Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Menyusun Portal Selesai


__ADS_3

Sesuai arahan dari patriark Su, Ye Chen dan Yue pergi ke balai utama. Di sana ada portal yang menghubungkan setiap sekte, patriark Su sendiri melakukan pengasingan di balai utama, di tempat khusus sekte Api Abadi. Setiap sekte memiliki area sendiri di balai utama ini.


"Adik Yue, aku akan pergi dulu melihat-lihat, setelah itu akan kembali menjemputmu." Kata Ye Chen, lagipula token untuk berteleportasi hanya bisa digunakan satu orang.


Ini bukan masalah bagi Ye Chen.


Pertama-tama dia akan pergi dulu untuk mengamankan pintu teleportasi. Lalu membuat jalur teleportasi sendiri.


Yang menjadi masalah adalah penjaga di setiap pintu teleportasi, meskipun menggunakan token patriark, itu tidak akan mudah untuk dilewati, apalagi hubungan antar lima sekte sedang tidak baik.


Kalau begitu, dibunuh saja. Pikir Ye Chen mengambil keputusan. Toh dia hanya akan melewati pintu itu satu kali, selanjutnya dia akan melewati portal nya sendiri.


Sekte pertama yang dipilih Ye Chen adalah sekte Lautan Air, dia cukup akrab karena sudah bentrok dengan anggota mereka.


Setelah memasukkan beberapa kristal roh untuk mengaktifkan portal, Ye Chen melangkah masuk.


"Siapa di sana?"


Ye Chen disambut dengan pertanyaan penuh kecurigaan. "Aku utusan dari patriark, ingin menyampaikan beberapa hal penting." jawab Ye Chen tenang.

__ADS_1


"Tangkap!"


Namun, yang Ye Chen tidak tau adalah, beberapa saat yang lalu patriark sekte Lautan Air baru saja kembali. Penjaga portal tentu saja tidak mempercayai ucapan nya dan langsung mengepungnya.


"Tangkap mata-mata ini!"


Empat penjaga bergerak bersamaan, serangkum angin Qi yang dingin menyeruak, mengepung Ye Chen di tengah-tengah.


"Aku ketahuan? cepat sekali." gumam Ye Chen merasa aneh. Dia tidak salah, karena setau dia, patriark sekte Lautan Air memang masih ada di wilayah tengah.


Ye Chen lalu melambai pelan, Angin Qi dingin yang mengepungnya pun sirna sama sekali. Kemudian lambaian tangan lain menyusul mengunci empat penjaga.


Mereka masih hidup namun tak berdaya, Ye Chen tak mau membuat banyak masalah sebelum mendapat tempat yang cocok untuk membuat portal.


Semuanya harus dilakukan satu persatu, Ye Chen tak mau menimbulkan masalah sebelum dia selesai memasang semua portal nya sendiri.


Akhirnya semua portal penghubung telah terpasang. Yang menjadi pusatnya adalah kediaman nya di sekte Api Abadi.


"Waktunya menjemput Yue."

__ADS_1


Sekte Lautan Air.


Tetua yang patriark Su katakan sebelumnya, yang mengambil sikap tidak berpihak dan hanya mementingkan keselamatan alam tempat mereka bernama tetua Pang.


"Tetua Pang, berapa orang dari sekte Lautan Air yang berpihak pada anda?"


"Yang benar-benar berpihak tidak sampai seribu, itu pun hanya murid langsung ku saja dan sebagian lagi adalah murid-murid yang berteman sering datang padaku."


"Terlalu sedikit," ucap Ye Chen. "Tidak bisakah anda menambah nya lagi?"


"Ini sulit. Huff tak kusangka patriark malah bersikap seperti ini." Tetua Pang menghembus kan nafas dengan tatapan sedih. "Saudara Ye, jujur saja aku tak yakin dengan rencana patriark Su tapi aku lebih tak yakin dengan sikap patriark yang memihak keluarga Bai."


"Tetua Bai, aku tidak mengenal betul keluarga Bai, bisakah anda menceritakan sedikit?"


Pinta Ye Chen, tanpa mengetahui keadaan musuh mustahil bisa menghancurkan nya. Ini sudah menjadi aturan umum, bahkan di setiap peperangan, selalu ada yang bertugas menjadi mata-mata.


Keluarga Bai tidak terlalu besar, apa yang membuatnya bisa menjadi sekarang ini tidak lain karena dukungan beberapa keluarga kecil yang menjadi bawahannya. Ditambah lagi dengan fakta bahwa keluarga Bai tersebar di seluruh wilayah sekte, jadi otomatis pengaruhnya tidak kecil.


"Memang cukup merepotkan." gumam Ye Chen. Tapi bukan berarti Ye Chen tidak mau repot.

__ADS_1


__ADS_2