
pedang hitam terhunus, langkah angin puncak terpasang.Ye Chen melesat membagi serangannya terhadap dua orang tingkat Suci awal yang menyerangnya dengan pedang Qi.
Ia bertarung tanpa memberikan kesempatan lawannya membalas atau lebih tepatnya tidak bisa membalas karena entah kenapa gerakan mereka yang semakin lama semakin kaku.
Baojing yang melihat pertarungan ini tersadar, ternyata Ye Chen bukan lari dari pertarungan di arena tapi sengaja memancingnya kesini, dengan kata lain menyiapkan jebakan untuknya.
Begitu juga kultivator yang sekarang dihadapinya. Merekapun sama, terjebak dalam formasi yang Ye Chen tinggalkan.
"Jadi ini semua telah tuan rencanakan? tuan memang hebat." gumamnya bangga.
Lawannya hanya dua orang, karena terjebak formasi waktu dan kabut beracun, maka sebentar saja Ye Chen telah dapat membereskan mereka.
"Tuan, coba lihat, mereka adalah kelompok yang menginginkan kematian tuan."
Mereka anggota sekte Pedang Langit batin Ye Chen "Oh ya menurutmu bagaimana dengan patriark Jun, apa kau tau sesuatu?"
"Dia orang baik, aku yakin di bersih. Hanya saja Ia sudah tidak terlalu mencampuri urusan sekte, jadi kebanyakan murid sekte berbuat semaunya."
Ye Chen mengusap cincin hijaunya sambil mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti dan berpikir. "Sebenarnya...
Ye Chen memberikan bertanya banya hal lagi kepada Baojing, Ia awalnya tidak terlalu peduli tapi melihat ada yang menghadangnya dengan niat membunuh, mau tak mau Ye Chen harus mengetahuinya.
"Beberapa pertanyaan tuan dapat kujawab, tapi maaf yang lainnya tidak bisa. Meskipun aku sangat ingin mengatakannya."
"Katakan saja apa yang bisa kau katakan." ucap Ye Chen tak sabar.
"Untuk asal tuan, kita dan yang lain, aku hanya bisa mengatakan bahwa kita semua bukan berasal dari alam ini. Dimensi yang tuan lihat adalah tempat tinggal kita yang lain. Aura hitam atau uap hitam aku tak bisa mengatakannya, hanya bisa berkata itu memang milik kita."
"Hais sama saja kau tak memberitahukan apa-apa kalau hanya itu." Meski begitu Ia tak memaksa Baojing mengatakan lebih jauh.
"Tuan, karena sekarang aku akan mengikuti anda, maka aku tak membutuhkan benda ini lagi." Baojing mengambil sesuatu dari dalam dadanya, ini membuat Ye Chen kaget dan lebih kaget lagi karena luka di dada Baojing pulih dengan sendirinya, lukanya menutup dengan sempurna.
Ye Chen mengalihkan pandangannya dan menatap benda hitam berbentuk segi lima di tangannya. benda ini memancarkan aura hitam yang sama seperti artefak pangeran kegelapan. "Apa ini?"
"itu adalah artefak yang mengandung aura hitam, mungkin suatu hari jejakku akan terlihat jika terus menggunakannya."
"Bukankah selama ini kau aman-aman saja?"
"Mungkin nasibku masih baik saja tuan, dan mungkin ada belum tau tapi orang-orang di luar sana sangat kuat, aku bahkan tak dapat mengalahkan seorang saja dari salah satu kepala pasukan mereka."
__ADS_1
"Apa mereka sekuat patriark Jun?" Ye Chen penasaran.
"Patriark Jun itu setingkat dengan kepala pasukan, banyak tetua dan pimpinan mereka yang lebih kuat lagi."
Degg...
Ye Chen terdiam, patriark Jun saja sudah sangat kuat tapi hanya setingkat kepala pasukan? sungguh mengerikan pikir Ye Chen. "Aku harus cepat menaikkan kuktivasiku." batinnya tapi menemukan sumber daya langka itu tidak mudah, apalagi untuknya yang butuh lebih banyak dibanding kultivator pada umumnya.
Kecuali Ia bisa menemukan akar abadi lain yang masih Ia simpan lolasiya, ditambah Apel Ungu dan Salak yang baru saja ditanamnya. Itu juga belum tentu bisa mencapai tahap menengah.
