
"Dimana ini...?"
Ye Chen yang masih merasa sedikit pusing menggoyangkan kepalanya, mencoba mengenali tempatnya sekarang berada. Sejauh mata memandang hanyalah hamparan putih salju, di kejauhan terlihat gunung-gunung berkilauan tertimpa sinar matahari.
Setelah menyesuaikan diri dengan suhu yang sangat dingin di sekitarnya, Ye Chen lalu berjalan, salah satu puncak gunung yang berkilau menarik perhatiannya. Yang tidak Ia sangka adalah perjalanan ini ternyata sangat sulit, bukan karena hawa dingin tapi jalannya seperti melambat seperti ada yang menekannya.
"Siaaal... gravitasi di sini semakin lama semakin kuat." gerutu Ye Chen setelah masuk makin dalam, mendekati puncak gunung. Ia bahkan melepas kekuatan energinya di tingkat Langit tinggi tapi masih belum bisa melawan kekuatan tekanannya.
Ye Chen menyerah, "Ternyata hanya bisa di sini saja." Hanya beberapa hari Ye Chen telah terbiasa dengan gravitasi di sini, sampai Ia berhasil mencapai puncak gunung yang tekanannya jail lebih besar.
"Ternyata tidak ada apa-apa di sini, "ucapnya kecewa, karena ternyata kilauan yang Ia lihat hanyalah pantulan cahaya dari es yang mengkristal di puncak gunung. "Yeah, paling tidak lumayan untuk melatih ketahanan fisik karena gravitasi." lanjutnya sambil merebahkan diri dan tidur.
Ketika bangun, Ye Chen mendapati dirinya berada dalam sebuah ruangan gelap. "Eh, dimana ini?" katanya sambil mencoba berdiri tapi tidak bisa karena tangan dan kakinya terikat, beruntung karena Cincinnya masih ada. Mungkin karena dianggap batu biasa berwarna hijau ataukah memang karena tidak menarik saja, Ye Chen juga tidak memiliki seperpun uang di sakunya.
"Anak muda, percuma saja kau melepas ikatan itu. apalagi dengan Qi yang tersegel." seorang pria tua yang juga terikat di sudut ruangan memperingatkan Ye Chen. "Lebih baik simpan tenagamu, aku liat kultivasimu cukup tinggi untuk pria seusiamu. Mereka pasti akan bersikap hati-hati"
Ye Chen merapatkan tubuhnya ke tembok dekatq dengan pria tua. "Pak tua, sebenarnya ini dimana dan siapa mereka ini?"
Pak tua mendesah, bukan menjawab, Ia malah bertanya darimana Ye Chen berasal lalu barkata, "Semua orang juga tau siapa mereka, yang dikurung di sini adalah orang-orang melanggar aturan dan pendatang."
Bingung dengan penjelasan orang tua di depannya, Ye Chen berkata bahwa memang benar Ia tidak berasal dari sini, lalu menceritakan tempat Ia pertama terdampar. "Aku sendiri tidak tau apa dan bagaimana bisa sampai di sini."
__ADS_1
Pak tua kaget. "Apa kau dari dunia bawah, dari alam rendah?" tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.
Apa alam bawah itu, apa benua tempatku itu adalah alam bawah? pikir Ye Chen. Dalam pengetahuannya, tak ada istilah alam bawah atau atau alam yang lain. yang Ia tahu hanyalah alam Langit atau alam surgawi seperti yang dulu gurunya ceritakan.
"Anak muda, dunia ini sangat luas. Banyak sekali hal yang masih menjadi misteri yang tidak semua orang tau. Nanti, kau akan tau sendiri jika sudah keluar dari sini."
"Lalu apa yang kita lakukan sekarang?"
"Tunggu saja, setelah semua beres, mereka akan melepaskan kita nanti. Setelah menerima hukuman tentunya." sambung pak tua lagi.
Namun Ye Chen berpikir lain, Ia tak mau berada di sini dan menunggu hukuman. "Percuma, dengan kekuatanmu yang sekarang, kau tidak akan bisa lari." pak tua ini seolah bisa membaca pikiran Ye Chen dan berusaha mengatakan agar tidak bertindak macam-macam.
