Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Lorong Kehampaan


__ADS_3

Bayangan Ye Chen yang diselimuti cahaya altar perlahan mulai kabur dan kemudian menghilang dari sana, hilang dan pergi meninggalkan dimensi Lima Elemen.


Sebelum tubuhnya benar-benar menghilang, seberkas cahaya dari Kristal Lima Elemen melesat cepat dan masuk ke dalam tubuhnya. Cahaya ini kemudian timbul kembali di lengannya dan meninggalkan sebuah tanda di sana.


"Terima kasih."


Entah pada siapa Ye Chen mengucapkan ini, yang jelas dia sangat mendapat tanda ini. Tanda yang ia tau adalah sebuah pengakuan dari altar atau dimensi Lima Elemen seperti yang ketua Bong ceritakan sebelumnya.


Saat ini Ye Chen berada di dalam lorong kehampaan, disekitarnya hanya ada kehampaan dan kegelapan. Saat dia membuka matanya, tidak apa-apa di sana. Satu pikiran di benak Ye Chen adalah bisakah dia menyerap atau keluar dari cahaya yang masih mengelilingi nya ini? apakah dia akan tewas begitu saja atau tertahan di kehampaan ini?


Bukan tanpa alasan dia berpikir seperti ini, sebelumnya di benua Selatan tempat dimana dia bertemu dengan orang-orang dari keluarga Yue. Dia pernah masuk dan memahami hukum kehampaan, meskipun hanya sedikit tapi itu sudah lebih daripada cukup.


Yang membuatnya bertanya-tanya adalah kehampaan ini terasa berbeda, jangan lupa juga kalau Ye Chen adalah ahli formasi dan sudah terbiasa membuat aray teleportasi yang aman dan stabil, aray teleportasi ini tentu saja harus melewati kehampaan namun, kehampaan yang dirasakannya sekarang sangat berbeda, ini jauh lebih menekan dan berbahaya.

__ADS_1


'Hha aku tak akan pernah tau kalau tidak mencoba lagipula apa yang aku takutkan? aku bisa kembali ke dimensi Lima Elemen kalau terjadi sesuatu.' ucapnya dalam hati lalu, setelah memantapkan diri, Ye Chen pun menguatkan perisai tubuhnya.


Tak lupa dia juga membuka meridian lain di tubuhnya yang sudah terbuka untuk menyimpan energi dari kehampaan.


"Sekarang!" Serunya dengan keras.


Shut...


Cahaya di sekeliling tubuh Ye Chen menghilang, gerakannya yang semula sangat cepat itu pun perlahan melambat dan kemudian berhenti.


Dia hanya perlu mengikuti cahaya itu saja jika sudah waktunya.


"Waktuku sepuluh menit." ucapnya Lagi sambil melihat arah cahaya itu pergi.

__ADS_1


Awalnya Ye Chen cukup kesulitan dan bahkan hampir kehilangan kesadaran ketika meridiannya mulai mulai terisi energi dari kehampaan di sekitarnya.


Ini sangat kuat dan padat. Salah satu alasan yang paling masuk akal adalah karena ini merupakan kehampaan menuju alam atau dimensi yang lebih tinggi.


Sepuluh menit hampir berlalu, sejak energi ini memasuki meridiannya dan menjadi sumber kekutannya sendiri kelak, dia tidak pernah bersuara. Ye Chen terus fokus sambil mencoba lebih memahami hukum kehampaan ini.


Barulah ketika waktunya hampir habis, Ye Chen berteriak sekencang-kencangnya namun, ini adalah kehampaan, mana mungkin bisa bersuara di dalam nya.


"Aku harus cepat." Sepuluh menit waktunya sudah sampai, kalau Ye Chen tidak cepat maka dia bisa terperangkap selamanya di dalam sana.


Ye Chen mengaktifkan kembali perisai tubuhnya lalu terbang mengikuti cahaya yang sebelumnya dia tembakkan.


'Sial, seberapa jauh lagi?'

__ADS_1


Sudah tiga hari Ye Chen terus terbang mengikuti jalur cahaya, namun pintu keluarnya masih belum terlihat. Sementara energi Qi nya sudah mulai lemah.


Ye Chen belum bisa menggunakan meridian khusunya yang mengandung energi kehampaan ini. Kalau saja waktunya cukup, dia mungkin bisa mengolah dan menggunakannya di dalam lorong kehampaan ini.


__ADS_2