Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Menjadi Kaisar?


__ADS_3

Dari mulai yang kecil sampai orang tua, semua berkumpul di depan gerbang. Tak ada yang mau masuk meskipun sudah diizinkan. "Biarlah kami menunggu ketua Ye di sini." kata salah satu dari mereka, yang menjadi juru bicara.


"Paman, aku ini bukan orang baik, bukan juga orang yang suka di puja dan tak mau menjadi pemimpin atau apalah sebutannya." kata Ye Chen ketika berhadapan dengan wakil dari orang-orang di luar.


"Anda terlalu sungkan tuan Ye, tapi kami semua ingin anda menjadi pemimpin kami dan kami berjanji bersumpah setia di bawah kepemimpinan anda." kata wakil itu.


"Tapi aku ini sibuk, dan aku bisa menjamin tidak akan tinggal lebih lama di sini." bantah Ye Chen lagi.


"Tidak masalah, ada senior He, Pengrajin Mingdi dan tetua Jiang." sahut wakil itu lagi.


"Apa lagi ini?" Ye Chen terkejut ketika Jiang Kun membisikkan sesuatu kepadanya, sementara wakil itu hanya tersenyum, sepertinya Ia tau apa yang sedang terjadi.


Sesaat kemudian datang lagi beberapa orang, mengenalkan diri sebagai wakil dari setiap daerah di alam atas semu itu.


"Katakan, apa yang kalian inginkan." kata Ye Chen, Ia ingin ini segera selesai.


Tapi sebelum mereka menyampaikan maksudnya, mereka lebih dulu menyapa wakil itu. "Salam tetua Su, anda ternyata sudah sampai lebih dulu."


Wakil yang ternyata seorang tetua itu mengangguk, "Kalian terlalu lama, kemana yang lain?"


"Ada sedikit masalah dalam perjalanan ke sini, aku rasa sebentar lagi mereka juga sampai." kata orang yang baru datang ini, mewakili teman-temannya yang lain.


Tepat setelah ia berhenti berbicara, sekelompok orang datang lagi. Ye Chen mengernyitkan dahinya "Jangan bilang semua orang ini memiliki niat yang sama." ucapnya dalam hati.


"Ketua Ye, kami utara."


"Ketua Ye, kami dari sekte Pedang Langit."

__ADS_1


"Ketua Ye, kami dari sekte Pil Dewa."


"Ketua Ye, kami dari ...


"Ketua Ye...


Mereka semua mengenalkan diri lalu di wakili oleh tetua Su menyatakan maksud dan kedatangan mereka semua. Tetua Su mewakili orang-orang dari Selatan, "Sejak tragedi yang lalu," maksudnya adalah pengkhianatan sekte Pedang Langit dan patriark Xiao. "Kami berkumpul dan menyatukan suara untuk anda."


"Tunggu dulu, bukankah sekte Pedang Langit dan sekte Pil Dewa sudah tidak ada lagi?" tanya Ye Chen.


"Memang sekte tidak ada lagi tapi tidak semua dari kami yang membelot. Kami berani menjamin kesetiaan kami." kata wakil sekte Pedang Langit dan wakil sekte Pil Dewa.


"Oh begitu, aku percaya pada kalian." kata Ye Chen kemudian. Bukan tanpa sebab, memang Ia tidak menemukan aura hitam pada orang-orang di depannya ini. Tingkatan Ye Chen yang sekarang sangat mudah mengidentifikasi adanya ras Iblis yang menyusup.


"Jadi anda bersedia tuan Ye?" tanya tetua Su.


"Tetua Jiang...


Tetua Su melihat tetua Jiang, seperti ingin berkata untuk membujuk Ye Chen, tapi Ia berhenti dan karena melihat tetua Jiang mengangkat bahunya sambil berkata. "Silahkan tuan-tuan." Ia mempersilahkan orang-orang itu pergi.


Mereka dengan kecewa keluar, tapi bukan langsung membubarkan diri melainkan tetap tinggal di luar gerbang.


