Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Bertemu Musuh Lama


__ADS_3

"Bai Hai cepat, aku tau dimana batu itu berada."


Seru Usopp tanpa menoleh, dia juga sempat melambai, memerintah yang lain untuk mengikuti nya.


"Pantas, pantas saja sejak berada di kolam jiwa aku merasakan aura yang sangat familiar. Ternyata itu kamu, tidak heran." gumam Usopp, dia kini sepenuhnya yakin dengan adanya Ye Chen dan langsung menebak bahwa Ye Chen lah yang mengambil barang yang dia inginkan.


Usopp masih belum yakin bisa mengalahkan Ye Chen meskipun kekuatan pecahan jiwanya saat ini memiliki kekuatan lebih dari lima puluh persen kekuatan aslinya. Itulah kenapa dia berseru pada Bai Hai dan lainnya sekaligus membuka jalan bagi makhluk terkutuk yang menjadi kaki tangannya.


" Ye Chen putra Yeming. Kau selalu saja menjadi duri dalam daging. Kali ini akan kupastikan kau berubah menjadi debu." kata Usopp dengan geram.


Usopp kemudian tiba di gerbang dimensi Lima Elemen dan langsung menyerang semua yang masih ada di sana. Dia membantai siapa pun yang ada di depannya.


Sementara itu, Ye Chen yang memutuskan mencari getaran di dalam ruang dimensi masih terus berjalan diikuti Yue.


Mereka tidak bisa terbang begitu saja karena getaran ini sangat susah untuk dideteksi dari udara. Berbeda jika berjalan, getaran yang sangat halus itu masih bisa dideteksi meskipun harus melangkah satu-satu.


Hampir satu harian mereka berjalan namun sampai saat itu, tujuan mereka belum jelas. Getaran ini seolah sangat dekat namun ternyata masih sangat jauh. Semakin dekat ke sumber getaran maka pasti getaran nya juga akan semakin kuat.

__ADS_1


Degg...


Ye Chen yang tidak pernah melepaskan kewaspadaan nya merasakan aura Usopp yang saat ini baru saja melangkah masuk ke dalam dimensi Lima Elemen.


"Yue, bersiaplah. Jangan lepaskan kewaspadaan mu." kata Ye Chen. Dia tak lagi berjalan melainkan berdiri dengan sikap waspada dan menunggu kedatangan Usopp.


"Ada apa kak Chen?"


"Mungkin kita akan bertarung sampai puas hehe."


"Benarkah? bagus! aku bisa menunjukkan hasil latihanku selama ini." sahut Yue senang.


"Mereka datang."


Seru Ye Chen. Belum habis peringatan ini keluar, sebuah bola api yang sangat besar dan panas membara menghantam dari jarak ratusan meter.


Bisa dipastikan orang yang melepas serangan ini sangat kuat, terbukti dengan jarak yang masih begitu jauh tapi kekuatan nya masihlah kuat, sama sekali tidak lengah.

__ADS_1


Bola api besar ini menyapu seluruh hutan yang dilewatinya. Tanah bahkan berlubang dan terbakar karena tidak kuat menahan panas dari bola api.


"Mainan anak-anak, kenapa kau tidak menyerang dari dekat? mungkin serangan mu akan membuatku sedikit sibuk." Sahut Ye Chen, ia hanya mengibaskan tangannya untuk membuyarkan bola api ini.


Groaarr....


Seruan ye Chen disambut dengan datangnya ratusan bahkan ribuan makhluk terkutuk yang muncul di depan Ye Chen.


"Kak Chen, ini bagianku." seru Yue yang sudah gatal tangan sejak tadi.


"Jangan terlalu lama." balas Ye Chen yang diikuti oleh anggukan dari Yue.


"Teknik Pilar Api."


Yue tidak main-main, setelah mendapat izin bertarung, Ia langsung menyerang dengan kekuatan penuh.


"Ayolah, sampai kapan kamu mau berdiri di sana terus?"

__ADS_1


"Hehe Ye Chen putra Yemin, kali ini kau tidak akan lolos."


__ADS_2