
Sesuai arahan Ye Chen, perahu terbang mula-mula harus perlahan untuk menghindari daya hantaman yang terlalu kuat dan juga gesekan pada perisai kapal. kecepatan perahu terbang akan terus ditingkatkan setelah melihat jalur yang aman.
Ye Chen berpikir, dan semua yang ada di atas perahu terbang, petir-petir itu tak mungkin datang secara bersamaan secara terus menerus. Dan dengan mengambil jeda di antara sambaran petir, maka perahu terbang setidaknya bisa menghindar.
Sayangnya perkiraan semua orang salah, memang petir-petir itu tidak turun secara bersamaan tapi petir itu turun tanpa jeda sedikitpun sehingga kemanapun perahu terbang pergi, hasilnya akan tetap sama. Mereka tidak akan pernah menemukan celah di antara hujan petir.
Ye Chen menggertakkan gigi, tanpa berhenti menjaga kekuatan perisai, Ia berseru kepada Pengrajin Mingdi. Tambah kecepatan sampai batas maksimal, kita harus keluar secepatnya."
Entah sudah berapa lama mereka di bawah tekanan hujan petir itu, saat berjalan sedikit lagi akhirnya petir itu mulai berkurang, petir yang turun pun tidak sebesar tadi. Tidak akan berpengaruh sama sekali.
"Bersiaplah, kau merasa mereka akan muncul."
Sesaat setelah Ye Chen memberi peringatan, dari depan muncul titik-titik hitam yang sangat banyak.
"Iblis empat lengan." gumam Ye Chen.
Iblis ini bentuknya hampir sama seperti manusia pada umumnya, tinggi tidak sampai dua meter bahkan ada yang tidak sampai satu meter, perbedaan mencolok adalah tangannya berjumlah empat. Dua lengan menjuntai panjang sampai kaki dan dua lengan yang normal.
Jenis ini mempunyai sedikit kesadaran sehingga cukup sulit di lawan dan jumlahnya sangat banyak. Mereka juga tidak mempan dari serangan api.
Tanpa menunggu mereka mendekat, Ye Chen mengangkat tangannya, membuat banyak kristal es yang tajam yang mengapung di atas perahu, lalu melemparnya langsung ke barisan iblis empat lengan.
Wuss...
kristal es melesat cepat, namun sebagiannya hancur terkena sambaran petir, sementara sebagian lain yang masih tetap meluncur berhasil membunuh mereka. Ye Chen mengulang lagi dan hasilnya tetap sama, tidak banyak yang bisa terbunuh karena dengan kecerdasannya, Iblis empat lengan bisa menghindar dan mengatur barusan dengan rapih di belakang petir.
__ADS_1
"Seperti yang aku duga, mereka bisa berpikir karena memiliki kesadaran. Satu lagi." gumam Ye Chen. Dan kali ini Ye Chen menyerang mereka dengan bola api tapi seperti yang Ye Chen tau, mereka kebal terhadap api.
"Tuan Ye, ini... bagaimana mungkin ada makhluk yang sekuat ini?"
Panglima Di dan Xiao Yun yang berada di depan bersama Ye Chen terperanjat, baru kali ini mereka melihat iblis empat lengan. Bukan saja jumlahnya yang mencapai ribuan, tapi juga kebal terhadap api ditambah lagi mereka cukup cerdik dengan bersembunyi dibalik petir.
"Gunakan Qi dingin untuk menyerang mereka. Nona Xiao, berapa banyak panah surgawi yang bisa kau tembakkan dalam satu waktu?"
"Lima, dan aku bisa bertahan selama satu jam secara terus menerus tanpa kehilangan fokus."
"Bagus, itu sudah cukup. Aku rasa panglima Du juga bisa menggunakan belati Qi setelah kamu berhenti."
Iblis empat lengan semakin mendekati perahu terbang, kini mereka mulai berpencar mengelilinginya kapal.
Hanya dalam waktu sekilas saja seluruh kapal telah dikepung oleh iblis empat lengan. Mereka terbang tepat di sisi perisai lalu...
Empat lengan besar memukul perisa kapal dengan keras, Iblis Empat Lengan seperti kerasukan, menghantam dengan sangat keras.
