Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Gundukan Makam


__ADS_3

Hutan Mati ini sangat luas, butuh dua hari perjalan penuh sampai Ye Chen dan Hong Shin tiba di tempat yang Lanlan tunjukkan. Begitu mereka sampai, sudah banyak orang yang juga berada di sana, hampir setengah dari jumlah kultivator yang masuk berada di sini.


Di depan Ye Chen saat ini terdapat sebuah reruntuhan, satu-satunya bangunan yang tersisa adalah sebuah gundukan tanah berdiameter lima meter. Warisan asli pasti ada di bawah gundukan ini karena tidak mungkin ada sesuatu di atas gundukan ini.


"Senior, kita datang terlambat."


Hong Shin tidak salah, bisa dilihat dari orang-orang yang ada di sana hanyalah orang-orang yang auranya tidak begitu kuat. Berada di tingkat kultivasi yang sama namun, aura kekuatan pasti bisa sangat berbeda dan inilah yang Hong Shin rasakan.


Tidak mungkin tempat yang sarat akan aura kental ini tidak menarik minat banyak orang.


Dan Hong Shin tidak salah, para pemimpin kelompok sudah berada di dalam gundukan, masing-masing membawa beberapa anak buahnya sementara sisanya berjaga di luar. Karena gundukan ini kecil dan diperkirakan ruang di dalamnya tidak bisa menampung banyak orang maka ada kesepakatan tak tertulis sebelumnya bahwa hanya pemimpin dan beberapa pengikutnya yang berhak untuk masuk.


"Tidak masalah, ayo kita masuk." Tidak ada kata terlambat, pikir Ye Chen. Kalau pun nanti harus membunuh di dalam sana, Ye Chen juga tidak keberatan. Kesempatan ini adalah sekali seumur hidup, tidak mungkin dia melewatkannya begitu saja.


Lagipula di dalam sana ada sesuatu yang bisa membantu Lanlan dan pasukannya dan mungkin akan ada peluang lain yang bagus untuknya.


"Sobat, tunggu dulu. Kalian mau kemana?"


Sekelompok pria menghadang Ye Chen dan Hong Shin ketika akan memasuki gundukan itu. Yang belakangan diketahui adalah sebuah makam.


"Kalian tidak bisa masuk ke dalam sana.."


"Ya, itu benar. Tidak sebelum yang lain keluar dan setelah itu kami yang akan masuk."


Ye Chen melihat orang-orang ini, mereka ini bodoh atau apa? bisa-bisanya mereka sampai berpikir begitu. Yang masuk terlebih dahulu pasti akan mengambil semua peluang, memang ada orang uang begitu bodoh menyisakan hal baik di tempat seperti ini?


"Hong Shin, aku terlalu malas berbicara dengan orang bodoh. Tangani mereka, bunuh kalau otaknya tidak bisa diperbaiki."

__ADS_1


Hong Shin mengangguk, dia pun berpikir sama dengan Ye Chen.


"Siapa yang kamu bilang bodoh hah?"


Sambil melangkah mendekati sekelompok orang Ini, Hong Shin tersenyum dan berkata, "Sobat kalian memang bodoh. Untuk apa menunggu di sini? aku yakin di dalam sana peluang nya lebih baik."


"Masa bodoh. Kami dari Api Langit, akan berjaga di sini sampai pemimpin kami keluar."


"Ya, itu benar. Kami juga akan menunggu pemimpin kami keluar."


Sekte ini lagi, sekte ini namanya saja yang terdengar hebat? murid-muridnya bahkan tidak bisa berpikir.


"Terserah kalian, tapi aku dan seniorku akan tetap masuk." Hong Shin kehabisan kata-kata, percuma berbicara dengan orang-orang ini. Kemudian Hong Shin lalu berbalik dan berjalan kembali ke depan pintu masuk makam dimana Ye Chen berdiri. Namun, indra spiritual Hong Shin bekerja maksimal, tangannya terkepal, siap memukul siapa pun yang bergerak ke arahnya.