Pintu terbuka, dua penjaga masuk dan membawa semua tahanan keluar, termasuk Ye Chen. Ternyata ruangan gelap tempat mereka ditahan terdapat sepuluh tahanan lain.
Satu persatu tawanan menjawab, ada yang tidak sengaja, ada yang terjebak. Intinya tidak ada yang sengaja masuk. Karena tidak mengerti, Ye Chen akhirnya memberikan jawaban yang sama, tidak sengaja melintas, namun Ia menambahkan kalau Ia ditangkap karena tertidur.
Seorang penjaga masuk lagi sehingga kini berjumlah tiga orang, tampaknya yang baru datang ini adalah penjaga. Ia memberikan pil penawar yang membuat tawanan kembali bisa menggunakan Qi.
"Kepala penjaga tingkat Langit tinggi, dua yang lain tingkat Langit tengah." ini akan sulit pikir Ye Chen yang tetap tenang.
"Kalian harus bekerja karena tidak bisa membayar denda." ucap kepala penjaga namun seorang tawanan membantah karena Ia bisa membayar tapi semua barangnya telah disita.
__ADS_1
"Berarti kau tidak bisa membayar!" bentak penjaga lalu menggiring mereka semua ke sebuah galian tambang sumber daya. "Denda kalian lima ratus keping emas, kalian harus bekerja selama tiga bulan penuh untuk melunasinya."
"Anak muda, ikuti saja. mereka terlalu kuat, kau akan mati sia-sia." kembali pak tua memperingatkan Ye Chen.
"Tapi pak tua, tiga bulan. Aku tak mau membuang waktuku di tempat ini." bantah Ye Chen yang terlihat mengumpulkan tenaga. Rencananya Ia akan menyerang kepala penjaga dengan kekuatan penuh dan menawannya.
Ye Chen akhirnya menurut saja sambil mencari informasi dan kesempatan untuk melarikan diri. Ternyata tempat ini adalah sebuah dimensi tempat menambang kristal roh yang sangat kaya. Dimensi ini telah menjadi tempat perebutan dari berbagai kekuasaan, utamanya dari alam atas.
Kristal roh sendiri selain kegunaannya sangat banyak, di antaranya adalah sebagai sumber daya kultivasi. kegunaan utamanya adalah sebagai alat tukar. Berbeda dengan alam tempat Ye Chen berasal yang alat tukarnya menggunakan kepingan emas dengan ukuran tertentu.
Pak tua yang sebelumnya ditawan adalah utusan dari salah satu sekte dari alam atas yang bertugas mencari informasi di dimensi ini. Tujuannya tentu saja untuk merebut tambang kristal roh.
"Kami hanyalah penambang liar di sini, nasib buruk sehingga kami tertangkap." cerita salah satu tawanan yang tertangkap.
"Lalu kenapa kau begitu yakin pak tua itu adalah utusan salah satu sekte?" tanya Ye Chen penasaran.
"Tuan muda, lihat saja kultivasinya, mana ada penambang liar yang tingkat kultivasinya di tingkat Langit puncak, dan coba perhatikan kerah bajunya, di sana ada lambang daun teratai. Selain sekte teratai, tak akan ada yang berani memakainya."
"Apakah para penjaga itu tidak tau, bukankah akan sangat berbahaya jika Ia bisa lolos dari sini." tanya Ye Chen lagi.
"Tuan muda, jangan terlalu naif. Semua yang sudah tertangkap tidak akan pernah bisa kembali lagi."
__ADS_1
Ye Chen mengangguk mengerti, ternyata begitu. Tertangkap di sini adalah akhir dari hidup, menambang kristal roh bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Begitu masuk ke area tambang, Qi para pekerja pelan-pelan akan terurai sehingga lama-kelamaan akan lemah dengan sendirinya. Jadi para pekerja di sini bukan mati dibunuh tapi mati lelah.
Tak ada jalan lain selain melawan kalau tidak ingin mati konyol. Ye Chen juga merasa Qi nya perlahan mulai menipis karena ikut terserap. Sampai akhirnya Ia tersenyum karena mendapat sebuah ide untuk melarikan diri.