
Bum!
Suara teredam terdengar dari dalam dalam tubuh Ye Chen, ini menandakan dia telah menerobos, memasuki alam Dewa Kaisar tahap awal.
Saat lapisan ini hancur, aliran Qi spiritual dari altar yang masih tersisa mengalir lebih cepat, masuk ke dalam tubuh Ye Chen. Pun begitu dengan aura dari Hutan Mati, tubuh Ye Chen seperti lubang hitam yang menghisap segalanya.
Mula-mula esensi Qi spiritual ini tidak begitu murni dan terkontaminasi dengan aura jahat, tapi dengan adanya altar yang juga berfungsi sebagai penyaring, maka semua akan baik-baik saja.
Ye Chen menikmati semua manfaat dari altar peninggalan Jing. Sementara Jing di dalam sana, meskipun setiap hari semakin lemah namun jangan lupa kalau dia adalah salah satu leluhur Iblis, dia tidak akan mati semudah itu.
Sambil menahan sakit yang sangat menyiksa, Jing tetap tidak putus asa untuk selalu mencari jalan keluar.
beberapa hari berada di penjara malah membuat kesadarannya perlahan meningkat, apa yang sudah lama dilupakannya perlahan mulai kembali sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya dia sadar kalau dia saat ini berada di kedalaman jiwa Ye Chen.
Tentu saja Jing tahu bagaimana caranya untuk lolos dari sana, dia juga sudah mencoba beberapa hal namun kekuatannya merosot sangat jauh dari hari ke hari, Karen yang Lanlan dan pasukannya makan adalah esensi darahnya.
Penjara Kegelapan bukannya tanpa celah. Mungkin bagi orang lain, akan sulit mencari celah ini tapi tidak dengan Jing. Dia tahu ada bagian-bagian tertentu dari Penjara Kegelapan ini yang lemah dan Jing bisa memanfaatkan bagian ini.
Saat Ye Chen berkultivasi adalah saat paling cocok untuk menghancurkan batas ini.
"Aku yakin ini mewarisi darah murni ras Iblis tapi di saat lain aku juga merasa dia juga mewarisi darah suci." gumam Jing. Saat ini, dia mulai terbiasa dengan Lanlan dan pasukannya yang setiap satu satu kali kesempatan, mereka akan berhenti dan mengolah esensi darahnya.
Mau bagaimana lagi, pasukan Mayat Iblis tidak bisa berpikir, sedangkan Lanlan, setelah berevolusi menjadi Raja Mayat, pikirannya seperti anak kecil. Hanya saat-saat tertentu saja Lanlan bisa berpikir dan membuat rencana.
Waktu yang direncakan Jing mengambil langkahnya pun tiba, menggunakan sisa-sia kekuatannya, Jing membuat segel untuk menyegel ruang di tempat nya.
"Hehe anak muda, meskipun mungkin kamu memiliki garis darah murni tapi kamu sangat sial karena bertemu denganku." Jing akhirnya berhasil menyegel penjara kegelapan dan tertawa senang. Sekarang dia bisa bergerak bebas dan Lanlan tidak akan bisa masuk lagi.
Jing masih tersenyum dan diam-diam memulihkan diri, begitu dia pulih, dia bisa sekali lagi membuat segel dan lolos dari sana.
Semua hal tidak terduga ini bisa terjadi karena Ye Chen tak bisa mengontrol Penjara Kegelapan. Ini adalah saat-saat dimana dia harus memusatkan seluruh indranya untuk menerobos.
__ADS_1
Lalu, kesempatan itu akhirnya datang. Ye Chen akhirnya menerobos dan sedang menstabilkan pondasinya dengan Qi spiritual dari hutan mati. Ketika itu juga selesai, Ye Chen buru-buru mengintip ke dalam Penjara Kegelapan.
"Kakek tua ini memang layak disebut leluhur Iblis." gumam Ye Chen. Bahkan dengan kondisinya, dia bisa membuat celah di dalam.
Ye Chen sendiri bukan tidak terluka karena segel Jing, hanya saja segel itu bukan segel penghancur tapi segel pengunci, atau segel isolasi yang tujuannya untuk membuat ruang bagi dirinya sendiri.
Segel ini adalah segel khusus yang akan langsung tertanam di kedalaman jiwa seseorang yang tersegel. Sangat kuat dan merupakan segel kuno khusus ras Iblis.
Jing membuka matanya, kekuatannya sudah pulih hampir setengahnya tapi dengan ini saja sudah cukup untuk merusak dan membuka Penjara Kegelapan. Sementara di luar, Lanlan dan pasukannya tidak berdaya menembus segel pelindung Jing.
