Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Arak Yang Istimewa


__ADS_3

Pemandangan dari atas terlihat sangat indah, mereka terbang tinggi dengan kecepatan sedang. Meskipun Ye Chen sudah sering terbang bersama Rajawalinya tapi tetap saja ia takjub.


Siluman burung yang Ye Chen naiki terbang paling belakang sejajar dengan satu siluman burung lain. Tiga siluman burung lain berada di depan, satu paling depan yang di naiki pelindung kota dan dua terbang di sisi kanan dan kiri agak kebelakang.


Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar dua minggu, jumlah peserta dari kota Kenanga adalah tujuh orang.


Ye Chen duduk bersama dua orang peserta pria, angkatan muda dari sebuah sekte di kota Kenanga.


Setiap peserta di batasi usia, tidak lebih dari tiga puluh tahun dengan basis kultivasi minimal tingkat Emas.


Kultivasi kedua orang ini sama dengan Ye Chen, sama-sama berada di tingkat Bumi tahap menengah.


Mereka adalah salah satu kebanggaan kota Kenanga, berusia dua puluh lima tahun dengan basis kultivasi tingkat Bumi. Sudah termasuk jenius.


"Coba liat anak itu, kampungan sekali, pasti dia baru pertama kali naik siluman burung." kata seorang pria kepada temannya.


"Sudah biarkan saja. Apa kau tau, dia adalah wakil dari paviliun Teratai. Kau tidak takut?"


"Cih takut apa, sayang sekali kita berada di tim yang sama, kalau tidak, sudah kutampar anak itu. Lihat saja, sejak berangkat dia selalu mencuri pandang nona Lu. Hatiku jadi panas."


Ye Chen tentu saja mendengar semua obrolan mereka, namun Ia hanya tersenyum. orang-orang ini kalo tidak diberi pelajaran tidak akan pernah berhenti pikirnya.


Rombongan ini melakukan perjalanan dengan santai, tidak terburu-buru. Pelindung kota sengaja berangkat lebih awal untuk membuat para peserta bisa menikmati perjalanan, agar pikiran mereka tidak terlalu tegang nantinya.


Baru empat hari perjalanan, pelindung kota memberikan perintah untuk turun beristirahat. Di sebuah tanah lapang di pinggiran hutan.


"Kalian bebas melakukan apa saja, tapi ingat jangan masuk terlalu jauh ke dalam hutan." kata pelindung kota setelah semua tenda dibangun.


Masing-masing peserta mulai melakukan aktifitasnya, para penarik atau kusir siluman burung yang rata-rata hanya di tingkat perak bergabung bersama. Mulai mengurus siluman burung, mulai dari membersihkan sampai memberi makan.


Seorang menghampiri Ye Chen, Ia adalah kusir siluman burung dari paviliun Teratai. Tentu saja Ia harus melayani Ye Chen sesuai perintah ketua Gu.


"Tuan," katanya menyapa Ye Chen. "Apa tuan memerlukan sesuatu?"


"Tidak paman," jawab Ye Chen. "Aku hanya ingin tau, apa kau mengenal dua orang yang bersama kita?"


Pria paruh baya mengangguk lalu berkata, "Tentu saja tuan, mereka berdua adalah tuan muda dari sekte Angin Petir. Mereka adalah jenius kota Kenanga. Sikap mereka memang begitu tuan, terlalu sombong, hah padahal mereka menumpang pada kita tapi masih bersikap tidak tau diri.

__ADS_1


Pria yang bertugas sebagai penarik atau orang yang mengemudikan siluman burung ini sekaligus bertindak menjadi pengawal Ye Chen meminta maaf tidak bisa berbuat apa-apa.


"Tidak apa paman, biarkan saja. Oh ya aku akan tidur bersama, tunggulah sebentar biar aku yang pergi berburu."


Tanpa menunggu jawaban, Ye Chen melesat masuk ke hutan mencari hewan buruan.


Di tengah hutan, bukan hewan buruan yang Ye Chen temukan melainkan Lu Jia Li yang sedang berlatih dengan kakeknya Lu Peng.


Karena tertarik, Ye Chen pun mendekat, tidak seperti dulu saat pertama kali melihat Lu Jia Li berlatih, waktu itu Ye Chen mengintip saja, tapi sekarang Ia secara terang-terangan datang. Bukan menyapa hanya penasaran, mungkin berlatih jurus selanjutnya pikirnya.


