
"Perhatikan baik-baik, dia itu sebenarnya malu mau pergi karena dari awal mengatakan tidak tertarik."
Chu Xiong berhenti berjalan. "Bukan begitu tuan muda...?" ucapnya mengirim suara telepati.
Cia Sun yang juga ikut berhenti, menggelengkan kepalanya ketika melihat Ye Chen nyengir kuda di tempatnya.
...
Besoknya, hari pelelangan dimulai lagi. Kali ini Chu Xiong mendaftarkan dua pil Bumi puncak buatan Ye Chen untuk di ikutkan dalam acara pelelangan.
Secara tak terduga, pil buatan Ye Chen berhasil terjual masing-masing lima juta keping.
Chu Xiong dan Cia Sun yang masuk ke ruangan penanggung jawab rumah lelang disambut dengan penuh hormat.
"Tuan Chu, tuan Cia silahkan masuk." penanggung jawab rumah lelang berkata dengan sangat ramah.
"Tuan Lao," nama penanggung jawab rumah lelang. "Jangan terlalu sungkan."
"Tuan Chu," kata penanggung jawab rumah lelang membuka obrolan. "Kami sangat tertarik dengan pil anda, kami menawarkan kerjasama jangka panjang."
"Maksudnya?" kata Chu Xiong pura-pura tidak tau.
"Begini tuan Chu, kami, selain manjadi rumah lelang, juga menjual pil-pil berkualitas. Bagaimana kalau kita bekerja sama?" Lao Yifei mengulang kembali pertanyaannya.
"Anda terlalu bertele-tele, bilang saja ingin membeli pil untuk dijual lagi," potong Chu Xiong. "Pil itu buatan tuanku, tunggu sampai aku menyampaikan hal ini kepadanya. Sekarang, berikan hasil penjualan pilku."
Entah karena sering melihat Ye Chen, sikap Chu Xiong sedikit berubah. Kadang Ia berkata sedikit menekan ketika berbicara dengan orang yang seperti Lao Yifei ini.
Lao Yifei buru-buru memberikan hasil penjualan pil dan berkata untuk hadir kembali di pelelangan puncak, tiga hari lagi.
"Ini plakat ruang vip untuk anda, silahkan."
Sebenarnya Lao Yifei bukan bertele-tele atau ragu untuk mengajak kerjasama, Ia paham betul bagaimana sikap para alkemis, karena Ia sendiri adalah seorang alkemis.
Tentu saja Ia tidak berani menyinggung alkemis lain yang Ia tahu lebih hebat darinya. Apalagi melihat Cia Sun yang masih muda tapi sudah berada di tingkat Bumi tahap puncak.
"Semoga saja alkemis itu mau bekerjasama." gumamnya setelah kepergian Chu Xiong dan Cia Sun.
...
"Begitulah tuan." ucapan Chu Xiong mengakhiri ceritanya selama acara lelang dan obrolannya dengan Lao Yifei.
"Hari terakhir ya... hm, sepertinya barang yang dilelang kali ini pasti yang terbaik," ucap Ye Chen. "Apa kau membeli sumber daya di lelang?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Chu Xiong mengangguk, "semua yang berhubungan dengan sumber daya aku beli." ucapnya lalu memberikannya pada Ye Chen.
"Tidak buruk. Saudara cia, kau ikutlah dengan Chu Xiong, beli semua sumber daya di kota ini. Kita butuh banyak uang untuk lelang nanti"
"Beres, tapi di mana nona Song? dua hari ini aku tidak melihatnya."
Sejak kembali dari acara lelang pertama, Ye Chen meminta Song Fei untuk berlatih.
Ye Chen hanya menunjuk kamarnya, "dia di sana, sedang berkultivasi, targetnya naik ke tahap puncak sebelum kita tiba di desa."
Malam harinta Ye Chen mulai sibuk meracik pil, sesekali Ia melihat perkembangan Song Fei yang berkultivasi di kamarnya.
Ini agar mudah Ia kontrol, lagipula Ia malas membuat segala macam aray baru.
"Huaa lelah juga." Ye Chen berdiri meregangkan tubuhnya setelah membuat banyak pil.
Sepuluh pil kultivasi tingkat Bumi puncak.
Sepuluh pil kultivasi tingkat Langit (pil pembuka dan pil tahap awal).
