Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Misi Rendahan


__ADS_3

Sesuai perintah senior, ketua lalu memanggil seseorang untuk menemani Ye Chen dan pelayan yang pertama itulah yang terpilih. Namun saat mengantarnya, sudah ada seseorang yang menemaninya.


"Ruoyi...? kenapa kau di sini?"


Ternyata yang menemani Ye Chen adalah Ruoyi, salah satu murid akademi yang juga mengambil tugas di divisi informasi jika tidak sedang mengambil misi atau tidak sedang sibuk. Ruoyi sendiri adalah murid dalam, menjadi salah satu primadona di akademi karena kecantikannya.


Usianya sebaya dengan Lin Yungtao, dua puluh lima tahun dan tingkat kultivasinya masih di tingkat Surgawi tahap menengah, satu tahap di atas puteri Jia.


"Oh ketua, aku baru kembali dan bertemu kenalanku di sini." katanya dengan riang. Nah kenalkan, ini saudara Chen, dan saudara Chen, ini adalah ketua di divisi informasi."


Ye Chen hanya melihat saja ketika ketua mengangguk, sama sekali tidak menanggapinya. "Apa ketua sudah mengenal saudara Chen? atau anda yang akan menemani?" kata Ruoyi lagi.


"Oh tidak, tidak. Tentu saja tidak. Nah aku pergi, banyak laporan yang harus kuselesaikan." sahut ketua dengan cepat, Ia bahkan lupa kalau sedang mengantar pelayan tadi dan langsung pergi.


Ruoyi mengalihkan pandangannya ke arah Ye Chen, ada sesuatu yang salah, pikirnya. Namun Ye Chen hanya diam sehingga Ia mengalihkan lagi pandangannya ke pelayan tadi.


"Baiklah, kau boleh pergi." Ruoyi menyuruh pelayan itu pergi, tadi Ia menarik tangannya pergi dari sana untuk meminta penjelasan.


"Kau memang hebat saudara Chen, ketua saja tidak berkutik di hadapanmu." puji Ruoyi ketika bersama Ye Chen lagi.


"Apanya yang hebat, biasa saja, memang aku tidak bersalah." bantah Ye Chen.


"Baiklah, baiklah... nah ceritakan, kenapa kau sampai di sini dan kenapa kau tidak datang berkunjung ketempatku?"


"Tidak apa-apa aku hanya malas saja." jawab Ye Chen acuh. Bukan tidak peduli tapi memang Ia memang belum ada rencana kesana sebelum Lin Yungtao masuk akademi.


"Lalu apa yang kau cari di sini?"

__ADS_1


"Aku hanya melihat-lihat saja, siapa tau ada menarik." sahut Ye Chen sambil terus mencari informasi di papan dinding.


"Informasi di sini kebanyakan hanya informasi biasa saja. Nah coba lihat ini." kata Ruoyi. Ia mengajak Ye Chen melihat dinding lain, di sana terdapat misi-misi kecil yang biasa ditempel oleh masyarakat umum, berharap ada yang yang menyelesaikannya.


"Ini misi kecil, siapapun boleh mengambilnya. Murid-murid akademi yang rendah juga bisa mengambilnya dengan catatan harus didampingi murid dalam dan waktunya paling lama adalah tiga hari, selesai atau tidak harus oulang."


"Oh aku pikir hanya murid dalam yang bisa mengambil misi."


"Tidak juga, tapi hanya murid dalam yang boleh mengambil misi sulit dan waktunya tidak terbatas kecuali murid dalam itu menyerah." jelas Ruoyi.


"Kau lihat pelayan tadi?" Ye mengangguk. "Dia itu murid luar, dia sering kesini untuk menjalankan misi-misi kecil dibantu oleh empat pria tapi aneh sekali empat pria itu dari tadi tidak kelihatan."


Ye Chen terdiam, ternyata mereka satu kelompok, pikirnya. "Yang memberi misi adalah orang umum, jika berhasil, orang itu membayar sesuai yang tertera di sini kepada divisi informasi dan murid yang berhasil menyelesaikannya mendapat poin."


Ye Chen kini mengerti, cukup bagus juga pengaturan di akademi ini, pikirnya sambil terus melihat-lihat papan misi. Tiba-tiba perhatiannya tertuju pada satu misi, mencari lubang hitam. "Nona Ruoyi, kenapa misi ini ada di sini?"


