
Popularitas Yue di antara murid dalam dan murid inti adalah sesuatu yang Ye Chen tidak tau dan hampir semua murid laki-laki mengharapkan perhatian lebih darinya namun, ketika mendengar Yue bertemu dan berlatih bersama Ye Chen, seorang murid terluar, harapan ini menjadi iri dan rasa tidak puas pun muncul.
Mungkin mereka akan menerimanya kalau itu salah satu di antara mereka, tapi ini murid terluar, murid yang bahkan tidak tinggal di dalam sekte. Benar-benar membuat hati dan kepala menjadi panas.
Sejak saat itu, hampir semua murid-murid ini mengincar Ye Chen. Lalu, kesempatan itu akhirnya datang.
Ye Chen tertegun saat satu kelompok murid dalam yang berjumlah dua puluh orang menghadang jalannya. Jawaban yang Ye Chen berikan saat mereka bertanya tentang hubungannya dengan Yue akhirnya membuat pertikaian tidak dapat dihindarkan lagi.
"Jangan mimpi! kawan-kawan, serang dia agar dia tau dimana tempatnya berada."
"Kalian serius?" tanya Ye Chen.
"Lagipula ini termasuk ujian juga kan? kalau kau keluar dari sini berarti pesaingnya juga menjadi berkurang."
Dua puluh orang murid itu bergerak mengepung Ye Chen dari segala arah, tak memberikan celah sedikit pun untuk Ye Chen kabur atau melarikan diri. Sayangnya mereka salah kalau berpikir seperti itu, Ye Chen tidak akan mungkin kabur.
Beberapa pilar api mulai terbentuk, seperti Yang Ru, sebagian besar murid inti juga bisa menggunakan teknik ini meskipun tidak sekuat Yang Ru tapi karena dilakukan oleh banyak orang maka pilar yang ada lebih banyak dan lebih kuat dari sebelumnya.
Dengan segera, Ye Chen terkurung dalam puluhan pilar api.
__ADS_1
"Sayang sekali ada larangan membunuh." ujar Ye Chen sambil menghindari setiap setiap serangan dari para pengepung nya. "hm, atau... ya, aku rasa teknik yang satu itu layak dicoba." sambungnya lagi di tengah pertempuran.
"Sial! jangan menghindar terus, kalau berani Terima pukulanku."
"Senior, aku akan menyerang nya dari belakang."
"Baik."
"Saudara yang lain, siapkan gelombang serangan kedua."
"Baik."
"Lihat! di sana ada pertempuran."
"Senior! apa yang terjadi?"
Fluktuasi udara dari pertempuran itu membawa dampak lain, ini sangat terasa bahkan dari jauh sehingga menarik perhatian peserta lain. Secara perlahan, peserta lain mulai berdatangan.
"Jangan diam saja, bantu kami menangkap orang ini." teriak salah satu murid yang mengepung Ye Chen.
__ADS_1
Seruan ini langsung ditanggapi dengan anggukan, tentu saja karena mereka sudah mengenal satu sama lain sedangkan tak seorang pun yang mengenal Ye Chen.
Sementara itu Ye Chen yang masih sibuk memilih teknik yang akan Ia gunakan tidak menyadari bahwa musuhnya kian lama kian bertambah, sampai pada saat ujung lengan bajunya terbakar.
"Itu dia! aku rasa itu yang paling cocok." seru Ye Chen setelah memutuskan teknik yang akan Ia gunakan. "Eh, kalian ini... " ucapnya lagi ketika ujung lengan bajunya terbakar.
"Teknik Cambuk Api Kesengsaraan."
Ye Chen melambai pergelangan tangannya dengan lembut, lalu benang api tipis mulai terbentuk dan seiring dengan lambaian tangannya, benang tipis itu perlahan membesar dan semakin panjang.
Cambuk yang terbuat dari benang api di tangan Ye Chen mulai memakan korban pertama, dia adalah murid yang sejak awal bertindak sebagai pemimpin yang lain.
Cambuk api ini seperti punya mata, kemana saja ujung cambuk pergi, pasti di sana ada salah satu musuh yang tercambuk. Hebatnya lagi, dengan hanya menyentak sedikit maka benang api akan terlepas dan langsung mengikat lawan.
"Lepaskan! kau akan dihukum sekte kalau membunuh."
"Aku tau, tenang saja aku tak akan membunuh kalian tapi kalau kalian mati sendiri ya itu bukan salahku."
"Oh ya jangan terlalu banyak bergerak dan melawan, atau lilitan benang api ini akan semakin kuat."
__ADS_1