
Dengan pedang hitam di tangan kanan dan belati iblis di tangan kiri, Ye Chen terus menyerang Iblis Mema. Ia tak khawatir lagi dengan serangan kata-kata dari Iblis Mema karena api ditubuhnya telah memblokirnya. Pun begitu dengan makhluk terkutuk, jika ada yang mendekat, sudah pasti akan langsung tewas terbakar.
Ye Chen tau batasnya, tak mungkin Ia akan bertarung lama menggunakan teknik tubuh Kirin ini Karena sangat menguras tenaga. teknik dipakainya karena adanya makhluk terkutuk yang tak bisa dibunuh dengan pedang.
"Satu pil lagi dan ini akan berakhir." ucap Ye Chen dalam hati.
Selepas menelan satu pil pemulih Qi, Ye Chen dengan keras menghantam Iblis Mema.
Bumm...
Iblis Mema yang dadanya terkena hantaman keras Ye Chen terbanting ke tanah. Ye Chen belum berhenti, Ia mengejar pimpinan makhluk terkutuk, meraih tangannya dan membagi api di tubuhnya untuk membakarnya. Pimpinan makhluk terkutuk tewas.
Belum sampai disitu, Ye Chen mengaktifkan artefak api dan
Blaarr....
artefak yang tertanam dalam sampai radius seratus meter meledak, menghancurkan tanah dan menghasilkan api yang sangat besar, membakar semua yang ada di atasnya.
"Ini untuk Rajawali." kata Ye Chen, Ia menusuk bahu kiri Iblis Mema. "Dan ini untuk Giro." ucapnya lagi dan kembali menusuk bahu kanan Iblis Mema.
Terakhir, Ye Chen juga membakar Iblis Mema. Sebelum tewas, Iblis Mema melemparkan sesuatu .
Ye Chen menarik nafas dalam, mengatur dan menstabilkan energinya sendiri. Setelah itu Ia mengamati sebuah kristal kecil di tangannya, benda yang tadi dilempar oleh Iblis Mema.
Klik...
"Aku tau, aku banyak melakukan dosa terhadap orang tuamu." kristal itu mengeluarkan suara rekaman Iblis Mema, ceritanya sama seperti yang Ia dengar dari Iblis Sumo dan guru Baji.
Poin utamanya adalah menceritakan masa-masa empat Iblis bersama, mulai dari kecil sampai berakhir dengan tewasnya ayah dan Ibu Ye Chen dan sedikit keterangan tentang Pangeran Kegelapan yang memberi mereka kekuatan.
Ye Chen mengeluarkan Giro dan Rajawali, memeriksa keadaan mereka dan setelah yakin tidak ada masalah serius, Ia membuka pesan terkahir Iblis Mema.
"Apa pun yang terjadi, kau tetaplah keponakanku, anak dari sahabat yang paling kucintai, Yeming. Sayangnya aku belum sempat tau namamu, tapi tidak mengapa." pesan itu berhenti, setelah agak lama terdengar hembusan nafas pelan.
"Kau adalah satu-satunya pewaris dari empat Iblis, harus kuakui bahwa kami, terutama aku, Sumo dan Youpi sangat membencimu tapi kau tetaplah keponakan kami dan kami harus memberikan sesuatu kepadamu sebagai hadiah."
"Apa kau pernah bertanya-tanya atau memikirkan kenapa sampai kau bisa mengalahkan kami dengan mudah? apa kau pikir setelah menjadi raja Iblis sudah bisa menandingi salah satu dari kami? hehe tapi itu tidak penting sekarang."
__ADS_1
"Sudahlah, aku akan pergi sekarang, berkumpul kembali dan meminum arak bersama sahabat-sahabatku. Selamat tinggal putera Yeming, keponakanku. oh ya satu lagi, sudahlah kau ke Selatan?"
Pesan suara itu berakhir, kristal ditangan Ye Chen melayang dan entah sadar atau tidak, Ye Chen menelannya begitu saja.
Ye Chen terdiam, yang Ia telan tadi adalah inti Iblis Mema yang dengan cepat mengalir dan membuat vitalitas dan energinya bertambah kuat. Ye Chen hanya membiarkannya saja, yang menjadi perhatiannya sekarang kata-kata dari pesan terakhir Iblis Mema.