Melihat Ye Chen yang seperti memikirkan sesuatu, Baojing berkata artefak di tangannya itu adalah salah satu sumber daya langka bisa diserapnya.
"Benarkah?"
"Tentu saja tuan, seandainya saja aku bisa mengekstraknya, pasti sudah kulakukan sejak dulu.
Ye Chen tersenyum, dengan begini Ia akan bisa menerobos tahap menengah. Lalu tiba-tiba Ia teringat sesuatu. " Baojing kalau kau ikut denganku, bagaimana jika ada yang mengenalimu?"
"Itu mudah," ucap Baojing lalu mengusap mukanya, seketika wajahnya berubah menjadi orang lain. Lagi-lagi Ye Chen terkejut.
"Wah kau sungguh hebat." pujinya.
Ye Chen bersemangat, tehnik ini sangat banyak manfaatnya. Lalu Baojing menerangkan teorinya sekaligus mempraktekkannya. "Tuan cukup mengingat rupa orang lain untuk menirunya. Tehnik ini biarpun terlihat mudah tapi cukup sulit, aku saja butuh waktu lama untuk mempelajarinya."
"Baojing, coba lihat apa sudah sama dengan patriark Jun?"
Hanya sekejap, bukan rupanya saja yang sama tapi auranya juga terasa hampir sama. Ia yakin tak butuh waktu lama untuk benar-benar bisa menyamakan auranya.
"Tuan sungguh jenius."
Di arena pertandingan, patriark Jun dan yang lain sudah pergi, di sana hanya ada penatua Xiao dan pengrajin Mingdi serta Bengsan. Mereka dengan setia menunggu Ye Chen kembali.
Dua bayangan tampak mendekat dari jauh, "Tuan Ye anda kembali."
"Syukurlah anda selamat, kami sangat khawatir."
"Tuan Ye dimana tetua luar?"
Mereka bergantian bertanya, raut wajah khawatir telah lenyap dari wajah mereka.
__ADS_1
"Sudah kubakar, ayo pulang."
Hanya ini yang Ye Chen ucapkan. Di atas perahu terbang, Ye Chen mengenalkan Baojing kepada mereka semua.
Di wilayah Ye.
"Tuan, apa rencana anda selanjutnya?" tanya Baojing.
"Tidak ada." jawaban yang membuat Baojing sedikit bingung. Tadinya Ia sudah bersiap bertarung atau menelusuri dan mencari jejak yang lain atau pergi ke dimensi di selatan tapi Ye Chen malah mengatakan tidak dan lebih kaget lagi ketika Ye Chen mengatakan lapar. Mau makan dan tidur.
"Apa ekspektasiku terlalu tinggi terhadap pangeran?" batinnya sendiri.
Seolah mengerti apa yang Baojing pikirkan, Ye Chen berkata. "Berbuat sesuatu harus dengan tenang, jalani kehidupan dengan kesabaran dan jangan terburu-buru."
"Aku mengerti." ucap Baojing.
"Pergilah, temui senior He. Cari dan buat sendiri bangunan yang akan kau tempati selama di sini."
Baojing mengangguk tapi sebelum pergi, senior He datang. "Tuan, di luar banyak orang yang datang dan ingin menjadi bagian wilayah kita." ucapnya.
"Banyak yang datang?"
"Mereka mendengar tentang anda dan Jiang Ji saat turnamen dan berniat belajar di sini."
"Katakan pada mereka, wilayah ini bukan sebuah sekte, bukan tempat belajar dan bukan tempat untuk mencari seorang guru."
"Senior He, apa anda lupa waktu dulu aku mengatakannya?"
"Tapi tuan, mereka sangat berharap untuk menjadi bagian wilayah kita."
"Mm, begini saja, Baojing akan membantumu." setelah itu, Ye Chen mengirim suara pada Baojing untuk melihat jangan sampai ada penyusup yang masuk.
"Tuan, anda ingat kristal hitam yang digunakan sebagai sumber bahan bakar perahu terbang? itu bisa digunakan untuk mendeteksi seseorang yang memiliki aurah hitam." ucap Baojing.
"Oh benarkah? kalau begitu cepat, ambil dan gunakan."
"Baik tuan."
Pemeriksaan berlanjut, kristal hitam yang dipakai tidak menunjukkan tanda adanya penyusup yang ikut masuk.
__ADS_1