Dahulu, yang menjadi pemimpin alam atas semu ini adalah sekte Pedang Langit, walaupun tidak secara langsung menyatakan sebagai pemimpin tapi begitulah kenyataannya apalagi sekte Pedang Langit sangat kuat waktu itu. Setelah sekte itu lenyap, keadaan tidak begitu aman lagi, hampir di setiap wilayah terjadi perselisihan.


Karena hal ini pulalah maka pada tetua berkumpul dan berinisiatif memilih seorang pemimpin dan pilihannya jatuh kepada Ye Chen sebagai penguasa wilayah Ye. Namun hal itu tidak mendapat respon dari para tetua wilayah Ye dikarenakan Ye Chen tidak ada di sana, walaupun para tetua juga setuju dengan usul ini.


Kemudian para tetua berunding lagi dan mengambil keputusan menunggu Ye Chen datang di wilayah Ye. Entah itu kebetulan atau memang takdir, Ye Chen kemudian datang sekaligus membereskan masalah dengan ketua yang sangat kuat. Sejak mendengar Ye Chen bukanlah tandingan tingkat Surgawi, para tetua yang itu akhirnya kembali memutuskan mendirikan sebuah Kekaisaran saja dengan wilayah Ye sebagai pusat atau ibu kota Kekaisaran.

__ADS_1


Yang awalnya hanya sebagai pemimpin yang di akui, kini berubah menjadi kaisar yang terpilih.


"Tuan Ye, mereka hanya ingin anda memimpin saja, dunia kita ini butuh seorang yang bisa di andalkan." kata Jiang Kun yang mengikuti Ye Chen dari belakang, tak lama kemudian senior He dan pengrajin Mingdi ikut dalam pembicaraan itu.


"Jadi kalian semua sudah tau?" Ye Chen bertanya kepada tiga orang pembantunya itu.


Senior He dan yang lain mengangguk lalu berkata, "Tetua Su sudah memberitahu kami dan tentu saja kami semua setuju, tapi itu terserah tuan saja."


"Kaisar? hah apa kalian semua sudah gila...? dengar baik-baik, aku rak pernah bermimpi untuk bermimpi mejadi pemimpin apalagi menjadi kaisar."


"Tapi tuan, tak ada lagi yang pantas selain tuan." kata senior He lagi.


"Tuan, patriark Hauw menghadap." tanpa sadar, patriark Hauw yang baru saja datang itu berjongkok untuk memberi hormat, seperti sikap seorang militer.


"Nah ini, datang lagi satu orang. kenapa, kau juga ingin mengatakan mendukung mereka dan memintaku menjadi kaisar?" Baru saja patriark Hauw datang, Ye Chen sudah menyemprotnya.


Patriark Hauw memandang yang lain, lalu menghela nafas dan berdiri. Baru saja hendak berbicara, Ye Chen mengangkat tangannya. "Coba lihat gayamu itu, kau tau aku tidak suka caramu memberi salam." Perkataan ini membuat patriark Hauw jadi tidak nyaman, dengan segera Ia meminta maaf dan kembali bersoja sambil berdiri.


Ye Chen memang tidak suka jika ada yang memberi salam atau menghormat secara berlebihan. Pikirannya sederhana, semua ras setara, apalagi sejak menjadi raja Iblis, ini semakin membuatnya tidak nyaman. Dia tidak lebih baik dari mereka.


Memang tidak semua ras Iblis yang jahat tapi Iblis tetaplah Iblis, semua hal yang buruk sudah sangat melekat dalam hati mereka.


"Sudahlah, sepertinya ada yang ingin kau katakan." ucap Ye Chen yang ingin segera pergi tapi mendengar kepentingan patriark Hauw terlebih dahulu.


"Sebelumnya maaf kalau aku mengatakan ini terlebih dahulu, aku sudah mendengar semuanya dan terus terang saya dan kami semua setuju tuan Ye menjadi kaisar dan memimpin kami semua." Ye Chen hanya membiarkan saja patriark Hauw berbicara panjang lebar, "Hanya itu?" tanyanya tidak sabar.


"Maaf tuan," kata patriark Hauw sambil menunduk. "Sekitar sebulan yang lalu, ada laporan munculnya hewan-hewan buas dan monster si sebelah Utara."

__ADS_1


__ADS_2