Ini bukan waktunya bertempur di sini, mereka harus masuk secepatnya, mengingat mereka sudah ketinggalan jauh. Namun, Hong Shin juga tidak menolak kalau harus bertarung.


Hong Shin yang memang telah menunggu momen ini juga tidak ragu, tinju yang sudah dia persiapkan sebelumnya pun melesat, menghadang pukulan lawan. Apa yang salah di sini adalah tinju Hong Shin dilakukan dengan persiapan yang matang sementara lawannya yang memandang rendah Hong Shin tidak.


Akibatnya pria dari sekte Api Langit ini terpental jauh dan memuntahkan seteguk darah, dia terluka parah.


"Kamu memukulnya!"


"Bukan hanya dia tapi kamu juga." Sedetik kemudian Hong Shin telah bertarung sengit. Melepaskan semua yang dimilikinya.


Namun Hong Shin bukanlah lawan orang-orang ini, sebuah pukulan telak bersarang di dadanya. Membuatnya terluka parah. Dia bukanlah Ye Chen yang bisa melawan banyak musuh pada tingkatan yang sama.


Sementara itu Ye Chen masih tetap diam, berdiri di depan pintu masuk. Alasan kenapa dia tidak membantu Hong Shin adalah karena Hong Shin harus menambah pengalaman bertempur nya. Berada di antara hidup dan mati bisa membuat seseorang mengeluarkan potensi terbaiknya dan tentu saja akan memperkokoh pondasi seorang kultivator.

__ADS_1


Alasan lainnya adalah Ye Chen merasakan ada aura yang cukup familiar dari dalam makam.


"Kak, kakak, pria itu terluka? biarkan aku keluar, esensi darah orang ini sangat baik."


Suara Lanlan menyadarkan Ye Chen, "Tidak, jangan, kamu tenanglah di dalam sana. Aku akan mengirim mereka." Lanlan ini adalah salah satu kartu truf Ye Chen, tentu saja dia tak mau menggunakannya begitu saja.


"Senior, maafkan aku."


"Itu tidak perlu. pulihkan dirimu dulu," Hong Shin hanya berhasil mengalahkan dua lawan, satu tewas sedangkan yang lainnya terluka parah. "Jangan khawatir, tunggu aku kembali."


"Haha sekarang kamu tahu akibatnya karena menyinggung kami. Satu lagi, kamu ju ..."


Bam!


Belum selesai pria itu berkata, sebuah pukulan keras menghantam dadanya. Tulang dadanya patah. Kemudian, Ye Chen terus bergerak di antara kelompok ini dan membuat mereka semua tidak berdaya.


"Karena kalian yang meminta, maka jangan salahkan aku." Ye Chen mengambil semua cincin penyimpanan dan mengirim puluhan orang ini ke dalam Penjara Kegelapan.


Mengirim orang ke dalam Penjara Kegelapan tidak bisa dilakukan begitu saja. Paling mudah ialah membuat lawan terluka dan berdaya atau kultivasi nya di bawah Ye Chen tapi karena orang-orang ini terlalu banyak maka mereka harus dilumpuhkan terlebih dahulu.


Meskipun terluka parah, namun orang-orang ini masih hidup. Ketika mereka di kirim ke dalam Penjara Kegelapan, mereka kaget dan tidak bisa bernafas dengan baik. Bayangan kematian seolah-olah berada tepat di depan mata.


Ini menjadi lebih nyata ketika Lanlan dan Pasukan Kegelapan datang menghampiri mereka. "Kakak, terima kasih." Lanlan tersenyum manis. Esensi puluhan orang ini akan sangat membantu kultivasi nya.


Di luar, Ye Chen memberikan petunjuk pada Hong Shin. Menyerahkan teknik beladiri yang didapatnya di alam Elemen. Teknik tingkat tinggi tipe angin. "Pergi dan carilah sebuah tempat untuk berkultivasi, aku akan mencarimu setelah keluar dari makam ini."


"Baik senior." Hong Shin tau saat ini dia hanya akan menjadi beban dan menerima arahan Ye Chen dengan senang hari.

__ADS_1


Kemudian, Ye Chen pun menghilang ke dalam makam.


__ADS_2