Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Aura Yang Familiar


__ADS_3

"Eh, kukira kau ikut ditawan juga oleh sekte itu." tanya Ye Chen ketika melihat kedatangan Chu Xiong.


"Tuan muda...."


"Hahaha maaf... maaf, sejujurnya aku senang melihatmu lagi. Aku sedikit khawatir ketika menemukan jejak auramu dan nona Song tapi hanya nona Song yang ada di markas sekte itu."


Sama seperti ceritanya Cia Sun, Chu Xiong juga menceritakan semuanya pada Ye Chen. "Lalu dimana nona Song sekarang?"


Ye Chen manggut-manggut mendengar cerita Chu Xiong. Is sebenarnya tidak terlalu memperhatikan ini, pikirannya terbagi untuk rencana kedepan nanti.


"Tuan muda." panggil Chu Xiong, membuyarkan pikiran Ye Chen.


"Oh, eh apa... makan? terima kasih aku masih kenyang, tenang saja.


"Nona Soong tuaan..., nona Song, apa ia baik-baik saja?" Chu Xiong mengulangi pertanyaannya dengan sedikit kesal, Ia cerita panjang lebar tapi tidak di dengar.


"Oh nona Song, Ia baik-baik saja," kata Ye Chen agak kaget. "Ia di dalam sedang berlatih." lanjutnya.


"Lalu apa rencana anda selanjutnya? apakah anda akan melakukan sesuatu terhadap sekte itu?"


Ye Chen tampak berpikir sebelum bercerita tentang desa Bunga yang sekarang sudah menjadi miliknya.


"Tadinya aku hanya penasaran saja, menyelidiki markasnya untuk mencari keberadaan nona Song." Ye Chen mengutarakan maksudnya pada Chu Xiong.


Menurutnya, setelah berhasil menyelamatkan Song Fei Ia tidak begitu tertarik lagi dengan sekte kegelapan.


Ketika Chu Xiong bertanya bagaimana dengan desa Bunga, Ye Chen hanya menjawab tidak terlalu peduli.


"Bukan aku takut, tapi terlalu berbahaya jika menganggu mereka."


Chu Xiong yang diceritakan keadaan markas dan kekuatan sekte kegelapan juga mengerti, sama saja dengan bunuh diri jika menganggu mereka.


"Tapi tuan, saudara Cia Sun yang kutemui sepertinya hendak menyerang mereka, Ia terlihat sedang mengumpulkan kekuatan."


"Itu masalah mereka, biarkan saja. Tidak ada hubungannya dengan kita." ucap Ye Chen singkat, Ia paham pemikiran temannya. Sebagai anak panglima besar tentu saja Ia akan ikut memikirkan keamanan kekaisaran.


"Apa tuan tidak berniat membalaskan apa yang mereka lakukan pada nona Song?"


"Tentu saja dan itu pasti tapi tidak dengan menyerang mereka secara langsung. Sudahlah, lebih baik kau berlatih juga, ambil pil ini gunakan dengan baik."

__ADS_1


Chu Xiong mengangguk dan masuk ke bagian dalam taman dan mulai berkultivasi menyerap pil yang yang Ye Chen berikan.


Banyak hal yang Ye Chen pikirkan setelah Chu Xiong pergi, Ia tau sekte kegelapan akan menyebar orangnya untuk mencari Song Fei tapi Ia tidak khawatir, seluruh bagian taman tempatnya sekarang tidak akan bisa mereka temukan.


Yang menjadi fokusnya sekarang adalah gedung utama markas sekte, ada sesuatu di sana yang membuatnya tertarik. Ada aura samar yang Ia rasakan begitu pekat, aura yang terasa sedikit familiar dengannya. Entah apa.


Dan satu lagi yang membuatnya tertarik adalah dua batu hitam di gerbang dimensi markas mereka, batu hitam itu sama persis dengan yang ada di gerbang dimensi batu jajar gurunya.


Apakah gerbang itu adalah buatan gurunya? atau mungkin yang membuatnya masih ada hubungannya dengan gurunya? pertanyaan-pertanyaan inilah yang mengganggu pikiran Ye Chen.


"Huff... sebaiknya kupikirkan nanti saja, kita periksa dulu harta sekte itu." batinnya lalu ikut masuk ke bagian dalam taman desa.


