Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Sekte Pengobatan Ilahi


__ADS_3

Entah kenapa sosok Ye Chen yang dilihatnya tanpa fluktuasi energi di depannya ini sangat menakutkan, ada sesuatu yang membuat nya harus berhati-hati tapi semakin leluhur Du selidiki semakin dia tidak mengerti. Ketika dia mencoba lebih jauh lagi, jiwanya tiba-tiba saja gelisah.


Tatapan matanya tiba-tiba saja kabur dan tanpa dia sadari, sosoknya juga perlahan menjadi sedikit kabur.


'Gawat!' ucap leluhur Du dalam hari, ia buru-buru melangkah mundur. meski begitu dia juga tidak menyadari apa yang salah.


Di sisi lain, Ye Chen menghela nafas kecewa, 'sayang sekali.' batinnya. ekspresinya tidak berubah.


"Apakah kau yang bernama Ye Chen? aku datang mewakili keluarga Du untuk memberikan sekedar ucapan selamat."


Leluhur Du membuka suara lagi, di tangannya terlihat sebuah cincin penyimpanan. "Ambillah." sambungnya, dia mengangsurkan tangannya.


Jaraknya berdiri dengan Ye Chen terpaut sekitar lima meter. Hanya butuh satu langkah ringan bagi Ye Chen untuk mendekati leluhur Du. Namun, Ye Chen masih tetap berdiri di tempatnya, sama sekali tidak bergerak, malah terkesan mengacuhkan leluhur Du yang tangannya masih di udara.


Suasana pun menjadi canggung, leluhur Du terlihat aneh dengan tangan terangsur ke depan.


Bahkan leluhur Du juga tidak di anggap, siapa leluhur Du? meskipun bukan yang terkuat tapi dia tetaplah eksistensi yang menakutkan. Kalau saat ini dia tersinggung maka semua yang ada di sana saat itu pasti akan tewas.


Sayangnya leluhur Du tidak berani melakukan itu atau lebih tepat nya dia tidak berpikir akan membunuh semua orang yang hadir. Marah? tersinggung? tentu saja, bahkan rahangnya terlihat mengeras karena emosi tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Di sana masih ada anak cucunya, bisa dipastikan riwayat keluarga Du akan tamat jika dia salah langkah.


"Kenapa kau tidak mengambilnya?" Yun Shan melirik Ye Chen dan bertanya karena penasaran.


"Aku tidak pernah meminta apa pun, kalau dia ingin memberikan sesuatu maka dia harus datang."

__ADS_1


Yun Shan tersenyum penuh arti mendengar jawaban Ye Chen. Sekte membutuhkan orang yang tegas dan berani dan sedikit arogan seperti Ye Chen.


"Ye Chen, ambillah dan anggap saja ini sebagai kompensasi karena anak cucuku menyinggungmu. Aku harap perjalananmu menyenangkan."


Akhirnya leluhur Du mengalah, dia mendekati Ye Chen, menyerahkan cincin penyimpanan. Mengangguk sebentar pada Yun Shan dan tuan kota lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi.


Ye Chen pun sama, dia tidak mengucapkan terima kasih atau memeriksa isi pemberian leluhur Du. Ia lalu berbalik dan berjalan menuju perahu terbang.


Di atas perahu terbang, Yun Shan dibantu dua orang bawahan untuk mengurusi penerbangan. Ye Chen dan Qin Zhu masing-masing diberikan satu kamar.


Menurut Yun Shan, penerbangan mereka akan memakan waktu sekitar lima hari namun mereka akan singgah di lima kota dalam perjalanan untuk membawa talenta muda lain nya sementara tiga puluh kota lainnya dijemput oleh tetua yang lain.


Sepuluh hari kemudian, mereka akhirnya sampai di sektor pengobatan Ilahi.


Saat mereka tiba, suasana di pengobatan Ilahi sudah dipadati oleh para talenta muda dari 36 kota. Karena kota Siang adalah kota terjauh dari sekte maka rombongan Ye Chen tiba paling akhir.