Ruoyi melihat misi yang ditunjuk Ye Chen, "Oh itu misi mencari lubang hitam, misi kecil. Cukup temukan, tandai dan pulang. Hanya itu."


"Ada beberapa misi yang seperti itu, kalau sudah ditandai, misi itu akan dipindah ke tingkat dua dan dijadikan misi khusus. Kalau tidak salah, pelayan itu sering mengambil misi seperti itu."


Ye Chen penasaran, apakah segampang itu mencari lubang hitam. Ia sendiri sulit menentukan letaknya.


"Hihihi kenapa kau jadi aneh begitu...?" kata Ruoyi ketika melihat reaksi Ye Chen.


Lubang hitam memang sering muncul di alam langit, selalu berpindah-pindah dan cukup sulit untuk ditemukan. Murid yang mengambil misi ini akan dibekali sebuah token, jika ditemukan maka cukup melempar token tersebut dan lubang hitam itu tidak akan pindah lagi. Token itu sekaligus menyegelnya dan hanya orang akademi saja yang bisa membukanya.


Lubang hitam itu bisa sebuah dimensi atau bisa juga portal atau mungkin hanya sebuah lubang hitam biasa. Makanya itu menjadi misi khusus untuk mengetahui jenis dari lubang hitam.

__ADS_1


Kalau ternyata itu adalah sebuah dimensi, pihak akademi akan membukanya untuk para murid untuk mengambil keuntungan dari sana.


Ye Chen dengan sabar mendengarkan penjelasan Ruoyi, "Untuk misi ini, murid luar tidak perlu pendamping karena sama sekali tidak berbahaya."


"Saudara Chen, aku harus melapor dulu. Akan kupanggilkan pelayan tadi untuk menemanimu sebentar." kata Ruoyi lagi.


Tak lama kemudian Ia muncul lagi dengan membawa sebuah token di tangannya, "Saudara Chen, aku mengambil misi, mencari lubang hitam. Apa kau mau ikut." Ye Chen tentu saja tidak menolak ajakan ini.


Sebelum pergi, Ruoyi bertanya pada pelayan tadi. "Apa kau mau ikut?" tanyanya, Ia agak risih juga mengambil misi rendahan seperti ini. "Tidak senior, aku juga sudah mengambil misi yang sama."


Malam harinya, misi itu sudah selesai. Sebetulnya Ye Chen ingin memeriksa lubang hitam itu tapi disitu masih ada Ruoyi.


"Nona, kenapa kau mengambil misi itu?" Ye Chen.


"Mau bagaimana lagi, jujur saja aku hanya ingin keluar dan mengajakmu kerumah. Rasanya tidak enak kalau belum menjamumu, sekedar membalas hutang budi."


Ye Chen tak menolak ketika di ajak bermalam di rumah Ruoyi, "Saudara Chen, ini kamarmu, sayang sekali ayah tidak ada, mungkin lusa baru kembali."


Keesokan harinya, Ruoyi mengajak Ye Chen berkeliling. Ia benar-benar melayani Ye Chen dengan sangat baik. Mulai dari membuatkan sarapan sampai menyuruhnya mengambil apa saja yang ada di toko keluarganya.


Hari ketiga, hari terakhir untuk Ruoyi harus kembali ke akademi. Pagi itu dia berdandan cantik sekali, pakaian putih yang ringkas dibungkus dengan jubah biru tipis membuatnya tampak anggun.


"Hari ini kau sangat cantik nona." puji Ye Chen tulus.


"Benarkah?" kata Ruoyi malu-malu, mukanya memerah karena pujian Ye Chen.


"Saudara Chen, sore nanti aku akan kembali ke akademi, itu artinya ini hari terakhir aku bersamamu. karena kau tidak mau memilih barang yang kau suka maka akau akan mengajakmu ke gudang penyimpanan."

__ADS_1


Ye Chen terkesiap melihat banyak sekali sumber daya di gudang keluarga Ruo, mulai dari herbal sampai kristal-kristal yang memiliki aura energi yang kuat.


"Ayah sudah memberi izin, tolong ambil saja jika ada yang menarik." kata Ruoyi sedikit memohon.


__ADS_2