Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Guru Baji


__ADS_3

Perahu terbang melaju pelan, Ye Chen sesekali mengedarkan kesadaran jiwanya sementara Baojing tetap fokus mengendalikan laju perahu terbang agar tetap stabil.


Yang Ye Chen tidak sadari adalah sejak kedatangannya, sepasang mata terus mengawasinya. "Kau akhirnya kembali, selamat karena telah menemukan jalan pulang." ucap seorang pria tua yang masih terus mengawasinya.


Setelah berkata demikian, pria tua ini mengangkat sebelah tangannya. Seketika angin menderu kencang menghantam perahu terbang. "Baojing, tahan kemudi, mungkin akan ada badai." seru Ye Chen ketika perahu terbang bergoyang diterpa angin kencang.


"Hm, boleh juga."


Pria tua ini tersenyum, lalu menambah tekanan pada angin yang Ia ciptakan.


Krrrtt...


Suara angin yang tajam menggores badan perahu terbang. "Sial, kalau begin, lama-lama perahuku bisa hancur" Ye Chen gusar, bahkan setelah Ia meningkatkan formasi pertahanan, angin yang tajam itu masih saja menembusnya.


"Tak ada pilihan lain." ucap Ye Chen lagi, kali ini Ia menambahkan energi yang lebih besar ke pusat formasi sambil meminta Baojing untuk turun.


"Bagus, tidak percuma kau menjadi puteranya" kata pria tua si bawah. Meski begitu Ia tetap tidak berhenti, Ia malah menambahkan elemen petir untuk menyerang perahu.


Blarr...


Petir menembus perisai, menghantam geladak sampai pecah. "Hah tembus, petir sialaan." seru Ye Chen. "Nah datanglah, akan kutangkap kau." Ia memasang badan, ingin menghalau petir. Kalau perhitunganku tepat, petir-petir itu bukanlah apa-apa, batin Ye Chen.


"Baojing, menukik sekarang!" Ye Chen memberi perintah agar Baojing menurunkan perahu, ini akan membuat kekuatan petir sedikit lemah. Jika ditambah perisai perahu dan perisai tubuhnya, Ye Chen akan sanggup menahan.


Blarr...


Petir sekali lagi meledak, tapi seperti perhitungan Ye Chen, petir itu tidak merusak perahu maupun dirinya. Akhirnya perahu mendarat dengan selamat.


"Anda baik-baik saja tuan?" tanya Baojing begitu mereka turun dari perahu.

__ADS_1


"Ya, aku rasa begitu." sahut Ye Chen. Ia mengedarkan pandangannya, sekilas tadi Ia sempat merasakan adanya gejolak aura di sekitar tempatnya mendarat. "Apa hanya perasaanku saja?" gumam Ye Chen. "Sepertinya aku terlalu berhati-hati." lanjutnya lagi setelah cukup lama tidak menemukan apa-apa.


Pria tua itu tersenyum lalu keluar dari tempatnya sambil bertepuk tangan, "Bagus, kau sama sekali tidak mengecewakan," ucapnya pada Ye Chen. "Dan kau Baojing, akhirnya kita bertemu kembali."


Ye Chen waspada, semua urat di tubuhnya menegang. Ia tak merasakan aura ancaman dari orang di depannya tapi Ia tetap saja harus siaga.


"Guru Baji, murid memberi hormat." kata Baojing seraya berlutut dan bersoja.


"Guru... Baji? oh ini orang yang Baojing ceritakan." batin Ye Chen.


"Berdirilah Baojing," kata guru baji. "Dan kau pasti putera Yeming, aku samar-samar masih bisa merasakan auranya padamu." sambung guru Baji.


"Salam kepada guru Baji." Ye Chen juga bersoja, Ia tau dari cerita Baojing, orang di depannya ini adalah rekan ayahnya.


"Ikuti aku."


Guru Baji lalu melangkah diikuti Ye Chen dan Baojing di belakangnya, tak lama kemudian sampailah mereka di sebuh lembah. Lembah ini berbeda dengan daratan lain, karena di sini terdapat kehidupan, tidak gersang dan mencekam.


"Semua yang diceritakan Baojing benar adanya, sayang sekali aku tak bisa berbuat banyak pada saat itu." Guru Baji berhenti sebentar, mengingat peristiwa yang lalu. "Ini adalah alam Iblis, bisa kau lihat sendiri, dampak dari perselisihan itu sampai sekarang masih terasa."


