Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Menjadi Murid Terluar


__ADS_3

Bukan bermaksud tinggi hati, hanya saja Ye Chen tau seberapa besar bakat Yue dalam kultivasi Api, apalagi baru-baru ini dia mendapat pengakuan dari leluhur Phonenix di Menara Api.


Namun tetap saja, ini adalah sekte yang sangat besar. Penuh dengan orang-orang dari berbagai kalangan dan karakter, terlalu berbakat pasti akan menimbulkan rasa tidak puas dan iri hati dari orang lain dan sebagian orang lain ini pasti ada saja yang akan mencoba sesuatu yang tidak baik.


Tapi bakat juga akan sangat menentukan posisi di dalam sekte, dengan menunjukkan bakat kita saat penilaian, maka keberadaan kita akan terjamin.


Lalu tibalah saatnya, Yue akan mencoba menampilkan bakatnya.


Weng...


Bola kristal berdengung lembut, lalu bergetar dan akhirnya menampilkan cahaya yang terang. Kalau berhitung dari satu sampai sepuluh, maka bakat Yue berada di angka delapan.


Yue berhasil menjadi salah satu kandidat murid inti, dengan hasil ini langkah Yue akan menjadi lebih terang lagi.


Untuk lebih jelasnya lagi, ukuran terang cahaya ini dinilai dengan angka semakin tinggi angkanya semakin besar bakat yang dimiliki calon murid.


Angka satu sampai tiga menjadi murid terluar.


Angka empat sampai lima menjadi murid luar.


Angka enam sampai tujuh menjadi murid dalam.


Angka tujuh ke atas menjadi murid inti.


Dalam kasus Yue yang mencapai angka delapan ini, peluang menjadi murid inti sangat besar namun tentu saja dia harus menjadi murid dalam terlebih dulu sebelum menjadi murid inti karena murid inti harus kecuali ada kasus khusus.


Murid dalam harus melewati ujian lagi jika ingin menjadi murid inti.


Saat tiba giliran Ye Chen, bakatnya hanya mengambil angka tiga. Yue tidak kaget dengan hasil ini, dia tau Ye Chen pasti sengaja menekan bakatnya entah dengan cara apa.


Ini adalah tes satu-satunya untuk menentukan posisi calon murid, tak ada tes yang lain lagi. Namun, tes sesungguhnya adalah ketika menjadi murid, ada target-target tertentu yang harus diraih untuk mempertahankan posisi murid, kalau tidak, bisa saja seorang murid dalam akan diturunkan menjadi murid luar jika kultivasi nya selama waktu tertentu yang ditetapkan.

__ADS_1


Semua murid lalu di arahkan ke tempat masing-masing, sesuai posisinya.


"Kak Chen, bagaimana denganmu?" Yue tampak enggan berpisah.


"Tenang saja, aku baik-baik saja. Kamu fokus dan berlatih lah dengan baik."


"Tapi, murid terluar itu tidak tinggal di dalam sekte, apakah kamu akan baik-baik saja?"


"Haha ini bukan apa-apa, kamu tau sendiri aku tidak berencana untuk tinggal lama di sini."


Yue menatap Ye Chen dengan tatapan yang sulit di ungkapan, bukan masalah dimana nanti Ye Chen tinggal atau masalah apa yang akan di hadapinya tapi fakta bahwa Ye Chen akan pergi dari sekte lah yang membuat Yue merasa kurang bergairah.


"Jangan khawatir, aku pasti akan mencarimu. Tidak mungkin juga aku pergi dalam waktu dekat."


Seolah tau apa yang Yue pikirkan, Ye Chen mengatakan ini lagipula semua itu adalah kenyataan nya.


Sebelum itu dia harus mencari informasi mengenai alam ini, itu juga alasan Ye Chen menekan bakatnya untuk menjadi murid terluar.


Murid terluar tinggal di luar sekte dan melakukan perkerjaan kasar lainnya. Mereka lebih sering berhubungan dengan orang di luar sekte daripada sekte itu sendiri, kecuali saat penatua membuka pengajaran umum.


