat barisan gunung-gunung, lautan, hamparan padang rumput dan masih banyak lagi. Ia lalu mencocokkan gambaran dua lokasi akar abadi yang Ia ambil dari pemimpin dimensi dan ternyata lokasi itu sangat mudah Ia temukan. Di peta juga ada beberapa tempat yang sudah ditandai, mungkin terdapat sesuatu yang berharga di sana.
"Pantas saja peta ini sangat penting." batin Ye Chen, siapapun yang memegang peta ini bisa dipastikan akan sangat mudah mencari tempat-tempat rahasia di sini. "Sepertinya peta ini tidak lengkap, atau hanya perasaanku saja?" gumam Ye Chen sambil membalik-balikkan gulungan peta di tangannya. "Sudahlah sebaiknya aku harus cepat."
__ADS_1
Berbekal kulit hewan yang sudah Ia keringkan sebelumnya, Ye Chen menggambar peta palsu, hanya asal aja, mungkin lebih bagus gambaran anak kecil daripada gambar yang Ia buat. Peta palsu ini lalu Ia masukkan kembali ke dalam artefak dan menyegelnya dengan segel berlapis yang lebih rumit lagi.
"Selesai hehehe... dengan begini, artefak siap di lelang." Ye Chen tersenyum puas. lalu menyimpan artefak dan gulungan peta asli ke dalam dimensi cincinnya. "Kita lihat apa yang Jiang Kun temukan."
Di sudut kota, Jiang Kun yang merasa bosan menunggu Ye Chen tampak berjalan-jalan melihat pasar kecil yang di sana.
"Tuan, silahkan di pilih, barang kami ini sangat bagus dan langka terutama senjata ini." kata si pedagang sambil menyodorkan sebuah belati hitam."
Jiang Kun memandangi belati di tangannya, Ia merasa tidak asing dengan belati ini, begitu juga dengan penjualnya. "Apa aku mengenal anda?" tanyanya ragu.
"Menurutmu?" jawab si penjual sambil mengangkat-angkat alisnya.
"Tuan Ye...?"
Ye Chen memberikan jempol tangannya. "Hahaha aku masih punya barang bagus lagi, ayo kita ke dalam saja." Jiang Kun hanya menurut saja dengan ajakan Ye Chen. Sementara pedagang lain hanya menggeleng, menurut mereka Jiang Kun pasti akan kena tipu oleh Ye Chen. Kebiasaan para pedagang yang mengajak pelanggannya ke belakang dengan iming-iming baru bagus yang tidak dijual sembarangan tapi itu hanya akal-akalan para pedagang saja.
"Katakan, bagaimana hasil penyelidikanmu."
"Tuan Ye, untuk orang-orang luar, aku tak bisa melacaknya karena mereka tidak mempunyai tempat tinggal tetap."
"Tidak masalah, lalu bagaimana dengan sekte-sekte itu, menurutmu sekte mana yang bisa diajak bekerjasama?"
Jiang Kun lalu menjelaskan perihal sekte-sekte penguasa kota Shinyang, menurutnya hanya sekte Harimau Terbang yang bisa diajak bekerjasama. Alasannya adalah selain karena sekte ini sekte tertua, sekte ini juga di ambang kehancuran akibat kurangnya sumber daya terlebih lagi patriark mereka saat ini sedang sakit.
"Kabarnya patriark mereka terkena racun tuan akibat bentrok dengan sekte Racun Barat." ucap Jiang Kun mengakhiri ceritanya dan memberikan lokasi sekte pada Ye Chen.
"Kau istirahatlah, pergilah ke timur diluar tembok kota. tunggu aku di sana."
__ADS_1