Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Akar Abadi Ketiga


__ADS_3

Namanya juga kerja, kalau kerja ya harus sungguh-sungguh, harus rajin dan tidak boleh malas apalagi sampai memilih-milih pekerjaan. Seperti orang-orang Ye Chen pekerjakan, meskipun seorang kultivator dan harus bekerja dalam tekanan, mereka tetap bekerja dengan giat.


Ye Chen yang puas akhirnya memberi mereka imbalan yang mungkin tidak akan mereka dapatkan jika tidak bekerja untuknya.


"Pesanku, hati-hatilah dalam memilih musuh, tak semua orang bisa kalian ganggu."


"Baik tuan...!"


Jawab mereka serempak, lalu Ye Chen membubarkan mereka dan pergi bersama Baojing.


"Uwah segarnya...." Ye Chen merentangkan tangannya, sangat puas melihat perahu terbangnya yang licin bersih. "Kita ke Barat." katanya pada Baojing yang kini telah mahir menerbangkan perahu.


Di kota Shinyang terjadi perubahan besar, berita di rumah makan lalu hilangnya ketua-ketua gerombolan diikuti dengan tempat usaha mereka yang dikuras habis sampai juga ke telinga patriark Hauw.


"Jadi sebelumnya ada ada yang memborong semua sumber daya tertentu lalu semua kejadian ini muncul?" patriark Hauw menerima laporan anggotanya.


"Betul patriark, sayangnya kami tidak tau siapa dibalik semua ini."


Patriark Hauw bertanya ciri-ciri Ye Chen dan Baojing, hampir semua orang juga tau ciri-ciri mereka terutama Ye Chen yang memakai jubah hitam dan senyum yang khas. "Tuan Ye," gumamnya, "Tapi kenapa memakai tongkat, bukankah senjata utamanya adalah pedang hitamnya?"


Ia bergegas menuju tempat perahu terbang, namun karena Ye Chen telah pergi, yang tinggal hanyalah sisa pembersihan saja, tapi Ia yakin itu adalah Ye Chen apalagi mendengar bagaimana kelompok gerombolan terbunuh.


Tidak lama setelah itu, puluhan kultivator tingkat Suci bermunculan di kota Shinyang. Berkat mereka, tak ada lagi kejadian kejahatan di dalam kota, mereka seolah menjadi penjaga yang bermarkas di rumah makan. Yang aneh adalah sebuah tongkat kayu yang menjadi simbol kekuatan kelompok.


Perubahan besar juga terjadi di pasar gelap, jual beli semakin ramai karena mendapat jaminan kemanan dari kelompok yang baru terbentuk ini. Tentu saja lain cerita jika Kejahatan terjadi di luar kota.


...


Jauh di sebelah barat, di daerah pegunungan yang masih liar, tampak beberapa orang sedang berkumpul. Mereka adalah orang-orang yang ikut mencari akar abadi.


Ketua Gangpit, seorang kultivator tingkat Suci tahap menengah yang memimpin mereka. Dia adalah ayah dari ketua dimensi kristal roh yang Ye Chen bunuh beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


"Sayang sekali puteraku tewas dan membawa peta lokasi bersamanya, kalau tidak kita pasti bisa menemukannya, bukan meraba-raba seperti ini." Ketua Gangpit mendesah pelan.


"Ketua lihat!" seru seorang anggota menunjuk ke langit.


"Perahu terbang? apa mereka juga mencari akar abadi?" ketua Gangpit terus mengamati perahu terbang.


Di atas perahu terbang, Ye Chen yang sudah melihat ketua Gangpit dan anak buahnya mengernyit. "Mungkinkah lokasi akar abadi juga sudah diketahui orang lain?" pikirnya, Ia tidak tau kalau ketua Gangpit lah yang awalnya memiliki peta lokasi akar abadi lalu menyerahkannya pada puteranya.


"Tuan, apa kita akan mendarat?"


"Tentu saja, aku ingin mencoba sesuatu, kebetulan ada target percobaan." sahut Ye Chen sambil tersenyum senang, terlihat sudah tak sabar. "Ayo cepat,


"Tuan, berapa usia anda sekarang?"


"Hais jangan pikirkan itu, jangan terlalu jauh dari mereka."


