Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Ye Chen vs Menteri Su


__ADS_3

Asap dan debu perlahan menghilang. Di tengah arena berdiri seorang pria melindungi Lu Jia di belakangnya yang masih tergeletak.


Darah terlihat mengalir dari mulutnya, lengan kanannya juga berdarah akibat luka sayatan pedang.


"Senior...."


"Saudara Chen...."


Ma Dong dan Gu Xia kompak memanggil Ye Chen yang menghadang serangan panglima muda.


Ye Chen berdiri dengan tenang, jubah hitamnya melambai tertiup angin sementara panglima muda tergeletak dengan tubuh mengeluarkan asap.


"Putraku...! tiba-tiba saja sesosok bayangan berkelebat cepat naik ke arena dan memeriksa tubuh panglima muda.


"Kau melukai putraku... kurang ajar! kubunuh kau." Teriaknya sambil mengeluarkan tekanan auraaura dan niat membunuh yang kuat.


Aura tekanan tingkat Langit tinggi membuat sebagian penonton dan peserta turnamen memuntahkan seteguk darah bahkan beberapa ada pingsan.


"Menteri Su, apa yang kau lakukan? apa kau mau membunuh semua orang?" kata panitia turnamen yang juga merasakan tekanan yang kuat.


"Tidak! aku harus membunuhnya." ucapnya menunjuk ke arah Ye Chen yang dari tadi tetap tenang sambil terus bertahan dari tekanan aura yang menekannya.


Menteri Su dengan amarah yang meluap mengumpulkan Qi di telapak tangannya dan menyerang Ye Chen.


Ye Chen yang sudah waspada bergerak cepat, Ia menggendong Lu Jia dan melompat ke pinggir arena dimana Lu Ping berada.


"Kakak Chen... ucap Lu Jia lemah."


"Tenanglah, kau sedikit terluka tadi. telanlah ini dan istirahatlah." ucap Ye Chen lembut lalu membantu Lu Jia menelan pil.


Ye Chen kemudian berdiri, mengeluarkan pedang hitamnya. Ia sudah siap bertarung mati-matian, Ia mengenali orang di depannya ini adalah orang yang sama yang ingin membunuhnya tempo hari. Orang yang di panggil ketua oleh pelindung paviliun Teratai.


Orang di depan Ye Chen yang ternyata adalah ayah dari panglima muda juga mengenali Ye Chen, seketika amarahnya kembali meluap. Ye Chen adalah orang yang menggagalkan rencananya di paviliun Teratai.


"Ternyata kau adalah seorang menteri, hebat sekali." kata Ye Chen dengan nada mengejek.


Di panggung utama, Gu Liang yang juga hadir terkejut ketika menyadari menteri Su adalah orang di balik penyekapan dirinya.


Memang Ia tidak pernah melihatnya tapi Ia masih dapat mengenali suara dan sedikit auranya.

__ADS_1


"Panglima Cia, dia adalah orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di paviliun Teratai." katanya kepada panglima besar Cia yang duduk di sebelahnya.


"Benarkah? Kalau begitu berarti dia mungkin adalah orang sama yang selama ini menjadi otak dibalik kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini." sahut panglima Cia.


"Apa yang terjadi?" tanya Gu Liang.


Setelah menghela nafas, Panglima Cia berkata, "Baiklah, karena aku akan menceritakan garis besarnya."


Menurut panglima Cia, ada sebuah gerakan pengacau keamanan yang kerap melakukan penyerangan terutama di daerah terluar kekaisaran. Gerakan ini sangat susah dibasmi karena selain sangat kuat, gerakan ini di duga didalangi oleh orang dalam.


"Lalu kenapa anda berpikir ini ada hubungannya dengan paviliun Teratai? apa anda mencurigaiku?" tanya Gu Liang sedikit tidak nyaman.


"Maafkan kami, memang benar kami sempat memata-matai paviliun Teratai apalagi anda sendiri tidak pernah muncul," jawab panglima Cia dengan rasa bersalah. "Ini bermula kira-kira satu bulan yang lalu, waktu itu kami mengepung salah satu markas mereka dan menyita banyak sekali pil bertanda paviliun Teratai."


"Aku mengerti sekarang," kata Gu Liang. "Lalu apa yang akan anda lakukan sekarang, panglima?"


Blamm...


Suara ledakan dari arena mengagetkan panglima Cia dan Gu Liang. "amankan semua orang dan perintahkan untuk menangkap semua keluarga menteri Su." kata panglima Cia memerintah wakilnya yang berdiri di sampingnya.