Ia kini mengerti hubungan antara ayahnya dan empat raja Iblis lain, ada sesuatu yang membuat mereka berakhir tragis.
Yang bisa Ye Chen petik dari semuanya adalah sekuat apapun dan sedekat apapun sebuah hubungan, kalau sudah ada rasa iri sedikit saja maka hubungan itu akan berakhir.
Hubungan yang baik itu adalah hubungan yang dilandasi perasaan tulus tanpa ada rasa ingin menang sendiri. Sifat egois harus dibuang jauh-jauh. Jangan sampai seperti lima Iblis yang sangat dekat namun tidak mempunyai akhir yang baik.
Huuuuff...
Ye Chen menghembuskan nafas pelan, "Ayah dan paman sekalian, baik-baiklah kalian di sana. Jangan bertengkar lagi."
"Tuan Chen...
"Aku tidak apa-apa, bagaimana denganmu." kata Ye Chen. Ia memeriksa sekali lagi keadan Giro lalu mendekati Rajawali dan mengusap bulu-bulunya. "Lain kali jangan memaksakan diri begitu. Terima kasih."
"Energi anda tuan." Giro mencoba mengingatkan Ye Chen.
"Sebaiknya kita kembali, lebih baik istirahat di rumah saja." kata Ye Chen kemudian lalu membantu memapah Giro, Rajawali kembali masuk ke dalam dimensi cincin.
...
Ditempat yang jauh, di sebuah dimensi.
Sosok yang berupa kabut hitam tipis bergerak pelan. "Si bodoh itu akhirnya tewas."
"Pangeran, benarkah Mema telah tewas?"
"Mema itu sama saja dengan empat temannya yang lain. Sudahlah, bagaimana persiapan pertemuan itu? apakah semua baik-baik saja?"
"Semua beres pangeran, tinggal menunggu hari pertemuan saja."
"Pergi ke tempat pertemuan itu, bersihkan."
__ADS_1
Pria itu sedikit heran dengan perintah junjungannya, "Bukankah Mema sudah mengurusnya?"
"Kau bodoh atau apa, Mema telah tewas dan aku rasa di tempat pertemuan itulah Mema Tewas. Apa kau mengerti?"
"Tidak pangeran."
"Kau bahkan lebih bodoh dari Mema. Dengr baik-baik. Jika Mema tewas disana maka pasti tempat itu akan hancur karena pertempuran. Tidak mungkin kan Mema bisa tewas begitu saja?"
"Oh aku mengerti pangeran, aku berangkat sekarang." kata si pria.
"Kalian semua tunggulah, tunggu aku datang. Akan kubuat dunia kalian semua menjadi hancur hahaha...."
Ruangan itu kemudian sepi kembali.
...
Beberapa hari setelahnya, kondisi Giro dan Rajawali Berangsur-angsur membaik, Giro sudah mulai berlatih sedikit-sedikit dan Rajawali sudah mulai terbang lagi meski hanya sebentar saja.
"Besok aku akan kembali ke akademi, jaga diri kalian baik-baik. Aku akan datang lagi saat pertemuan para dimulai."
"Baik tuan."
"Kwaaaak."
"Oh ya Rajawali, kau temanilah Giro di sini. Kalau di bakal, patuk saja kepalanya hehe." ucapan Ye Chen sambut Rajawali dengan pekikan-pekikan panjang, sepertinya Ia sangat senang kali ini.
Keesokan harinya, Ye Chen telah berada di Akademi kembali. Tempat pertama yang didatanginya tentu saja dapur.
"Senior Chen, akhirnya aku kembali juga." kata salah satu murid.
"Apakah terjadi sesuatu selama aku pergi?" tanya Ye Chen heran.
"Bukan senior, bukan itu. Beberapa hari ini kita kedatangan tamu. Mereka semua mencarimu, katanya mereka dari kelas formasi, kultivasi dan kelas Alkimia.
"Apa mereka mengatakan tujuan meraka mencariku?"
"Tidak senior, hanya saja mereka berpesan agar senior singgah di kelas mereka untuk melihat kemajuan mereka. Itu saja."
__ADS_1
Kenapa juga aku harus singgah? memangnya aku ini pelatih mereka. batin Ye Chen.