"Bagaimana kalau mereka hanya lewat saja? atau bukan orang-orang yang jahat?" Baojing ingin meyakinkan Ye Chen.


Baojing hanya diam, "Ah kau tidak mengerti," lanjut Ye Chen yang melihat Baojing hanya diam. "Aku mengenal mereka, mereka adalah orang yang sama di dua tempat aku berada sebelumnya dan mereka bukan orang baik-baik." kata Ye Chen.


Ketua Gangpit menatap Ye Chen dan Baojing dengan penuh perhatian, sikapnya sangat berhati-hati, orang yang membawa sebuah perahu terbang besar pasti memiliki latar belakang yang tidak biasa. "Tuan, kalau boleh tau, ada urusan apa anda berada di tempat ini?"


"Oh ada orang," sahut Ye Chen acuh lalu berpaling ke arah Baojing, "Kita kesana." sama sekali tidak memberi muka ketua Gangpit.


"Ketua, orang itu sungguh sombong, kita bunuh saja." ucap salah satu anak buah ketua Gangpit.


"Diam! jangan bergerak sebelum ada perintah dariku."


"Baik ketua."


"Kau ini sungguh bernyali, lihat baik-baik apa kau sungguh bisa membunuh mereka?" tegur rekannya sehingga membuat orang ini tertunduk.

__ADS_1


"Rencana anda gagal tuan hehe."


"Orang tua itu terlalu berhati-hati, hais gagal sudah rencanaku." Ye Chen tampak kecewa. "Tunggu dulu, aku rasa di sini tempatnya. Berjagalah di luar."


Dengan peta di tangannya, Ye Chen berhasil menemukan lokasi akar abadi, sebuah dimensi kristal roh. Ia lalu masuk dan seperti sebelumnya, Ye Chen menjarah semua kristal roh berikut akar abadi.


Ketua Gangpit hanya bisa melihat dari jauh tanpa bisa berbuat apa-apa, Ia telah menimbang kekuatan lawan tapi tak yakin bisa menang. Hanya bisa melihat perahu terbang pergi menjauhi pegunungan.


"Bodoh! jangan mendekat!"


Ketua Gangpit berseru keras memperingatkan anggotanya yang ingin melihat celah dimensi kristal roh yang ditinggalkan Ye Chen tapi terlambat, lima orang anak buahnya telah berubah menjadi debu, habis terbakar tepat di depan celah dimensi.


"Kita pulang, tak ada yang bisa dilakukan lagi di sini." katana kemudian dengan tangan terkepal, Ia sama sekali tak peduli kehilangan anak buah.


Di atas perahu terbang, Baojing mengambil arah langsung ke selatan. Sementara Ye Chen kembali ke ruang pelatihan dimana Ia biasa meracik pil maupun artefak selama di atas udara.


...


Daerah bagian selatan adalah wilayah terluas di alam atas, hanya dihuni beberapa sekte menengah dan desa-desa kecil, itupun hanya menempati area yang tidak terlalu besar. Sisanya adalah gunung-gunung dan hutan liar yang dihuni hewan buas dan siluman-siluman yang kuat.


Penatua Xiao telah tiba di selatan, tujuan utamanya adalah desa Jiang. Desa yang hancur dan musnah karena kelompok berjubah hitam.


Karena tidak ada yang bisa Ia lakukan di sana, Ia akhirnya memutuskan mencari sumber atau tempat dimana datangnya orang-orang itu. Tak lama kemudian ia tiba di depan pintu masuk dimensi sekte kegelapan, di depan dua batu hitam yang berjajar.


Entah apa yang membuatnya penasaran, Ia melangkah begitu saja melewati gerbang dimensi.


Suasana di dalam terasa sunyi, tak ada satu orangpun yang terlihat sampai tiba-tiba Ia melihat sebuah lubang hitam dan mendekatinya karena penasaran. "Gerbang dimensi lain...?" batinnya sambil terus mendekat.


"Aaa... tidak ... eh, dimana ini?"


Penatua Xiao dihisap oleh lubang hitam, ketika Ia sadar, Ia telah berada di sebuah hutan lebat. Sekujur tubuhnya terasa sakit dan tidak bisa bergerak.

__ADS_1


__ADS_2