Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Pasukan Inti Desa Ye


__ADS_3

Xiao Yun keluar dari kamar Ye Chen, Ia hanya menggeleng pelan saat ketua Song bertanya apakah Ia sudah bangun.


Dari pagi sampai malam Ye Chen memang ikut berpesta bersama yang lain. Masalahnya, ini baru pertama kalinya Ia minum-minum arak, mabuk sampai pagi.


Siang hari Ye Chen terbangun dari tidurnya. Sebenarnya bisa saja Ia bangun lebih awal, arak tidak akan berpengaruh banyak padanya, tapi Ia memang suka tidur selain suka makan juga. dua hal ini bagi seorang kultivator bukanlah masalah.


Seorang kultivator bisa saja tidak tidur dan makan dalam waktu yang cukup lama.


"Halo nona Xiao." Sapa Ye Chen saat bertemu Xiao Yun.


"Anda bangun juga akhirnya, dari pagi ketua Song menunggu anda, katanya ada dua orang penempa saat mendata penduduk." Ucap Xiao Yun.


"Oh bagus," Ye Chen berkata senang. "Ayo kita temui ketua Song." Ajak Ye Chen.


"Aku tidak ikut, anda saja yang pergi, aku harus menemani ibuku."


Saat bertemu ketua Song, Ye Chen bertanya mengenai penempa ini dan memang betul ada dua orang penempa, tapi bukan penempa senjata. Mereka hanya penempa biasa.


Penempa ini hanya bisa menempa alat-alat dapur ataupun alat pertanian biasa.


Alat untuk menebang pohon, membersihkan rumput dan lain-lain yang biasa di pakai sehari-hari.


"Tidak masalah, dengan begini kita bisa memproduksinya sendiri. Lalu apa yang mereka butuhkan untuk menempa, apa anda tau?" Ucap Ye Chen sambil bertanya kebutuhan untuk menempa.


"Tidak ada, mereka akan membuatnya sendiri di sini." Jawab ketua Song.


Masalah selesai, pikir Ye Chen. Ia lalu minta bertemu dengan mereka.


Dalam pertemuan ini, mereka meminta tempat sendiri untuk menempa dan Ye Chen memberikan bekas pemukiman sekte untuk jadi wilayah penempa.


Awalnya mereka meragukan bahan untuk menempa, karena untuk membuat alat-alat dengan kualitas bagus, membutuhkan bahan yang bagus dan tentu saja banyak.


"Jangan kuatirkan masalah sumber daya untuk menempa, katakan saja apa dan berapa banyak yang anda butuhkan, aku akan menyediakannya." Kata Ye Chen dengan penuh keyakinan.


Pertemuan selesai, penempa minta undur diri melihat pemukiman tempat mereka akan menempa ditemani Qin Gang.


"Kakek Song, dalam waktu dekat ini aku akan pergi ke benua Timur seperti yang dulu aku katakan." Kata Ye Chen saat berdua saja dengan ketua Song.


"Aku mengerti, urusan desa serahkan saja padaku, tenang saja tidak usah kuatir."


Sebulan ini Ye Chen tampak sibuk, hanya sesekali Ia terlihat di aula pertemuan.


Hari-harinya Ia habiskan untuk membuat formasi segel pelindung desa dan memperbarui segel pelindung bukit menggunakan kristal bening.


Tambang desa sudah tidak Ye Chen perbarui lagi karena waktu dibuat dulu, segelnya sudah menggunakan kristal bening.


Hari kepergian Ye Chen telah tiba, semua telah hair di aula pertemuan.


"Ketua Song dan semua saudaraku, besok aku akan berangkat ke benua Timur. Untuk yang bertugas mencari hewan ternak, kita bisa berangkat bersama jadi bersiaplah." Kata Ye Chen memulai rapat.


Ia juga menjelaskan semua tentang apa yang Ia lakukan selama sebulan ini.


Ye Chen memberikan token baru kepada ketua Song untuk dibagikan kepada semua yang hadir, token ini dipakai untuk naik ke bukit dan masuk ke area tambang.