"Saudara Gu maaf aku pergi dulu." Tanpa menunggu persetujuan Gu Liang, panglima Cia langsung berbalik dan pergi meninggalkan panggung utama, Ia harus melaporkan ini pada kaisar dan mengamankan istana. Tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun.


'Aku tidak akan terpancing, jadi bersiaplah menerima kematianmu." Mendengar ini Ye Chen sadar usahanya tidak mungkin berhasil, Ia melesat cepat menyerang terlebih dahulu.


Pedang hitam di tangan Ye Chen bergerak liar, menusuk dan membabat dari segala arah tanpa jeda.


Begitu menteri Su berhasil menghindar atau menangkis pedang hitamnya, Ye Chen segera menyusulkan serangan lain.


Tidak ada serangan yang sia-sia, semua mengarah ke titik kematian di tubuh menteri Su.


Para peserta turnamen yang telah selesai membantu mengungsikan penonton menatap takjub pertempuran antara menteri Su dan Ye Chen.


"Senior, jadi ini kekuatanmu." ucap Ma Dong dengan tatapan kagum.


Begitu juga Cia Sun dan Lu Jiao ketika mengenali Ye Chen, pemuda yang menolong mereka dari bandit hutan. Mereka seakan tak percaya, biarpun usia mereka tidak berbeda jauh tapi tehnik bertarungnya sangat jauh.


Hanya Gu Xia yang tidak ada, Ia menemani Lu Jia Li memulihkan diri.


Pemimpin akademi kekaisaran dan para tetua sekte yang hadir saat ini telah turun dari panggung utama. Mereka masih terus mengamati pertempuran dari dekat.

__ADS_1


Ini adalah salah satu penyakit para kultivator, yaitu menyukai pertempuran dan tertarik dengan pertarungan apalagi pertarungan di depan mereka.


Seorang tingkat Bumi tahap menengah yang bisa menahan tingkat Langit tahap tinggi adalah pertarungan yang sangat langka, mungkin tidak akan pernah ada lagi.


"Gerakannya masih sedikit kaku tapi lihat, langkah kakinya sangat cepat." kata pemimpin akademi kekaisaran.


"Anda benar, mungkin tehnik itu belum sepenuhnya Ia kuasai." sahut tetua yang lain.


"Daripada tehniknya, aku lebih tertarik dengan pedang hitam itu. Lihat saja auranya sangat dingin dan dalam seperti pedang dewa kematian."


"Awass, aduh hampir saja." ucap panitia turnamen yang juga ikut bergabung.


"Hati-hati! para penonton ini hampir serempak memperingatkan Ye Chen yang jatuh tersungkur terkena tendangan lawannya.


Menteri Su yang melihat ini dengan cepat memburu Ye Chen dan mengayunkan pedangnya, Ye Chen mendengus lalu dengan berani menarik pedang menteri Su.


"Gawat! pemimpin akademi yang hendak menolong Ye Chen terdiam. Memang gerakan Ye Chen menangkap pedang menteri Su terlihat seperti Ia tertusuk karena dengan cepat Ye Chen menariknya sehingga tubuh menteri Su ikut condong ke depan.


Groaaaarr....


Ye Chen mengeluarkan tehnik auman naganya ketika tubuh menteri Su condong ke depan. Dengan Telak auman Ye Chen menghantam menteri Su dan membuatnya terpelanting menabrak tembok penonton.


Menteri Su menyeka darah yang keluar dari mulutnya.


"Sialan untung masih sempat, anak ini benar-benar kuat," batin menteri Su. "Jangan senang dulu, ini baru permulaan."


Ye Chen kembali berdiri. Seluruh badannya seperti mau remuk, "tingkat Langit tahap tinggi memang sangat kuat." ucap Ye Chen dalam hati lalu mengambil dua pil pemulih dan langsung menelannya.


Menteri Su juga menelan sebuah pil pemulih dan mulai bersiap dengan tehnik andalannya. Tubuhnya memancarkan aura yang sangat kuat.


Ye Chen juga tak mau kalah, meski tidak sekuat aura menteri Su tapi aura yang Ye Chen keluarkan terasa dingin.


Fluktuasi di sekitar arena berubah, angin dingin berhembus pelan tapi tajam, seolah bisa menyayat kulit.


"Hei kalian menjauhlah." kata panitia turnamen memperingatkan Ma Dong dan yang lain yang segera menjauh.


"Saudara Ma, apa kau yakin saudara Chen itu di tingkat Bumi?" tanya Cia Sun.


"Jangan tanya aku, aku sendiri tidak tau." jawab Ma Dong. Sementara Lu Jiao memandang Ye Chen dengan penuh kekaguman. Tak bisa Ia pungkiri kalo Ia tertarik dengannya.

__ADS_1


__ADS_2