
Berbekal arahan dari Ye Chen, senior Bai kembali ke kediaman keluarga Bai dan menceritakan sesuai yang Ye Chen minta.
Sementara itu, Ye Chen kembali ke kolam jiwa dan melanjutkan kultivasi jiwanya bersama Yue.
Mungkin karena Ye Chen sudah memahami aura elemen air sebelumnya saat berlatih di aula pelatihan, maka proses kultivasi jiwanya tidak berlangsung lama. Beberapa jam kemudian, dia terbangun dengan keadaan jiwa yamg lebih kuat dan pemahaman tentang elemen air naik satu tingkat.
"Kak Chen, aku merasa sudah tidak ada gunanya lagi berada disini." kata Yue yang sejak awal tidak pernah pergi, pemahamannya juga naik satu tingkat tapi masih lebih dangkal dari pemahaman Ye Chen.
"Benarkah? coba aku lihat, lakukan satu pukulan yang didasari oleh elemen air." pinta Ye Chen.
Yue melakukan aktifitas tinju ringan, meskipun masih agak kurang tapi itu sudah lebih daripada cukup. Memang tidak gampang melakukan nya.
"Kita harus pergi, tempat ini sudah tidak aman lagi."
Bamm!
Baru saja Ye Chen dan Yue melangkah pergi, ledakan teredam tiba-tiba terdengar dari tengah-tengah kolam jiwa. Getarannya tidak terlalu kuat tapi jiwa Ye Chen dan Yue yang masih berada di area kolam jiwa sedikit bergetar.
"Kak Chen, apa itu?"
"Entahlah, mari kita lihat."
Dengan satu kali lompatan, Ye Chen mencapai pusat dari kolam jiwa. Kalau sebelumnya dia bahkan tidak bisa mendekati bagian terluar kini dia bahkan bisa melihat dengan jelas.
__ADS_1
"Yue, kamu tunggu di sini."
Ye Chen kembali melompat, di depannya kini terlihat sebuah batu berwarna putih bening yang diselimuti kabut berwarna putih susu. Getaran yang jiwanya rasakan berpuluh kali lipat.
"Apakah itu inti kolam jiwa?" gumam Ye Chen. Dia berusaha menekan tekanan yang dipancarkan oleh batu inti di depannya.
Apakah semua kolam jiwa memiliki batu inti? bagaimana cara mengambil batu itu?
Pertanyaan ini berputar di kepala Ye Chen, kalau saja batu inti itu bisa diambil maka dia tidak perlu repot-repot lagi untuk ber kultivasi di setiap sekte.
"Bisa, pasti bisa."
Ye Chen membulatkan tekadnya, pikiran sederhananya adalah menggunakan elemen yang selaras dengan elemen air untuk mengikatnya.
Batu inti itu berdengung pelan saat Ye Chen menyelimutinya dengan Qi yang mengandung elemen tanah dan seperti dugaannya, ternyata batu itu sangat mudah diambil dan jiwanya juga sama sekali tidak merasakan dampak apa-apa.
Itu terbukti berhasil meski hanya menggunakan sedikit elemen tanah.
"Bagus! kalau begitu saat nya mengunjungi kolam jiwa yang lain."
Ye Chen sangat senang, dia akhirnya tidak perlu lagi duduk di pinggir kolam jiwa setiap sekte.
Blarr!
__ADS_1
Kolam jiwa sekte Lautan air meledak, dampaknya menyebar luas sampai ke seluruh sekte.
"Apa yang terjadi?"
Patriark sekte Lautan Air buru-buru mengunjungi kolam jiwa, asal suara ledakan dari sana. Dia mulai panik karena sama sekali tidak dapat menemukan fluktuasi udara seperti sebelumnya.
"Patriark! kolam jiwa telah runtuh." Lapor seorang murid sekte.
"Sial! cepat cari pelakunya, tutup sekte dab bunyikan tanda bahaya!" seru patriark dengan murka.
Sementara itu Ye Chen dan Yue sudah berada di Kayu Langit dan sekte lainnya untuk memanen batu inti kolam jiwa di masing-masing sekte. Hanya saja saat berada di sekte Api Abadi, Ye Chen harus meminta izin terlebih dahulu pada patriark Su.
Ye Chen dan Yue sudah memahami arti elemen api jadi dia tidak terlalu menginginkannya lagi tapi patriark Su berkata lain, dia mengizinkan Ye Chen untuk mengambil nya.
Yamg jadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana berkultivasi menggunakan lima batu inti jiwa dari lima elemen. Tidak mungkin membuat kolam jiwa seperti sebelumnya dan lebih tidak mungkin lagi menggabungkannya menjadi satu atau lebih tepatnya Ye Chen tidak tau caranya.
"Kak Chen, bagaimana sekarang?"
"Kita kembali dulu ke aula pelatihan, aku rasa akan akan ada sesuatu yang menarik nanti."
Kediaman Keluarga Bai.
Laporan senior Bai tentang perselisihan antara Bai Feng dan sekte Lautan Air membuat kepala keluarga Bai sangat marah. Bai Feng adalah salah satu pilar keluarga Bai namun dia tewas begitu saja di sekte Lautan Air.
__ADS_1
"Siapkan semuanya, kita akan menyerang sekte Lautan Air." seru kepala keluarga Bai.