Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Menantang Duel


__ADS_3

Jawaban akan kebutuhan Ye Chen saat ini adalah sekte Pengobatan Ilahi, paling tidak, ada harapan dengan pergi kesana daripada harus mencari sediri di tempat yang asing ini.


Yun Shan tidak berbicara lagi, tuan kota lalu mengambil alih.


"Syarat untuk ikut dalam kompetisi kali ini adalah harus berusia di bawah tiga puluh tahun dan sudah berada di tingkat Suci. Sebelumnya, aku ingin memperkenalkan wakil kota Siang pada ajang ini."


Tuan kota mengalihkan pandangannya pada Ye Chen. "Namaku Ye Chen."


"Nah kalian sudah saling mengenal, aku pergi dulu. silahkan kalian semua mengenal satu sama lain dan oh ya kota Siang hanya akan diwakili oleh lima orang saja. Dua hari lagi kita bertemu di arena kota."


Sepeninggal tuan kota dan wakil sekte Pengobatan Ilahi, suasana di aula mulai riuh. Beberapa orang tampak saling berbincang dan ada juga yang menikmati hidangan.


Ye Chen pun tidak mau ketinggalan, hidangan ini bukan hidangan biasa, minumannya adalah air spiritual sedangkan makanannya dari hewan spiritual yang mengandung banyak sekali energi. Hidangan yang sangat mewah.


"Hei, namamu Ye Chen kan?"


Ye Chen tidak menyahut atau mengangguk, dia hanya menoleh sekilas dan terus melanjutkan makannya. Tidak peduli pada orang yang menyapa nya.


"Berani kau memandangku? apa kau tau siapa aku ha?"


"Bodoh." gumam Ye Chen sambil melangkah pergi.


"Tahan dia!" teriak pemuda ini. "Tak ada yang boleh pergi membelakangiku, Du Shang."


Lim orang lainnya bergerak menghadang Ye Chen, mereka adalah anak buah Du Shang.


Du shang adalah jenius keluarga Du, salah satu keluarga teratas di kota Siang. Reputasinya memang tidak begitu baik dan kerap membuat onar menggunakan nama keluarga nya. Kultivasinya sendiri di tingkat Suci tahap puncak, sama dengan Ye Chen saat ini.


"Berlutut dan minta maaf sekarang dan aku akan mempertimbangkan untuk melepasmu." hardik Du Shang lagi.


"Dasar anak manja." kata Ye Chen.


Aura kuat keluar dari Du Shang, selama hidupnya, tidak pernah ada yang mengatainya seperti itu. Sementara yang lain segera berkumpul melihat keramain.


"Siapa orang ini, berani sekali dia memprovokasi Du Shang."

__ADS_1


"Ya, apa di tidak mengenal siapa keluarga Du?"


"Anak ini akan tamat."


Du shang awalnya hanya ingin menyapa Ye Chen sekaligus ingin menunjukkan siapa dirinya namun, reaksi Ye Chen malah membuatnya malu.


Ye Chen juga tidak menyembunyikan tingkatannya karena tidak ingin menarik perhatian dari tuan kota. Meskipun Ye Chen tidak takut tapi lebih baik begitu untuk menghindari hal yang tidak perlu.


Kultivasi Ye Chen ini lah yang membuat Du shang ingin mengenalkan dirinya. Dia sudah menganggap dirinya salah satu wakil kota Siang.


Kalau mau berhitung, sebenarnya lima wakil ini sudah ditentukan secara tidak langsung karena hanya beberapa saja yang kultivasinya di tingkat Suci tahap puncak. Lagipula mereka sudah sering bertemu jadi sudah tau benar kekuatan masing-masing.


"Du shang! jangan membuat onar disini, apa kau tau dilarang berkelahi di aula kota?"


Seorang gadis cantik maju, dia adalah kecantikan kota Siang, Qin Zhu. Berasal dari keluarga Qin dan menjadi salah satu kandidat kuat. Keluarga Qin sendiri dikenal sebagai keluarga alkemis karena banyak generasinya yang menjadi alkemis, bahkan salah satu tetua di sekte Pengobatan Ilahi berasal dari keluarga Qin ini.