"Guru Baji, apa anda tau dimana ketiga raja Iblis yang lain?" tanya Ye Chen.


"Apa kau mau membalas dendam? kalau iya, lupakan saja. Kau sama sekali bukan tandingannya, bahkan dengan pembantu utamanya saja kau bukanlah apa-apa."


Guru Baji juga memberitahu Ye Chen bahwa raja Iblis lain, seperti dirinya juga saat ini sudah bangun dan tau portal telah terbuka.


Kunci yang ada di tangan Ye Chen adalah satu-satunya kunci yang yang bisa dipakai untuk membuka dan menutup portal menuju alam Iblis dan alam lain.


"Alam lain yang anda maksud, apakah alam atas dan alam tempatku berasal?" tanya Ye Chen.

__ADS_1


"Alam atas? hahaha itu hanyalah alam semu, atau tepatnya alam atas semu. Dikatakan begitu, karena alam itu adalah alam sebelum alam atas.


Alam atas yang sebenarnya masih sangat jauh tapi dengan kunci itu, kau bisa ke sana."


"Benarkah?" Ye Chen tampak bersemangat.


"Tapi untuk apa kau ke sana? apa kau pikir bisa bertahan dengan kekuatanmu yang sekarang?"


Ye Chen terdiam, "Tenang saja, selama kau di sini, aku akan membantu kultivasimu. Oh ya perahu terbangmu itu adalah peninggalan ayahmu, perbaiki dan rawatlah baik-baik, dan satu lagi, jaga jangan sampai kunci itu jatuh ke tangan yang lain."


Mulai hari itu, Ye Chen berlatih di bawah arahan guru Baji. Hanya dalam waktu sehari saja kultivasinya telah naik ke tahap puncak.


Ini membuat guru Baji sangat takjub, begitupun saat Ia menyuruh Ye Chen mengeluarkan semua potensi aura hitam yang telah dirubahnya menjadi aura kematian, "Darimana kau memperoleh aura yang begitu kuat itu? meskipun terlihat sama tapi sangat berbeda.


"Aku tak sengaja mendapatkannya di markas sekte kegelapan." Ye lalu menceritakan perihal dimensi sekte kegelapan. Tapi Ye Chen tak menceritakan bagaimana Ia berhasil mengubahnya menjadi aura kematian.


Pada dasarnya, setiap seorang kultivator berhasil membunuh musuhnya, maka ada semacam aura yang timbul pada kultivator tersebut. Jika hal ini dibiarkan terus maka lama kelamaan aura ini akan menumpuk dan membentuk sebuah energi tersendiri dan bisa digunakan untuk membawa pesan kematian pada orang lain.


Sayangnya, jika hal ini dibiarkan terus maka sedikit demi sedikit kultivator tadi akan terpengaruh jiwanya dan akhirnya menjadi penjahat yang kejam selamanya.


Itulah mengapa banyak kultivator, terutama yang menyatakan dirinya sebagai kultivator putih akan membersihkan dirinya setelah membunuh lawannya karena semakin banyak aura ini maka akan semakin sulit untuk dibersihkan.


"Guru Baji, sebenarnya apa itu artefak pangeran kegelapan dan sekte kegelapan itu?"


"Aku tidak tau pasti apa itu sekte kegelapan, mungkin saja mereka bawahan salah satu raja Iblis. Artefak pangeran kegelapan... hm," guru Baji berhenti sejenak lalu melanjutkan ucapannya lagi. "Kita, ras Iblis memiliki sejarah yang kelam, tak sedikit dari kita yang menyimpang dan melakukan segala cara untuk menjadi kuat dan menguasai alam semesta."


Ye Chen terdiam, Ia merasa ada sesuatu yang janggal dalam cerita ini. Terutama malasah waktu.


"Oh kau menyadarinya? hehe... baiklah akan aku perjelas lagi, begini...

__ADS_1


Ayah Ye Chen, raja Iblis Yeming dan lainnya bukanlah raja Iblis sesungguhnya, masih ada raja Iblis sejati di atasnya yang sangat kuat yang disebut pangeran kegelapan. Dialah dalang perpecahan di antara raja Iblis ribuan tahun lalu dan puncaknya adalah saat tewasnya Yeming saat Ye Chen masih dalam kandungan.


__ADS_2