"Haha sudah saatnya, sudah saatnya!" Jing berteriak, melupakan semua emosinya yang selama ini terpendam.
Segera, Jing mengatur segel untuk penghancur. Terlihat Sangat rumit.
Bam! Bam!
Suara teredam berkali-kali terdengar, namun belum bisa menghancurkan Penjara Kegelapan.
Jing mencoba lagi, kali ini dia membuatnya lebih lambat agar tidak terjadi kesalahan. Mungkin karena sudah terlalu lama jadi dia melupakan sesuatu. Ini adalah pikiran Jing.
"Oh, jadi ternyata kamu membuat segel ya di dalam? sayang sekali usahamu gagal kakek tua hehe."
"Ka-kamu... oh tidak, tidak, jangan, aduh... aah!"
Sepasang mata yang muncul menutupi Penjara Kegelapan, membawa tekanan yang sangat kuat dan menyakitkan, bahkan Lanlan yang berada di luar pun jatuh terduduk. Namun Lanlan menyingkirkan rasa tidak nyaman akibat tekanan ini, digantikan oleh rasa kagum dan bangga karena memiliki seorang kakak yang kuat.
"Kakek tua, aku hargai usahamu tapi apa kamu pikir aku akan diam saja? Ini adalah tempatku dan aku adalah raja di sini."
"Tu-tuan, aku akui aku salah. Aku tidak akan berani lagi." Jing kini pasrah, usaha terakhirnya telah gagl.
Jauh di lubuk hatinya, Jing merasa sedikit menyesal karena mencoba kabur. Dia sekarang berbaring tanpa melakukan perlawanan apapun, siap menerima kematiannya.
__ADS_1
Mataq Jing tertutup tenang, ingatannya melayang jauh semasa dia masih hidup. Dari kecil sampai dewasa dimana dia dikelilingi oleh orang-orang terdekatnya, orang-orang yang Ia sayangi dan selalu ingin dilindungi nya. "Huff, kalian pasti sudah tidak ada di dunia ini lagi. Tunggulah sebentar lagi, kita akan segera berkumpul kembali." gumam Jing. Auranya sangat tenang, tenang sampai Ye Chen pun mengernyit melihat perubahan yang terjadi pada Jing.
"Kakek tua, jangan berpikir aku akan menaruh simpati padamu hanya karena kamu tenang begitu. Bagaimana kalau kamu mengakhiri hidupmu sendiri? dengan begitu aku tidak akan repot-repot lagi."
"Anak muda, silahkan, aku tidak akan melawan lagi. Bunuh diri? aku bahkan tidak berpikir kesana, aku lebih memilih mati meregang."
Tidak ada perubahan di wajah Jing ketika mengatakan ini. Harga dirinya terlalu tinggi untuk mengakhiri hidup nya sendiri.
"Anak muda, sebelum itu, aku ingin bertanya sesuatu, siapa kamu sebenarnya? kenapa aku merasa kamu memiliki garis darah murni rasku?"
"Eh? apa katamu?"
"Ya, kamu tidak salah dengar."
Ye Chen terdiam, tekanannya menghilang dan muncul sendiri di dekat Jing.
"Kakek tua, apa yang kamu tahu? tunggu dulu, apa kamu benar-benar leluhur Iblis seperti yang dikatakan pangeran itu?"
"Oh ya segel itu, apakah semua ras Iblis bisa melakukannya?"
Ye Chen yang penasaran bertanya tanpa ragu, Dia tahu asal usul ibunya yang merupakan ras Peri tapi ayahnya, meskipun bergelar Raja Iblis dan dia sendiri cukup akran dengan ras Iblis tapi tidak benar-benar mengerti tentang mereka. Bahkan gurunya sendiri mengaku dirinya adalah ras Iblis.
Kemudian masalah segel Jing, dia harus waspada kalau suatu saat nanti bertemu dengan Iblis yang juga ahli membuat segel, dirinya bisa dalam bahaya.
"Kalau aku puas, aku tidak akan membunuhmu, atau paling tidak, aku akan memberikan kematian cepat."
Jing bangkit dari tidurnya, harapan untuk hidup tiba-tiba saja memenuhi pikirannya ketika mendengar ucapan Ye Chen.
"Anak muda, bukan, bukan, tuan, aku bersedia mengikuti anda." Menurut Jing ini adalah satu-satunya cara dia bisa tetap hidup. Mengabdi kepada garis darah murni juga bukanlah hal yang memalukan, malah dia merasa beruntung.
Jing berlutut sambil menundukkan kepalanya, menunggu keputusan Ye Chen dengan jantung berdebar.
__ADS_1