Seorang penatua memberi arahan kepada Ye Chen dan yang lain, lebih dari separuh calon murid yang ada pada hari menjadi murid terluar. Jumlahnya sangat banyak. Jumlah ini nantinya akan berkurang seiring persaingan di antara mereka, bahkan ada juga yang akhirnya keluar dan mencoba melamar di sekte-sekte kecil yang berada di bawah pengaruh sekte Api Abadi.


Ye Chen menempati sebuah bangunan asrama dan bertugas untuk mengatur tanaman sumber daya herba. Menanam, merawat dan mengantar nya ke sekte maupun ke Rumah Pil, bersama ribuan murid lainnya.


Lalu, muncul seorang pria yang berusia sekitar tiga puluh an. Dia adalah senior He, yang bertanggung jawab mengatur kelompok ini.


"Jangan berkecil hati, bekerjalah dengan rajin dan tingkatkan kultivasi kalian. Suatu hari nanti kalian pasti akan menjadi murid luar lalu murid dalam dan akhirnya kesempatan untuk menjadi murid inti juga akan datang."


"Asal kalian tau, sudah banyak dari kelompok ini yang berhasil meningkatkan kekuatannya dan menjadi salah satu pilar sekte."


"Ingatlah untuk tidak berkecil hati."

__ADS_1


Seniornya He berbicara dengan lantang, semangat yang Ia bagikan dengan cepat menggugah para murid ini.


Hanya Ye Chen yang tidak tergugah.


Memang betul semua ini dapat tercapai dan dia juga tidak meremehkan bakat seseorang karena tidak jarang bakat yang kecil pada akhir nya berhasil besar dan menjadi kultivator ulung.


Tapi berapa banyak?


"Hais orang-orang ini hanya terlena." batin Ye Chen sambil menggeleng.


"Hei! kenapa kamu menggeleng kan kepalamu? Apa kamu meragukan kata-kata ku?"


Ye Chen tersentak, Ia tidak mengira hal sepele yang Ia lakukan akan menarik perhatian senior He.


"Ah maafkan aku. Aku tidak bermaksud begitu, aku hanya berpikir aku terlalu lemah dan tidak mungkin mencapai tingkat yang senior He katakan."


Senior He tidak berbicara lagi, Ia juga terlalu malas melanjutkan masalah ini. Dia tidak mau membuang-buang waktu terlalu lama mengurus para murid ini.


Tampil dan berbicara singkat untuk mengenalkan diri sudah cukup. Dia adalah peringkat seratus terbaik dalam jajaran murid luar dan ditugaskan menjadi senior di di murid terluar, cukup baginya untuk muncul sesekali dan sisanya akan diteruskan oleh wakilnya.


"Baiklah, ketua Bong se yang selanjutnya akan mengatur semuanya." sambung senior He sebelum turun dan pergi entah kemana.


Sesuai dengan pengaturan ketua Bong Se, Ye Chen akan bertugas di bagian perawatan tanaman herbal namun dia tentu saja tidak puas dengan hasil ini, sampai kapan dia mendapatkan informasi kalau tiap hari harus berurusan dengan tanah.


"Aku harus bisa menukar posisi ini." ucapnya dalam hati. Targetnya adalah menjadi petugas akomodasi, tugas ini mengantar tanaman herba ke Rumah Pil, dengan begitu, kesempatan untuk mencari informasi di luar sekte akan lebih besar.


Suatu hari, Ye Chen berhasil menemui ketua Bong Se dan menawar posisi.


"Ketua Bong, anda terlihat lelah hari ini. Bagaimana kalau aku mentraktir anda minum?" kata Ye Chen dengan senyum penuh makna.


"Jangan sembarangan, aku tau maksud orang-orang seperti mu." ketua Bong Se sama sekali tidak memberi perhatian, Ia sudah hafal cara-cara seperti ini. Bukan tidak mau, tapi sudah sudah ada beberapa yang datang terlebih dahulu dan menawarkan keuntungan yang lebih baik dari sekedar minum-minum.

__ADS_1


"Bagaimana kalau ku masukkan ke penjara kegelapan saja? apakah itu lebih efisien?"


Ye Chen mulai menimbang ini dalam pikirannya, Ia tak keberatan sama sekali.


__ADS_2