Ruang teleportasi di salah satu aula kultivator tidak Ye Chen bongkar, Ia membuat lebih banyak token teleportasi untuk digunakan jika ada keadaan darurat. Tapi penggunannya hanya sekitar seratus kilometer dari desa.


Segel desa telah dibuat menutupi seluruh desa, Ter masuk area tambang. Jadi selain disegel terpisah, tambang ini juga masuk segel area desa.


Bukan tambang saja yang Ye Chen segel terpisah. Bukit Ye, gedung alkemis dan gedung kultivator termasuk yang di segel terpisah.


Ye Chen benar-benar memikirkan semuanya, Ia membuat segel di dalam segel formasi. Sekadar berjaga-jaga bila sesuatu terjadi. Terutama bukit Ye, di sana selain pondoknya, juga terdapat kebun tanaman herbal milik desa.


Tanaman herbal ini hanya nona Ong dan Xiao Yun saja yang bisa masuk, karena token milik nya berbeda.


Untuk tambang desa, Ye Chen membuat peraturan tidak boleh sembarang orang yang bisa masuk.


sumber daya yang sudah di tambang sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan desa, kecuali nanti sudah ada penempa senjata, baru akan dicari pekerja tambang.


Jadi semua token yang sekarang ada ditangan ketua Song, Qin Gang dan 10 rekannya, serta semua kelompok alkemis bisa dipakai untuk mengakses semua segel aray.

__ADS_1


Terakhir, Ye Chen memberikan pil kultivasi Langit dan Bumi masing-masing lima puluh untuk setiap tahap, untuk dipakai oleh siapa saja yang memenuhi syarat.


Kultivator desa Ye harus kuat, dan khusus untuk yang ingin berkultivasi, Ye Chen telah menyediakan satu tempat khusus di bukit.


Tempat ini Ye Chen buat dengan mantra formasi yang menarik Qi dari alam sehingga kepadatan energinya tiga - empat kali lipat dibanding semua tempat yang ada di desa.


Setiap orang akan bergilir untuk berkultivasi di sana, dan tentu saja harus di antar oleh salah satu anggota inti desa.


Semua yang hadir merasa takjub dengan apa yang di lakukan Ye Chen, bahkan ketua Song yang notabene adalah mantan seorang patriark salah satu klan besar tidak akan bisa berbuat sejauh ini.


Meskipun mereka tak pernah meragukan kemampuan Ye Chen tapi tetap saja rasa kagum itu terpancar dari wajah mereka mendengar penuturan Ye Chen.


"Sudahlah.. tak perlu terpesona begitu, aku tau aku ini hebat. Yeah, namanya juga pemimpin, ya pasti hebatlah... hahaha...!!" Ye Chen tertawa dengan rasa bangga.


Seketika kekaguman itu hancur berkeping-keping


"Lalu bagaimana dengan penempa itu? bagaimana jika mereka membutuhkan sumber daya untuk menempa? Tanya Qi Gang.


"Bawakan saja mereka bijih besi, aku rasa itu sudah cukup." Jawab Ye Chen.


"Tuan muda, lalu bagaimana dengan penduduk desa, tidak mungkin kan tiba-tiba pemimpin mereka menghilang begitu saja?" Tanya Qin Gang lagi.


"Itulah sebabnya kenapa aku akan pergi bersama utusan yang bertugas mencari hewan ternak dan benih tanaman." Jawab Ye Chen tersenyum.


Oh rupanya begitu, masuk akal sekali pikir semua orang sambil mengangguk-angguk puas.


Setelah semua beres dan semua membubarkan diri, Ye Chen yang hanya berdua saja dengan ketua Song berkata.


"Kakek Song ini gulungan tehnik Tarian Pedang dan Tapak Jiwa yang selama ini menjadi tehnik andalanku, pelajarilah dan ajarkan kepada semua kultivator desa."


"Ini... apakah tidak apa-apa, dan bukankah syarat dari tehnik ini harus menggunakan kekuatan jiwa untuk mengontrolnya?" Tanya ketua Song yang merasa senang sekaligus sedih, sedangkan dia saja tidak bisa menggunakan kekuatan jiwa apalagi kultivator-kultivator itu.