...


Hampir satu bulan sejak kepergian Cia Sun ke kota Kenangan, selama ini juga pergerakan sekte kegelapan tampak biasa saja.


Memang banyak anggota sekte yang keluar untuk mencari jejak keberadaan Song Fei tapi semua usaha mereka tidak menuai hasil memuaskan. Song Fei seperti hilang ditelan bumi.


Di kota Kenanga, Lu Ping sudah keluar dari latihannya. Ia saat ini sudah berada di tingkat Langit tahap puncak.


Pun begitu dengan Cia Sun dan Ma Dong, mereka juga sudah menerobos ke tingkat Bumi tahap puncak, tinggal menstabilkan kekuatan saja. Sementara itu Lu Jia Li tampak masih berjuang menerobos ke tahap tinggi.


"Ayah...."


Lu Ping menoleh dan melihat Lu Zengguan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.


"Ada apa, apa semua baik-baik saja?"


"Sebelumnya anak mengucapkan selamat atas pencapaian ayah," kata Lu Zengguan menangkupkan tinju di depan dada. "Kita kedatangan seorang tamu, putera panglima Cia."


"Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Lu Ping penasaran.


"Ini mengenai desa Bunga." Lu Zengguan lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di desa Bunga.


Lu Ping yang sudah menyelesaikan latihannya duduk sambil menyesap teh tampak berpikir keras.


Masalah ini cukup rumit, kekuatan sekte kegelapan tidak bisa dipandang sebelah mata pikirnya.


"Dimana anak itu sekarang?"

__ADS_1


"Dia di rumah tapi saat ini sedang melakukan latihan tertutup, mungkin satu dua hari baru keluar."


"Suruh Ia menemuiku jika sudah keluar."


"Baik ayah, anak mohon pamit."


Benar saja apa yang dikatakan Lu Zengguan, dua hari kemudian Cia Sun keluar dari latihan tertutupnya dengan aura yang lebih just dari sebelumnya.


"Hebat, memang pantas kau menjadi penerus keluarga Cia." kata Lu Ping menyambut kedatangan Cia Sun.


"Paman terlalu memuji," ucap Cia Sun sedikit malu. "Ini semua berkat saudara Chen. Selamat juga untuk paman yang berhasil ke tahap puncak, kekaisaran kita akan semakin kuat dengan ini"


Lu Ping mengangguk. "Duduklah, aku sudah mendengar semuanya dari ayah Jia'er, apa semua ini sudah kau laporkan kepada ayahmu?"


"Sudah paman, tapi belum ada balasan sampai sekarang."


"Bersabarlah, jarak ibukota cukup jauh, kurasa sebentar lagi juga datang. Oh ya bagaimana sikap Ye Chen? apa dia mengatakan sesuatu?"


"Tidak paman, saudara Chen tidak mengatakan apa-apa."


"Hm... anak itu, sangat sulit memprediksi apa yang akan Ia lakukan. Begini saja, kita tunggu balasan surat dari ayahmu, mungkin Ia sendiri yang akan datang."


"Benarkah...?" tanya Cia Sun ragu.


"Aku mengenal baik ayahmu, sebagai panglima Ia tentu tak akan membiarkan sekte kegelapan menjadi ancaman. Kau sendiri, apa yang akan kau lakukan?"


Dengan tegas Cia Sun menjawab akan mengikuti apa yang Ye Chen putuskan.


"Sejak di ibukota, aku telah berbicara banyak dengan saudara Ye Chen, aku akan bertualang bersamanya."


"Apa ayahmu sudah tau? dan bagaimana dengan Ye Chen sendiri?"


Cia Sun mengangguk dan berkata Ye Chen juga tidak masalah, lalu menceritakan dimana Ia dan Ye Chen berjanji bertemu di desa Bunga jika kaisar menyetujui permintaan Ye Chen mengambil alih desa.


"Kalau begitu aku mendukungmu, keputusanmu ini sangat tepat, aku yakin kau akan bertambah kuat dengan mengikutinya."


Dua orang berbeda generasi ini terus saja berbincang berbagai hal sampai akhirnya memutuskan untuk berlatih bersama.


Cia Sun yang mula-mula ingin meminta petunjuk dan diiyakan oleh Lu Ping.

__ADS_1


__ADS_2