"Kakak Chen, ini adalah pemberian dari kakekku."


Qin Zhu yang memberikan cincin penyimpanan, ini adalah pemberian keluarga Qin. Leluhur Qin sendiri yang mengatur agar Qin Zhu menyerahkan langsung pada Ye Chen.


"Kau tidak perlu repot-repot."


"Sudahlah, ambil saja. Lagi pula itu juga bukan aku yang memberikan. oh ya kamu mau kemana sekarang?"


Masih ada waktu sampai Yun Shan datang lagi, sejujurnya Ye Chen pun cukup bosan selama perjalanan dan memikirkan untuk keliling sebentar, mungkin mencoba makanan di area sekitar sekte.

__ADS_1


Tempat mereka sekarang adalah wilayah utama sekte Pengobatan Ilahi, sebuah kota yang sangat ramai. Jadi Ye Chen memutuskan untuk melihat-melihat, barangkali bisa menemukan bahan pelengkap untuk menyuling pil tingkat Suci agar pondasi kultivasinya kembali ke puncak.


"Hei apa kau tak mendengarku?"


Qin Zhu yang masih berdiri di samping Ye Chen menggerutu karena merasa tidak diindahkan. "Baiklah, aku akan pergi sendiri." kata Qin Zhu lagi, dia tidak mau memaksa Ye Chen ikut pergi.


Melihat itu Ye Chen hanya mengangkat bahu, dia juga tidak begitu akrab kan. lagipula begitu juga bagus, lebih baik berjalan sendiri daripada bersama seorang wanita yang menurutnya bisa merepotkan.


Tempat yang Ye Chen datangi adalah Pasar Sumber Daya. Ini adalah tempat dimana semua keperluan kultivator maupun orang awam diperjual belikan, ya, tidak semua yang ada di dunia ini adalah kultivator, ada juga yang tidak bisa berkultivasi atau yang hanya berada di tingkat dasar saja.


Bentuknya memanjang dengan kios-kios yang berdiri di kedua sisinya.


Di pasar ini juga ada rumah makan yang berjejer rapih, lalu ada toko pakaian, toko sepatu dan lain sebagainya. Yang menarik perhatian Ye Chen adalah adanya toko obat-obatan di antara toko yang menjual bahan herbal.


Ketika Ye Chen sampai di sana, dia lebih terkejut lagi karena yang menjaga toko ini adalah seorang alkemis, artinya dia menjual jasa pengobatan secara langsung.


Namanya tuan Tang, begitulah orang-orang yang ada di sana memanggilnya. Pasiennya cukup banyak.


Pertama, dia memeriksa kondisi pasiennya lalu memberikan sebuah resep atau bahan herbal untuk dibeli dan membawanya kembali untuk diracik menjadi obat atau pil.


Ye Chen pun ikut masuk ke dalam antrian, dia hanya penasaran saja apalagi memang tidak ada tempat yang menarik baginya selain toko obat ini. Dahulu, sebelum bisa membuat pil, Ye Chen juga sering meracik obat untuk orang yang bukan kultivator.


Cukup lama sebelum giliran Ye Chen tiba, sampai akhirnya di diperiksa namun, ketika dia hendak maju, seseorang tiba-tiba memotong antriannya.


"Minggir! ini kondisi darurat." ucap orang itu, dia adalah seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun. Sekilas, Ye Chen dapat merasakan fluktuasi energi orang ini sangat kacau, dia keracunan.

__ADS_1


Karena Ye Chen juga tidak terburu-buru, dia membiarkan saja orang itu lewat. Dia juga ingin melihat bagaimana tuan Tang mengobati orang ini namun, ucapannya mengejutkan Ye Chen. Dia menyuruh Ye Chen pulang dan menunggunya di penginapan.


"Nanti kau akan tau sendiri, lagipula barang yang kau cari tidak ada disini." kata tuan Tang lagi. Ye Chen pun berbalik pergi.


__ADS_2