"Tenang saja, tehnik itu sudah kugubah menjadi tehnik tanpa menggunakan kekuatan jiwa. Meskipun sedikit menurun tapi tehnik ini daya serangnya masih cukup kuat," jelas Ye Chen. "Buka dan lihatlah. Aku ingin semuanya bisa mempelajari tehnik ini, sebagai tehnik desa kita selain langkah angin."


Ketua Song kemudian membuka dua gulungan tehnik ini dan merasa sangat puas.


Dengan begini kekuatan desa akan semakin meningkat, pikirnya.


Hari keberangkatanpun tiba, Ye Chen ditemani Sun Yi, Sun Li dan ditambah lima belas orang dari kultivator desa.


Rencananya adalah Sun Yi akan pulang duluan bersama lima belas kultivator mengantar hewan ternak yang akan mereka beli di desa terdekat. Sementara Ye Chen dan Sun Li akan melanjutkan perjalanan sampai ke kota yang besar karena bibit tanaman yang baik dijual di sana.


Rombongan di antar ketua Song dan yang lain sampai di gerbang desa, hanya Xiao Yun yang tidak terlihat mengantar.


"Hati-hati di jalan tuan muda.. " Kata bibi Xiao yang berdiri disamping ketua Song.


"Baik bi, terimakasih.. Kalian tampak serasi sekali jika berdiri berdampingan begitu hehe.." Ye Chen menjawab dengan sedikit penakanan pada nada bicaranya.


"Ketua Song jangan lupa, pergilah kekamarku di pondok atas bukit. Anda pasti senang."


Setelah berbincang sebentar, Ye Chen dan rombongannya berangkat.


Mereka hanya berjalan diam sampai keluar dari kawasan desa.


Di sebuah pelataran hutan, jauh dari desa, Ye Chen mengernyit kecil. Ia berhenti berjalan dan berbalik.


"Masih belum mau keluar juga, apakah perlu pedangku yang menjemputmu?" Kata Ye Chen sambil menatap lurus ke depan.


Sreek... sreek...


Terdengar suara belukar disibak, dari sana muncul Xiao Yun sambil senyum-senyum.


"Tuan muda.." Sapanya begitu mendekat.


"Hais kau ini, apakah bibi mengijinkanmu pergi? perjalanan ini bukan satu atau dua bulan, kau tau?" Ye Chen berkata santai saja, Ia dari awal memang sudah tau Xiao Yun mengikutinya.


Dia tidak melarang, kalau mau ya ikut saja pikirnya tanpa beban.


"Tenang saja, Ibu bahkan sangat setuju. Aku bisa menjaga tuan muda dari godaan siluman-siluman betina di luar sana hehe."

__ADS_1


"Karena kau sudah di sini, biarlah kau ikut saja," ucap Ye Chen sambil memanggil dengan Xiao Yun dengan tangannya. "Kembalilah dulu, bawa dan serahkan ini pada nona Ong, aku kuatir Ia kerepotan karena pergi." Lanjut Chen menyerahkan kristal bening kepada Xiao Yun.


Kristal ini adalah token untuk naik ke bukit, ke kebun tanaman herbal.


Sebelumnya hanya nona Ong dan Xiao Yun yang mendapat token akses ke kebun, dengan perginya Xiao Yun maka hanya ada nona Ong yang akan mengurus kebun herbal.


Dengan kristal baru ini, nona Ong bisa mengatur siapa saja yang nanti mengurus kebun.


Mendengar ini, Xiao Yun sangat bersemangat, Ia lalu mengambil kristal di tangan Ye Chen dan berlari pulang.


"langkah Angin Kedua.."


Tak ingin membuang-buang waktu, Xiao Yun melesat cepat dengan tehnik langkah angin.


"Ayo jalan." Ajak Ye Chen kepada rombongannya.


"Tapi bagaimana dengan nona Ong tuan muda, nanti Ia bisa tersesat tidak menemukan kita." Tanya Song Yi, sedikit kuatir.


"Tak usah pedulikan dia, kalau tersesat ya itu resiko dia, siapa suruh mau ikut."


Rombongan kecil ini lalu melanjutkan perjalanan kembali.