Lalu sebagai balasan, belasan anak panah dan Qi dingin keluar dari perahu terbang, membunuh mereka dengan mudah. Hanya saja, seratus yang tewas terbunuh maka seratus yang lain akan langsung datang dan tidak mungkin semua anak panah sekaligus terutama bagian bawah kapal, tempat yang tidak terjangkau oleh panah.
Ye Chen dengan kekuatannya yang sekarang sebetulnya bisa saja membunuh mereka semua sekaligus atau paling tidak bisa mengurangi jumlah mereka, hanya saja untuk melakukan itu, dia harus meninggalkan kapal dan kalau itu terjadi, perisai kapal terbang tidak akan bertahan lama menahan pukulan Iblis empat lengan.
Tapi Ye Chen tak punya pilihan lain, dia harus keluar. "Panglima Du, nona Xiao, bersiaplah!" serunya lalu tanpa menunggu respon mereka, Ye Chen melompat keluar dari perahu terbang dan melesat cepat sampai jauh ke depan.
Tidak lama kemudian perisai bagian belakang retak, ada lubang di sana. iblis empat lengan berebut untuk masuk sebelum perisai rekat kembali.
__ADS_1
Lima iblis empat lengan berhasil masuk namun mereka tak bisa berbuat banyak, begitu menginjakkan kaki di lantai kapal, kepala mereka langsung terpisah.
"Jangan lengah, mereka bisa masuk kapan saja." kata Giro setelah memenggal Iblis empat lengan terakhir.
Kemana Ye Chen pergi? ternyata Ye Chen ingin mengukur jarak yang harus ditempuh perahu terbang untuk keluar dari hujan petir. Dia harus memastikannya sendiri, selain itu dia ingin mencari kepala iblis empat lengan. Mereka ini adalah sebuah koloni, dan layaknya sebuah koloni, pasti memiliki seorang pemimpin atau ratu.
Posisi ratu telah Ye Chen kunci, sehingga Ia dengan cepat sudah berada di depannya.
Ratu iblis empat lengan menunjuk ke arah Ye Chen dan seketika semua iblis empat lengan yang ada disekitar Ratu bergegas ke arahnya namun sebuah tapak Qi dari langit menghempaskan mereka semua.
Ye Chen juga tak ingin membuang banyak waktu meladeni mereka, Ratu adalah targetnya. Ye Chen melompat ke udara, bergerak di antara petir dan mengirim tendangan yang seperti badai menyapu.
Lalu...
Jlebb...
Pedang es yang Ye Chen ciptakan menusuk kepala Ratu dari atas, belum cukup sampai disitu saja, Ye Chen kembali membuat banyak pedang es lainnya dan menusukkan nya ke seluruh tubuh rayu iblis empat lengan. Terakhir, Ye Chen memenggal kepala Ratu.
Ini penting, Ratu harus dipastikan tewas. Setidaknya itulah cara Ye Chen memastikannya tewas atau cara dia membunuh musuhnya.
Ratu telah tewas, ini dirasakan oleh semua Iblis empat lengan, mereka menjadi gila. Yang berada di dekat Ratu menyerang Ye Chen tanpa peduli mereka akan tewas. Sementara yang berada di perahu terbang makin beringas sehingga sebentar saja sudah terlihat ada retakan pada perisai di beberapa tempat.
Di saat inilah peran panglima Du dan Xiao Yun, seperti yang Ye Chen minta, mereka naik ke bagian perahu terbang paling atas dan melepaskan panah dan belati Qi tanpa jeda, ke semua retakan tempat iblis empat lengan masuk.
"Kakak Chen...! tolong!"
__ADS_1
Gu Xia yang panik karena kakinya ditarik salah satu iblis empat lengan berteriak keras. Bahkan Giro pun tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan nya, dia harus memilih untuk melindungi tiga gadis lainnya.
Pasukan seratus juga juga banyak yang sudah terluka sedangkan panglima Du dan Xiao Yun harus tetap fokus pada tugas nya, kalau tidak, akan lebih banyak lagi iblis empat lengan yang naik ke kapal.