
"Patriark, tunggu sebentar, aku ada sedikit masalah. Bisakah anda mengobati para murid yang terlilit benang api?"
"Benang api?"
Lalu, wakil pimpinan sekte menceritakan kejadian saat membuka domain ujian.
"Benarkah? sudah kuduga, anak itu tidak biasa. bahkan teknik Cambuk Api sudah Ia kuasai sampai ke tingkat itu."
"Tidak masalah, tapi seperti yang kau tau sendiri, butuh waktu yang tidak sedikit agar mereka kembali pulih pada puncaknya."
"Aku tau." sahut wakil pimpinan sekte.
"Baiklah, berikan masing-masing pil ini pada mereka."
Patriark sekte lalu melambai, mengeluarkan sebotol pil dan sebuah token. "Panggil Ketua Bong, gunakan token ini untuk membuka kolam jiwa dan kirim mereka ke dalam."
Teknik Cambuk Api pada tingkatan yang Ye Chen kuasai sudah pada taraf sempurna, yaitu merubah dan memecah cambuk api menjadi benang api yang bisa mengikat lawan.
Benang api ini bukan saja mengikat lawan untuk tidak bergerak tapi juga secara perlahan mengikis energi jiwa.
Sehingga sangat sulit untuk pulih kembali kecuali memperbaiki jiwanya dan kolam jiwa yang ada di sekte adalah tempat untuk memulihkan jiwa yang terluka atau terkikis. Kolam jiwa sendiri tidak sembarang bisa dibuka, selain membutuhkan token yang hanya dimiliki patriark sekte, itu juga butuh seorang tetua lain untuk menstabilkan ruang di dalamnya.
Wakil pimpinan sekte sendiri tidak heran kenapa patriark meminta ketua Bong untuk membantunya, alih-alih meminta tetua lain.
Alasannya adalah karena ketua Bong dekat dengan Ye Chen.
Jika tetua lain yang diminta, mungkin akan berpengaruh dengan Ye Chen, mengingat sebagian besar dari mereka sempat bersitegang dengan Ye Chen.
__ADS_1
Maksud lainnya jelas, yaitu patriark juga mengharapkan Ye Chen dan Yue bisa masuk ke dalam kolam jiwa juga tapi ini dari pintu yang lain.
"Baik." ucap wakil pimpinan patuh.
Waktu berlalu dengan cepat, para murid yang berada di dalam Kolam Jiwa telah keluar, meskipun belum ada yang pulih sampai sepenuhnya tapi paling tidak mereka sudah jauh lebih baik.
Bagaimana pun, jiwa yang terluka tidak gampang disembuhkan, butuh beberapa metode khusus dan sumber daya yang tidak sedikit.
Hari itu adalah giliran Ye Chen dan Yue yang akan memasuki Kolam Jiwa dengan status menjadi wakil sekte.
Ini sudah menjadi aturan sekte.
"Senior, silahkan masuk." sambut Ketua Bong.
"Tunggu dulu, ini sebetulnya tempat apa?" Ye Chen memang tau pentingnya kekuatan jiwa seorang kultivator tapi tidak pernah benar-benar secara khusus melatihnya sendiri.
"Kolam Jiwa adalah tempat untuk mengkultivasi jiwa dan memperbaiki jiwa ... "
"Baiklah, begitu juga bagus." gumam Ye Chen, Ia lalu berpaling ke arah Yue dan mengajaknya masuk bersama. "Adik Yue, ayo masuk."
"Siap kakak Chen."
Balas Yue dengan penuh semangat sambil merangkul lengan Ye Chen, sama sekali tak ada rasa sungkan di depan ketua Bong. Sementara Ye Chen hanya diam saja, dia terlalu malas memperhatikan hal-hal kecil begitu.
Kalau orang senang melakukannya, kenapa tidak? begitu kira-kira pikiran yang ada di dalam kepala Ye Chen.
Kolam Jiwa, itu adalah sebuah kolam yang tidak seberapa luas namun ada sesuatu di sana yang membuat perasaan tertekan, ada rasa yang tidak bisa dibayangkan berkumpul.
__ADS_1
"Jadi ini Kolam Jiwa?" gumam Ye Chen, lalu Ia melirik Yue dan menyuruhnya masuk ke dalam kolam. "Tapi Kak Chen, dari yang aku dengar, kita tidak perlu masuk ke dalam."
"Lalu, harus dimana?"
"Kita bisa duduk di pinggir kolam."
"Duduk di pinggir?"
Ye Chen tak habis pikir, dari yang dapat Ia rasakan, konsentrasi energi ada di dalam kolam. Lalu kenapa harus duduk di pinggir kolam yang kekentalan energinya sangat tipis itu?
Namun Ye Chen juga tak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihat Yue sudah duduk di pinggir kolam dan mulai mengkultivasi jiwanya dengan tenang.
Dia sendiri tanpa ragu masuk ke dalam kolam dan mulai duduk dengan tenang.
Air di dalam kolam hanya sebatas pinggang saat Ia duduk di sana.
"Kakak Chen.... "
"Yue?"
Ye Chen terkejut mendengar rintihan Yue yang dalam, Ia segera menghentikan kegiatan nya dan melompat dan menghampiri Yue.
"Adik Yue, anda harus kuat. Kalahkan sisi gelap mu."
Ye Chen berbicara dengan pelan, suaranya seperti getaran yang kuat namun lembut mengalir di dalam kesadaran Yue.
Jiwa itu bisa berkultivasi, namun tidak semua sanggup melakukannya. Ini seperti menguatkan tubuh fisik sehingga kulit daging dan tulang bisa menahan sebuah pukulan mengerahkan kekuatan Qi.
__ADS_1
Ada banyak kultivator maupun sekte yang secara khusus melatih kekuatan jiwa dan memainkan peranan besar dalam setiap pertempuran.