Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Hukum di Dalam Hukum


__ADS_3

Ye Chen hanya melambai sedikit, membuat tombak kecil dari kabut hitam itu tertahan sebagian dan sisanya yang masih sangat banyak menghantam Ye Chen.


Ketika debu yang terbang oleh tombak-tombak kecil itu menghilang, sosok Ye Chen masih baik-baik saja, berdiri dengan senyum meremehkan serangan Usopp.


"Penjara kehampaan."


Udara menghilang dalam radius seratus meter dan waktu seolah berhenti ketika Ye Chen menggabungkan penjara kegelapan dengan kehampaan.


"Ap-apa ini, kenapa aku tidak bisa bergerak? aah... Ye Chen hentikan, hentikan!"


Belum habis rasa terkejut Usopp ketika serangannya diterima begitu saja oleh Ye Chen, kini muncul sebuah kurungan besar yang tak kasat mata. Di dalamnya, waktu seolah berhenti dan Ia tak bisa bergerak dengan leluasa.


Ye Chen menarik tangannya, mempersempit penjara kehampaan agar lebih mudah mengontrol nya. Area yang awalnya seratus meter itu kini hanya selebar dua meter saja dengan.


"Nah kau tunggulah disitu baik-baik, sebentar lagi aku akan kembali."


"Ye Chen...! kubunuh kau."


"Hehe nanti saja kalau kita bertemu lagi, mungkin kau bisa sesumbar. Ada satu lagi yang harus kulakukan."


Perbedaan penjara kegelapan dengan penjara kehampaan yang baru saja Ye Chen ciptakan adalah tempatnya.


Jika penjara kegelapan berada dalam dan sepenuhnya dikontrol oleh kekuatan jiwa Ye Chen makan penjara kehampaan berada di luar dan tidak perlu dikontrol karena itu adalah ruang hampa.


Ye Chen berdiri di depan pilar, mengamatinya sebentar lalu melayang mengikuti pilar sampai ke lubang hitam.


Ini masih terhitung beruntung karena pilar itu belum selesai, saat pilar di aktifkan, kekuatannya hanya sekitar enam puluh persen sehingga lubang hitam yang dihasilkan juga tidak terlalu besar. Meski begitu, ratusan hewan iblis telah keluar dari sana.


Tiba di tepi lubang hitam, Ye Chen membunuh semua hewan-hewan iblis yang masuk lalu Ia sendiri keluar dari sana.


Di luar lubang hitam adalah alam kehampaan, namun itu masih dibatasi oleh dinding sehingga area itu tidak benar-benar hampa. Ye Chen yang tadinya berpikir hewan-hewan iblis datang dari kehampaan segera menepisnya, mereka tetap saja datang alam lain dan sama sekali tidak bersentuhan dengan kehampaan.


"Bagaimana kalau aku keluar dari sini? bisakah aku masuk lagi?" gumam Ye Chen, energi kehampaan sangat menggoda, kekuatannya sangat besar dan satu-satunya cara untuk menyerapnya adalah dengan berada langsung di sana.


Tapi sebelum itu Ye Chen harus berpikir cara untuk kembali. Jalan satu-satunya adalah melalui lubang hitam ini lagi.

__ADS_1


"Kalau tidak dicoba, aku tak akan pernah tau."


Ye Chen mulai membuat persiapan, mula-mula Ia membuat sebuah portal di bawah pilar untuk berjaga-jaga lalu membuat sebuah lagi di dinding penghalang lubang hitam. Satu-satunya yang mengganggu adalah hewan iblis yang terus memukul atau penghalang yang dibuatnya untuk mencegah mereka masuk lagi.


Swosh...


Tanpa ragu, Ye Chen melompat ke dalam portal dan langsung membawa nya di alam kehampaan.


"Energi ini terlalu kuat."


Bahkan setelah memahami hukum kehampaan, Ye Chen harus tertekan sebelum bisa membiasakan diri di dalamnya.


Beberapa saat kemudian, Ye Chen telah terbiasa, pori-porinya mulai bisa bernafas tanpa hambatan.


