
"Sudahlah, semua telah terjadi. Kita hanya bisa berharap kepada mereka."
Wakil pimpinan akhirnya membuka suara lagi tapi kali ini sikapnya tidak seperti tadi.
Lalu mau bagaimana lagi? tidak mungkin mereka akan menghukum Ye Chen dan Yue. Lagipula sekte mungkin bisa memulihkan satu atau dua murid yang terluka tapi itu akan sangat sulit dan butuh banyak sumber daya, lagipula mengirim murid yang baru pulih bukan merupakan pilihan yang tepat.
"Wakil pimpinan, lalu bagaimana anda menyelesaikan masalah yang terjadi? aku yakin para murid ingin meminta keadilan."
"Keadilan?"
Ye Chen yang sudah sedikit tidak sabar membantah ucapan tetua itu, namun tetua itu malah membentaknya.
"Diam! bukan tempatmu untuk berbicara."
"Hahaha jadi maksudmu kalian memanggilku kesini hanya untuk disalahkan?" ucap Ye Chen lagi, nadanya sudah tidak menghormat lagi.
Untungnya di sana ada ketua Bong, dia berbisik pelan kepada Ye Chen agar sedikit bersabar. "Senior, biar aku yang mengurusnya."
Tapi sebelum ketua Bong berbicara, wakil pimpinan kembali berkata.
"Tetua Bai, sudah diputuskan, Ye Chen dan Yue akan mewakili sekte sesuai aturan. Jangan membuat masalah lebih rumit lagi."
"Ye Chen dan Yue, kalian istirahat lah, seminggu dari sekarang kita akan pergi ke tempat pertemuan lima sekte. Pertemuan hari ini selesai sampai di sini."
"Ketua Bong, tadi aku dengar wakil pimpinan menyebut tetua Bai, siapa orang ini?" tanya Ye Chen saat aula itu tersisa mereka bertiga saja, yang lain sudah membubarkan diri.
"Apa anda mengenalnya?"
__ADS_1
Tanya ketua Bong, merasa agak heran dengan pertanyaan Ye Chen ini.
"Kak Chen, apa kamu ingat Baiyun? tetua Bai itu adalah salah satu leluhur keluarga Bai yang ada di sini."
"Apa yang terjadi?" ketua Bong melirik Yue, pernyataan Yue barusan menunjukkan ada hubungan antara Ye Chen dan tetua Bai.
"Begini, waktu kami masih di alam Phoenix ... "
Yue kemudian menjelaskan keadaan waktu itu, waktu dimana ada perseteruan antara Ye Chen dan Bai Yun yang mengakibatkan tewasnya Baiyun.
Ketua Bong mengangguk pelan, "Pantas saja tetua Bai seperti menargetkan senior, rupanya ada kejadian seperti itu. Senior, keluarga Bai cukup kuat, meskipun aku sendiri belum pernah bertemu langsung dengan kepala keluarga mereka tapi ada desas desus kalau orang terkuat yang melindungi keluarga Bai ada di tanah Dewa Raja."
"Ini menarik." gumam Ye Chen,
"Hais senior, jangan main-main, aku tau anda bisa mengatasinya tapi keluarga Bai benar-benar tidak boleh dianggap enteng, lagipula keseimbangan akan goyah jika terjadi sesuatu dengan keluarga Bai."
"Yue, beritahu senior Ye. Hais... "
Ketua Bong hampir putus asa membujuk Ye Chen, dia meminta Yue untuk Ye Chen.
"Aku mengikuti semua yang keputusan kakak Chen hehe." sahut Yue dengan tenang.
"Baiklah, baiklah, kalian memang serasi. Ayo kita pulang dulu."
Sesaat kemudian, mereka bertiga pun pergi dari aula pertemuan. Tujuan mereka sekarang adalah rumah khusus yang disiapkan oleh sekte sebagai tempat bagi wakil sekte nanti.
Namun, Ye Chen menolak nya, dia merasa lebih nyaman tetap tinggal di rumahnya yang lama di bagian murid terluar dan tentu saja Yue pun mengikuti Ye Chen kesana.
__ADS_1
"Kakak Chen, ayo jalan."
Yue masih sempat mengingat kan Ye Chen untuk terus berjalan ketika melihatnya berhenti dan melihat kembali ke dalam aula.
Di dalam aula pertemuan.
"Patriark, anda sudah keluar?"
"Ya. Tetua Sung, anak ini tidak biasa. Aku melihat ada harapan sekaligus kematian yang mengikuti nya."
"Patriark, dia adalah Ye Chen, murid terluar sekte yang baru pada penerimaan murid belum lama ini."
"Apa kau tau? dua seperti nya menyadari kehadiranku."
"Mustahil."
Memang benar, ketika berjalan cukup jauh, Ye Chen tiba-tiba menyadari ada sedikit fluktuasi energi yang sangat kuat hadir di dalam aula pertemuan.
Dia adalah patriark sekte Api Abadi, yang hari itu menyelesaikan pengasingannya dan langsung muncul di aula.
Wakil pimpinan sendiri sangat mengenal kemampuan patriark, itulah kenapa Ia tidak percaya jika Ye Chen bisa merasakan kehadirannya.
"Kau juga berlatihlah, aku tidak keluar karena kebetulan. Firasatku mengatakan akan ada sesuatu yang akan terjadi. Bagaimana persiapan sekte yang lain? apakah dimensi itu sudah menampakkan diri?"
"Patriark, maksud anda, akan ada sebuah pertempuran besar?"
"Aku tidak yakin tapi kita tetap harus bersiap. Aku akan menemui kawan-kawan lamaku, semoga saja tidak akan ada apa-apa."
__ADS_1
"Baik patriark."