Ucapan Qin Zhu sebetulnya biasa saja, dia hanya mengingatkan Du shang tentang larangan bertarung di aula kota, tidak ada maksud lain. Sayangnya Du shang yang arogan tidak bisa menerimanya, dia tidak rela wanita yang dia kagumi membela musuhnya.


"Aku menantangmu duel. Jangan menjadi pengecut yang berlindung di balik wanita."


Kerumunan itu kaget bahkan Qin Zhu yang dingin itu juga kaget, tidak masalah kalau itu hari lain. Masalahnya dua hari lagi kompetisi akan dimulai, bukankah lebih baik menyiapkan diri? lagipula di sana masih ada perwakilan sekte, ini sama saja tidak menghargainya.


"Apa kau serius? aku tidak biasa memukul anak kecil." sahut Ye Chen, tetap tenang dan tidak terpengaruh sama sekali.


"Jangan katakan kau takut."


"baiklah kalau kau mau dipukul, aku juga sudah lama tidak memukul bocah manja." timpal Ye Chen.


Di arena, Du shang yang sudah menunggu menjadi semakin gusar, Ye Chen ini sangat santai dan berjalan perlahan, sama sekali tidak ada niat bertarung. 'Tunggu saja, akan kuhancurkan hidupmu.' ucap Du shang dalam hati dengan tatapan seolah ingin menelan Ye Chen hidup-hidup.


"hah, keluarga Du benar-benar percuma membesarkanmu."


"Mati!"


Seru Du shang, aura tingkat Suci puncak meledak di atas arena, dia mengerahkan seluruh kekuatannya. Maksudnya sangat jelas, ingin membunuh Ye Chen dengan sekali pukul.

__ADS_1


Sangat cepat, Du Shang tiba di depan Ye Chen hanya sekedipan mata, membawa tinju yang penuh dengan aura membunuh. Bahkan lapat-lapat bisa terdengar suara seperti raungan binatang buas.


"Berakhir sudah, anak tak akan selamat."


"Ya, seharusnya tidak mengiyakan ajakan duel ini."


Kembali ada diskusi di antara penonton, merasa sikap Ye Chen terlalu gegabah menghadapi Du Shang.


Siapa Du shang? dia adalah jenius kota Siang, tak ada yang berani memprovokasinya secara langsung, belum lagi kekuatan keluarga Du sebagai yang teratas.


Hanya segelintir orang yang bisa menahannya, dia adalah jenius di generasinya.


Namun yang ditunggu tidak pernah terjadi, tinju sepenuh tenaga dari Du Shang berhenti tepat di depan dada Ye Chen. Tampak Ye Chen menggenggam erat tinju itu, meredam kekuatannya.


"A-apa bagaimana mungkin!"


"Lihat! dia menahan serangan Du Shang."


Penonton pun menjadi heboh dan ngeri melihat kekuatan Ye Chen yang, sementara Du Shang menatap tidak percaya. Tinjunya seperti jatuh ke jurang yang dalam.


Bugh!


Ye Chen memukul perut Du Shang menggunakan enam puluh persen kekuatannya tanpa melepaskan tangan yang di pegang. Tidak ada fluktuasi energi dalam pukulan ini tapi dampaknya sangat merusak.


Du Shang langsung muntah darah, tubuhnya melengkung menahan sakit.


"Ka-kau berani memukulku... ?" ucapnya sambil menahan sakit.


Namun, Ye Chen tetap tenan dan tanpa ekspreai sama sekali, seolah penderitaan Du Shang bukanlah apa-apa. Lalu, dia melayangkan tinjunya lagi.


Hoeek!


Su Shang benar-benar tak sanggup menerima pukulan lagi, matanya mulai layu, organ dalam tubuhnya bergeser. Dia sangat menderita.


Orang yang nenonton tak kuasa menahan seruan kaget. Du shang dikalahkan hanya dengan satu pukulan, sangat kejam. Beberapa bahkan mengutuk Ye Chen karena tidak melepaskan lawannya yang sudah tidak berdaya.

__ADS_1


Tentu saja tidak semua merasa demikian, banyak juga yang tersenyum dan memaki Du shang dalam hati karena perlakuannya waktu dahulu.


__ADS_2