
Ye Chen masuk ke dalam dunia jiwa Baojing, tak ada apa-apa di sana selain sebuah batu hitam besar yang menjulang tinggi. "Di sini kau rupanya." ucapnya sambil melangkah mendekat.
Mengandalkan aura hitam yang telah dirubahnya menjadi aura kematian, Ye Chen berhasil menekan dan mengintimidasi segel di dalam dunia jiwa Baojing.
Dan dengan sekali hantam, batu hitam itu hancur berkeping-keping. "Ayo, kita pulang." ucapnya sambil meraih sosok seperti Baojing dan membawanya pergi.
Tubuh Baojing kembali bergetar, tak lama kemudian Ia pingsan, bersamaan dengan Ye Chen membuka matanya. "Akhirnya selesai juga," ucapnya setelah memastikan segel jiwa di lidah Baojing telah lenyap.
Keesokan harinya, Baojing terbangun dari pingsannya. "Duduklah, stabilkan dulu energimu." ucap Ye Chen. Baojing menurutinya dan kembali membuka matanya. "Tuan, terima kasih." ucapnya tulus, baru kali ini Ia merasa bebas, seperti sebuah batu besar diangkat dari pundaknya. "kau makanlah, setelah itu kau susul aku di sebelah utara sana."
Baojing tidal menolak, meskipun Ia tak butuh makan dan Ia yakin Ye Chen juga sama tapi Ia tak mungkin mengatakan tidak untuk masakan Ye Chen yang Ia tau sangat bermanfaat dan biasanya sarat akan vitalitas. Segera saja daging panggang di depannya habis sampai tak tersisa. Enak sekali pikirnya dan seperti biasa, energi halus bergerak lembut membuat vitalitasnya bertambah.
Sampai di sebelah utara, Ye Chen membuka celah dimensi dan menandainya, "Cari dan dapatkan hewan buruan yang berguna," ucapnya lalu memanggil Rajawali dan memberikan sebuah kristal roh ungu. "Bawa dia bersamamu, dan benda ini akan membawamu masuk kembali."
Ye Chen sendiri menyelidiki semua hal di dalam dimensi sampai Ia menemukan bahwa dimensi ini adalah dimensi sementara, sebagai penghubung seperti yang Baojing ceritakan namun tak menceritakan kalau dimensi ini sudah sangat rapuh, itulah sebabnya posisi lubang hitam kerap berpindah.
"Aku harus cepat." batin Ye Chen.
Tiga hari kemudian Baojing datang membawa banyak hewan buruan. "Baiklah persiapan sudah selesai, sekarang tinggal menunggu lubang hitam muncul." ucap Ye Chen. "Baojing, sekarang waktunya kau menceritakan yang kau tau."
"Baik tuan." ucapnya tanpa ragu. "Tapi sebelum itu, aku harap tuan jangan gegabah setelah mendengarnya, tetaplah menjadi tuan yang seperti sekarang." lanjutnya.
"Yang pertama adalah kita berasal dari alam Iblis." kata Baojing memulai ceritanya.
Degg...
"Jadi aku adalah keturunan iblis...?" meskipun Ye Chen sudah menyiapkan mental tapi tetap saja Ia terkejut mendengarnya, terlebih Ia dipanggil pangeran, berarti Ia bukanlah rakyat biasa melainkan anak raja iblis.
"Lanjutkan." ucap Ye Chen setelah menenangkan hatinya. ini jauh di luar perkiraannya.
"Baiklah, tuan adalah anak raja iblis terdahulu dan nama anda bukanlah Ye Chen tapi pangeran Yelao."
Alam Iblis.
Tidak seperti namanya yang menyeramkan, karena di alam ini sangatlah damai sampai suatu ketika terjadi perselisihan di antara para raja iblis.
__ADS_1
Raja iblis sendiri ada lima, mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang hampir sama dan menguasai wilayah masing-masing. Perselisihan di antara mereka bermula dengan adanya ketidakpuasan dan rasa iri melihat wilayah raja Yeming, ayah Ye Chen yang lebih makmur di antara wilayah lain.
Bukan hanya itu, Raja iblis Yeming yang membuka jalur perdagangan dengan alam lain terutama dengan alam langit dianggap berpotensi melemahkan alam Iblis, akhirnya empat raja Iblis lain berunding dan mencoba menghancurkan raja Iblis Yeming.