Sejak tinggal di desa, Xiao Yun memang tidak pernah keluar lagi. Desa Ye bisa dibilang desa tersembunyi, jalan menuju desa hanya sedikit dan itupun hanya jalan setapak yang kecil saja.


Xiao Yun harus benar-benar teliti memilih jalan jika tidak ingin terpisah jauh dari rombongan Ye Chen.


Sementara Sun Yi dan saudaranya tentu saja paham jalan-jalan ini. Karena tugasnya di desa adalah menjadi penyidik, mereka seringkali pergi jauh dari desa menyelidiki orang-orang yang berjalan ke arah desa dan membunuh yang berpotensi mengganggu desa.


Alasan ini jugalah maka mereka dipilih untuk keluar sekarang ini.


Suatu hari mereka berhenti di sebuah tanah yang agak lapang dan memutuskan bermalam di sini.


"Sun Yi dan kau Sun Li, sampai sejauh mana tehnik langkah angin kalian kuasai?" Tanya Ye Chen yang berniat melatih dan meningkatkan kekuatan dua orang ini.


"Hanya sampai langkah kedua tuan, itupun belum sempurna. Entah kenapa nafas ini serasa sesak saat memakai tingkat kedua." Jawab Sun Yi yang di iyakan Sun Li.


"Bagaimana dengan mereka semua?" Tanya Ye Chen lagi menunjuk pada kultivator yang menemani perjalanan mereka.


"Mereka hanya di tahap pertama saja, itupun kecepatannya tidak seberapa. Tidak bisa mengeluarkan potensi langkah angin secara maksimal." Jawab Sun Yi lagi.


Ye Chen kemudian memutuskan untuk istirahat beberapa hari dan melatih mereka tehnik langkah angin, dan berpesan kalau besok kita akan berlatih di sini.


"Kalian berdua, serang aku. Gunakan langkah angin kedua sampai batas maksimal dan jangan menahan diri. Keluarkan semua kemampuan kalian." Ucap Ye Chen.


Mulailah mereka bergerak dengan cepat di kelilingi anggota kultivator.


Sesuai arahan Ye Chen, Sun Yi dan Sun Li tidak menahan diri sampai mencapai batas.


"Tarik nafas setengah saat akan bergerak, dan tarik nafas full di dua gerakan selanjutnya," Ucap Ye Chen memeberi arahan. "Sun Li tahan nafasmu dan kau Sun Yi gerakan sikumu ini seharusnya kau lakukan setelah mengambil nafas."


"Hei kalian! sekarang giliran kalian, serang aku." Teriak Ye Chen pada kultivator yang mengelilingi mereka.


Sun Yi dan Sun Li memisahkan diri untuk berlatih tanding.


Demikianlah, hari-hari yang Ye Chen lalui di tempat ini hanyalah melatih rombongannya. Memberikan petunjuk-petunjuk tehnik langkah angin.


Siangnya mereka berlatih tanding dan malamnya mereka berlatih mengumpulkan Qi.


Kelak mereka ini akan menjadi pasukan inti atau pasukan bayangan pelindung desa yang di pimpin oleh Sun Li.


Tehnik langkah angin yang Ye Chen ajarkan ini, di sesuaikan dengan gerak dan gaya bertarung dari masing-masing mereka.


Tapak jiwa dan tarian pedang juga wajib dikuasai dan dengan bimbingan langsung dari Ye Chen kekuatan mereka jauh meningkat.


"Bagus.. nah betul begitu, Sun Yi tambah kecepatanmu, Sun Li jangan kurangi kecepatan saat melompat. ok hari ini cukup sampai." Ucap Ye Chen sambil memandang langit.


Malam hari ini kebetulan bulan purnama bersinar lembut, rembulan sudah sejak sore menampakkan diri dengan anggun. Ye Chen bersiap menyerap energi rembulan seperti biasa.


"Eh apa yang kalian lakukan?" Ye Chen bertanya ketika melihat semua ikut duduk bertelanjang dada. "Oh kalian ingin ikut menyerap energi purnama? baiklah.."

__ADS_1


Wuss...


Ye Chen berdiri dan memasang segel pelindung, tak mau mengambil resiko ada yang mengganggu karena tidak ada yang menjaga. Semua ikut duduk.


__ADS_2