Lima pil pemulih tingkat Langit.
Lima pil kultivasi tingkat Langit awal.
Semua sumber daya yang Chu Xiong dan Cia Sun beli maupun yang dimenangkan di acara lelang habis terpakai.
Ye Chen juga menambah sedikit dari sumber daya yang Ia miliki, terutama untuk pil Langit.
Ye Chen, Chu Xiong dan Cia Sun berangkat lebih awal ke rumah lelang.
Mereka langsung masuk ke ruang vip si antar pelayan yang memang bertugas mengawal tamu-tamu vip.
Dari ruangan ini, panggung pelelangan dan semua peserta dapat terlihat jelas.
Ada sepuluh ruang vip di rumah lelang.
Suara ketukan di pintu terdengar, ternyata itu adalah Lao Yifeng, penanggung jawab rumah lelang yang datang membawa makanan kecil yang biasa dinikmati saat bersantai.
"Selamat datang di rumah lelang kami," sapa Lao Yifeng dengan hormat. "Sambil menunggu acara lelang dibuka, silahkan dinikmati hidangan dari kami."
"Oh tuan Lao, kita berjumpa lagi. kenalkan ini tuanku." kata Chu Xiong memperkenalkan Ye Chen.
Deg...
__ADS_1
Lao Yifeng terdiam, ada ketakutan terpancar di matanya ketika menatap Ye Chen.
Keringat dingin tampak jelas terlihat di dahinya.
"Panggil saja aku Ye." ucap Ye Chen singkat.
"Tuan, ayolah...." Chu Xiong yang merasa ada yang aneh.
Ye Chen menggaruk kepalanya mendengar suara bernada protes dari Chu Xiong.
"Tuan Ye, aku Lao Yifeng penanggung jawab rumah lelang. um... ...
"Aku sudah tau," potong Ye Chen. "tapi sebelumnya bisakah orangmu yang diluar kau suruh masuk, atau suruh pergi dari sana?"
Kembali Lao Yifeng merasa tidak nyaman, sungguh tidak mudah, ini lebih parah dari yang kubayangkan pikirnya.
Dengan isyarat tangan, Lao Yifeng menyuruh pengawalnya pergi.
"Nah begini kan lebih enak, aku tidak suka ada orang yang menguping saat aku berbicara."
Lao Yifeng menawarkan pembagian hasil dari hasil penjualan pil yang Ye Chen distribusikan ke rumah lelang.
Pembagiannya 60% untuk Ye Chen dan 40% untuk rumah lelang.
"Lao Yifeng, apa kau mau merampokku?" ucap Ye Chen tidak senang. "Bagaimana kalau kita bicarakan nanti setelah acara lelang selesai?"
Ye Chen yang tadinya tidak senang berubah melunak, firasatnya mengatakan ada sesuatu yang aneh dengan Lao Yifeng.
Setelah terdiam beberapa saat, Ia mengeluarkan dua pil kultivasi Bumi puncak dan masing-masing satu pil kultivasi Langit awal dan menengah.
"Tuan Lao aku mengantar anda." kata Ye Chen kemudian berdiri mengantar Lao Yifeng keluar.
Di luar pintu, Ye Chen berbisik di telinga Lao Yifeng. "Tuan Lao, jangan main-main denganku, aku tak pernah ragu membelah orang yang mencoba bermain denganku."
Lao Yifeng kaget, Ia tidak menyangka Ye Chen berani mengancamnya, bahkan ditempatnya sendiri.
"Tu... an Ye, aku... aku ti... dak berani." katanya gugup dan takut. Suara Ye Chen Ia rasakan sampai menusuk jiwanya.
"Hahaha terima kasih tuan Lao, senang berkenalan dengan anda." ucap Ye Chen, Chu Xiong dan Cia Sun ikut senang mendengarnya. Mereka berpikir Ye Chen sudah akrab dengan Lao Yifeng.
"Aku permisi." Lao Yifeng tidak menunggu lagi, Ia berjalan sangat cepat meninggalkan Ye Chen.
"Saudara Chen, ada apa dengan tuan Lao?"
__ADS_1
Ye Chen menjawab asal saja pertanyaan Cia Sun. Ia berkata mungkin Ia buru-buru, ada urusan.