Ditengah peperangan, Raja Iblis Baji berbelok membantu raja Iblis Yeming.
"Tunggu dulu, kenapa raja Iblis Baji membantu ayahku?"
"Tuan pangeran, beliau secara tak sengaja mengetahui bahwa ketiga raja Iblis lainnya hanya mencari alasan saja karena alam Iblis baik-baik saja. Ini terjadi ketika melihat wilayah raja Iblis Yeming yang jauh lebih aman dan nyaman tidak seperti wilayah lain yang suram."
"Lanjutkan."
Raja Iblis Yeming dibantu raja Iblis Baji tidak sanggup melawan ketiga raja Iblis lainnya meskipun telah dibantu oleh sekutu dari alam langit yang menjadi mitra kerja sama raja Iblis Yeming.
"Bukankah kekuatan mereka seimbang?"
"Itulah tuan, ayah anda terlalu baik. dan itu menurun pada anda. Ia tak tega membunuh raja Iblis lainnya dan lebih menginginkan perdamaian agar rakyatnya tidak menderita."
"Ayah...."
Saat terakhir Ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk melawan ketiga raja Iblis dan meminta raja Iblis Baji pergi membawa istrinya yang sedang mengandung, dikawal oleh A Kiu dan pasukannya.
"Tuan pangeran, pelarian itu tidak berjalan mulus. Setelah melahirkan anda, Ibu anda akhirnya menemui ajalnya."
"Ibu... lalu bagaimana dengan ayahku?"
"Menurut yang aku dengar, ayah anda juga tewas bersama hancurnya alam Iblis."
"Raja Iblis Baji?
"Beliau adalah guruku, sekarang dipanggil guru Baji tapi aku tak tau dia sekarang ada dimana."
"Siapa yang memasang segel jiwa padamu?"
"Aku sendiri belum lahir pada saat kejadian itu, dan segel itu sudah ada sejak aku kecil. Kalau anda ingin mendengar cerita lengkapnya, sebaiknya nanti setelah bertemu guru Baji."
__ADS_1
Ye Chen terdiam, dalam pikirannya masih terlalu banyak pertanyaan yang mengganjal tapi Baojing tidak bisa menjawabnya.
"Jadi aku keturunan dari ras Iblis? itukah alasannya kenapa aku seolah menikmati membantai musuh-musuhku? Jadi begitu ... ."
Ye Chen memandang langit di dalam dimensi, entah senang atau kecewa mendengar berita ini, yang jelas berita ini sedikit mempengaruhi pandangannya. Ia sama sekali tak meragukan cerita Baojing, tak mungkin Ia berbohong.
"Tuan, anda baik-baik saja...?"
Baojing yang melihat Ye Chen terdiam agak lama menjadi khawatir, mengetahui masa lalu kadang membuat kita menjadi bimbang apalagi masa lalu yang menurut kita tidak baik.
"Apa kau yakin dengan semua ceritamu?" Akhirnya Ye Chen membuka mulutnya.
"Itu semua yang aku tau, lalu apa rencana anda selanjutnya?"
Ye Chen kembali terdiam, Ia yang awalnya ingin mencari jalan ke alam tempat asalnya jadi ragu, apalagi mungkin saja alam itu sekarang tidak ada lagi. "Apa kau pernah mendengar kabar testing guru Baji?"
"aku pernah mencarinya dan kurasa Ia berada di alam tuan berasal. Aku ragu Ia berada di alam ini."
Ye Chen berdiri, "Baiklah, mungkin memang harus mulai dari awal lagi. aku akan mencari jalan ke sana, apa kau ikut?"
"Tentu saja tuan."
"Tunggu dulu," Ye Chen menahan Baojing lalu memperhatikannya dengan seksama. "Rasanya auramu sedikit berbeda dari sebelumnya, apa kau menerobos lagi?"
Baojing tersenyum, "Hehe kekuatanku kembali sejak segel itu lenyap, aku sekarang di tahap puncak." ucapnya bangga.
"Pantas saja kau terasa berbeda." ucap Ye Chen sedikit iri.
...****************...
Selamat Hari Raya Idul Adha untuk teman-teman muslim
Semoga amal ibadah qurban kita dan ibadah lainnya diterima dan memberikan syafaat di hari kelak nanti Aamiin...
Saatnya nyatee ^^
__ADS_1