Suara latihan menarik para peserta lain mendekat, apalagi disitu ada pelindung kota, semakin menambah minat yang lain, mungkin saja bisa mendapat petunjuk dari pelindung kota.


Melihat ini pelindung kota berdiri dari tempatnya, "Jia Li, berhenti dulu, ajak semua temanmu ikut berlatih."


"Baik." Tidak lama berkumpullah semua peserta, kecuali Ye Chen.


"Hei kau! kenapa tidak ikut berkumpul, bukankah kau peserta juga?" panggil pelindung kota.


Ye Chen yang bersiap pergi menoleh karena merasa dipanggil.


"Aku lapar, silahkan tuan lanjutkan aku hanya lewat saja." kata Ye Chen sambil terus melangkah pergi.


Pelindung kota hanya melihatnya saja tanpa memanggilnya lagi, hanya berpikir sepertinya pernah melihat Ye Chen tapi entah dimana.


"Kakek, siapa orang itu? gayanya sangat menyebalkan." Lu Jia Li yang berhenti berlatih menghampiri bertanya pada kakeknya, pelindung kota.


"Kalau tidak salah dia salah adalah wakil paviliun Teratai, sudahlah lanjutkan saja berlatih dengan yang lain."


Meskipun yang lain sudah tidak mempermasalahkan kejadian ini tapi tidak bagi dua orang, mereka adalah wakil dari sekte Angin Petir.


"Kakak bagaimana menurutmu?" tanya yang termuda dari dua orang ini.


"Bagaimana apanya, tentu saja kita akan beri dia pelajaran, tunggu saja." ucap yang tertua geram.


Ye Chen kembali ke tenda setelah mendapat hasil buruan dan membakarnya bersama lima orang penarik siluman burung yang segera bertambah menjadi dua orang yang ikut bersama rombongan.


"Tuan, hati-hati sepertinya dua orang itu tidak suka dengan tuan. Aku merasa mereka akan melakukan sesuatu terhadap tuan." Yang berbicara ini adalah pelayan Ye Chen dari paviliun.

__ADS_1


"Biar saja, jangan pedulikan mereka." Ye Chen berkata acuh lalu mengeluarkan arak istimewanya yang Ia racik sebelum berangkat.


"Ayo semua, jangan sungkan anggaplah ini adalah hadiah dariku."


Tidak tanggung-tanggung, tiga kendi besaryang agak besar Ye Chen keluarkan dari dimensi cincinnya.


Segera saja aroma arak wangi dan daging bakar tercium sampai ke tenda lain.


Pelindung kota dan para peserta yang telah selesai berlatih tertarik juga dengan aroma ini.


Menghirup aromanya saja sudah bisa menghilangkan penat dan lelah setelah berlatih.


"Tuan terima kasih arak anda sungguh istimewa."


"Iya betul, aku bahkan lebih segar dari hanya mencium aromanya."


Ye tersenyum, "Ayo habiskan semuanya, tenang saja arak ini tidak akan membuat kalian mabuk, asla tidak banyak haha...." kata Ye Chen.


"hahaha tuan muda memang hebat."


"Ah sungguh sayang, istriku tidak ikut, kalau saja ada...."


"Hhe memangnya kau kuat? bukankah kau sering mengeluh hahaha...." sahut yang lain.


Suara gelak tawa dan canda mereka kembali terdengar, pelindung kota yang merasa penasaran akhirnya datang juga.


"Oh tuan pelindung, silahkan...." sambut Ye Chen mempersilahkan pelindung kota duduk. "Apa anda juga ingin mencicipi arak ini?"


"Namamu Chen kan? apa yang kau lakukan, kau tau sangat berbahaya jika mereka semua mabuk?" tegur pelindung kota.


"Tenang saja mereka tidak akan mabuk, nah silahkan tuan pelindung juga mencoba arak ini."


Aroma arak segera tercium begitu tutup kendi dibuka, membawa perasaan nyaman dan segar. mau tidak mau, pelindung kota takjub, tidak pernah ia melihat arak yang seperti ini.


Tanpa pikir panjang, Ia menenggak tiga gelas langsung.


Tidak lupa, Ye Chen memberikan satu kendi kecil untuk peserta yang lain yang juga penasaran.

__ADS_1


__ADS_2