Ye Chen membuat eksperimen kecil, membuat api di dalam ruang hampa tapi ternyata api itu tidak bisa menyala ketika Ia melepas dari tangannya. itu hanya bisa menyala jika tetap berada di dalam tangannya.


"Jadi... oh ternyata begitu ... "


Memahami sesuatu yang baru itu memang tidak gampang, untungnya Ye Chen memang cerdas dan cepat mengambil keputusan yang tepat.


"Baik, kita coba dulu." kata Ye Chen sambil melepas hewan iblis itu dan membakarnya. "Memang butuh bahan bakar." Ye Chen kembali bergumam namun kali ini senyum kecil muncul di bibirnya.


Setelah menyegel pintu masuk hewan-hewan iblis dan menghancurkan pilar. Ye Chen kembali ke tempat di mana Ushop terkurung.


Sementara itu di dimensi lain, sosok yang mirip sekali dengan Ushop berulang kali menggeram marah.


"Terima kasih sudah menunggu." ucap Ye Chen sambil tersenyum.


"Persetan! cepat lepaskan aku."


"Oh? aku kira kau tadi sudah kabur duluan hehe."


"Kau... "


"Apa kau pikir kau bisa menipuku? aku tau kau iji hanyalah pecahan jiwa aja. Oh ya aku menemukan sesuatu yang menarik di atas sana."

__ADS_1


Senyum misterius muncul di wajah dingin Ye Chen saat mengatakan ini, lalu, Ia membuka telapak tangannya dan memunculkan api merah darah.


"Ap-apa yang akan kau lakukan?"


Keringat dingin turun dari dahinya, dia bisa menebak apa yang akan Ye Chen lakukan. Dia tau dia tidak mari tapi tubuh aslinya pasti akan terluka parah.


Dengan wajah dingin, Ye Chen melempar api itu ke dalam penjara dan langsung membakar Ushop.


Teriakan Ushop menggema, ia dibakar hidup-hidup oleh Ye Chen. Ushop sampai menggelepar di tanah, berulang kali Ia juga berubah menjadi kabut hitam tapi itu tidak ada gunanya, api itu terus membakarnya, menjadikannya bahan bakar.


"Jangan banyak bergerak, aku masih harus memastikan sesuatu." ucap Ye Chen ringan. Ushop hanya bisa menggertakkan giginya di dimensinya.


"Penjara apa yang bocah ini buat? aku bahkan tidak bisa lolos dari sana."


Kalau penjara biasa yang dibuat dari aray, mungkin Ushop bisa kabur atau memukul hancur perisai aray. Namun, ini adalah penjara ini dasarnya adalah penjara kegelapan yang beresonansi langsung dengan kekuatan jiwa Ye Chen.


Penjara yang tercipta saat Ye Chen ditasbihkan menjadi raja iblis, lagipula Ushop yang sekarang hanya pecahan jiwa yang kekuatan nya tidak lebih empat puluh persen dari kekuatan sejatinya.


Poin paling penting nya adalah ini adalah penjara hampa, tak ada satu pun makhluk hidup yang bisa hidup di dalam alam kehampaan, kecuali Ye Chen yang sudah memahami hukum kehampaan.


"Klon Bayangan."


Ye Chen bergumam pelan, sedetik kemudian tubuhnya memecah menjadi dua dan masuk ke dalam penjara kehampaan.


Tidak hanya masuk saja, Ye Chen juga memukul dan menendang Ushop. Sampai Ushop tewas, terbakar habis.


Sementara itu, Ye Chen dengan santai menghilangkan klonnya dan tersenyum ringan. "Hukum api di dalam hukum kehampaan. Perjalanan ini sungguh tidak sia-sia." gumamnya.


Sedangkan Ushop di dimensinya memuntahkan seteguk darah hitam, dia terluka parah dan membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh.


Ini adalah penjara jiwa, bukan hanya fisik yang akan terluka tapi juga jiwa yang terperangkap di dalamnya.


"Ye Chen, tunggu pembalasanku."


"Ya, ya, ya... semoga lekas sembuh."

__ADS_1


Ye Chen menjawab acuh pada kesadaran Ushop yang masih tersisa.


__ADS_2