
Sepuluh kultivator Surgawi puncak mengepung Ye Chen dan Hong Shin, ini setara dengan kultivasi mereka tapi di tingkat yang sama, mustahil Ye Chen bisa kalah, terlalu banyak cara yang bisa Ye Chen gunakan untuk membuat mereka menjadi abu.
Memang, semua yang masuk ke dalam dimensi Perang Kuno ini adalah jenius di bawah tiga puluh tahun dan kultivasi paling rendah adalah tingkat Surgawi Puncak. Ye Chen sendiri belum pernah bertemu peserta yang kultivasi nya memasuki alam menengah, yakni alam Dewa Kaisar kecuali tiga jenius sebelumnya yang selangkah lagi menapaki kultivasi ini.
"Hong Shin, seberapa yakin kamu bisa mengalahkan mereka?"
"Aku tidak yakin, tapi setidaknya aku tidak akan mati sendiri." jawab Hong Shin dengan keyakinan teguh.
"Bagus! kalau begitu, habisi sebanyak mungkin."
Hong Shin mengangguk, lalu bersiap. Sikapnya serius tapi kembali masam ketika melihat Ye Chen mundur beberapa langkah.
"Apa yang kau tunggu? ayo cepat, jangan menghabiskan waktu di sini."
"Oke."
Hong Shin bergerak cepat menghadang dan melayangkan tinjunya. Kekuatan utama Hong Shin mengandalkan elemen angin. Begitu dia membuat gerakan meninju, angin besar seketika muncul, membuat lawannya mundur beberapa langkah.
Namun, Hong Shin bukan satu-satunya yang jenius di sini, sepuluh orang yang datang mengepung ini juga jenius dari kelompoknya masing-masing. Alasan mereka bisa menghadang Ye Chen dan Hong Shin adalah karena mereka adalah yang pertama kabur dan mengamati serangan ganas hewan spiritual dari jauh.
Inilah alasan mereka bisa mengejar Ye Chen dan Hong Shin karena melihat Ye Chen memetik buah Bunga Hitam.
Lima orang langsung menghadang Hong Shin, dua orang menahan pukulan badainya dan tiga orang menyerang balik. Tidak dari serangan ini yang bisa Hong Shin remehkan, berada di kultivasi yang sama membuat satu langkah salah akan membawa petaka.
Hong Shin sendiri tidak kaget, dia tau serangan gabungan ini pasti bisa membuatnya celaka, kalau tidak tewas maka pati akan terluka parah.
Yang bisa Hong Shin lakukan adalah melompat ke belakang, berusaha sedikit menahan daya serang lawan.
__ADS_1
"Benteng Angin."
"Teknik Bayangan Angin."
Hong Shin berseru, menggunakan Benteng Angin untuk memadatkan auranya sendiri dan Bayangan Angin membuatnya terbang secepat dan seringan angin, meninggalkan aura yang di padatkan di depan sementara dia sendiri telah terbang sejauh puluhan meter, mendarat di titik aman.
Meski begitu, angin pukulan lawannya masih sedikit mengguncang tubuhnya.
"Huff, hampir saja." gumam Hong Shin, keringat dingin menjalar di punggungnya. Teknik Benteng Angin adalah teknik tingkat tinggi keluarga Hong, Ye Chen mengangguk puas dengan gerakan ini.
"Hehe teknikmu memang hebat," kata salah satu lawan Hong Shin, dia tidak menyangka Hong Shin bisa lolos dari serangan gabungan mereka. "Tapi kamu lupa, kami di sini bersepuluh."
"Ada seratus dari kalianpun aki tidak akan mundur." sahut Hong Shin, dia lalu menelan pil pemulih lalu berjalan ke depan. Teknik barusan memang kuat tapi itu menggunakan separuh dari Qi nya.
"Mati!"
Lima cahaya pedang dilepaskan, siap membelah Hong Shin menjadi lima bagian. Namun, Hong Shin tidak gugup, "Tarian Dewa Angin."
Tubuh Hong Shin meliuk tajam dan berhasil menghindari empat cahaya pedang. Satu sisanya dia hadapi langsung menggunakan perisai tubuh sambil melancarkan serangan balasan.
Mustahil Hong Shin membunuh mereka sekaligus, satu-satunya kesempatan yang dimilikinya adalah menargetkan satu lawan dan menyerangnya dengan kekuatan penuh.
Bamm!
Suara teredam terdengar saat Hong Shin menghantam perisai tubuh lawannya, menghancurkannya dan membuat lawannya terbang dengan lubang menganga besar di dadanya.
"Bagus!" Kali ini Ye Chen bereaksi. Dari awal dia memang sengaja ingin melihat langsung potensi Hong Shin, kalau Hong Shin biasa-biasa saja maka dia tak layak mengikutinya, Hong Shin hanya akan menjadi beban untuknya.
__ADS_1
Hong Shin bukan tidak terluka, setelah berhasil menghilangkan satu lawan, dia kembali menelan sebuah pil setelah memuntahkan seteguk darah.
"Kalian! sampai kapan kalian akan menonton? ingat, kami tidak akan berbagi harta rampasan kalau kalian tidak ikut menyerang."
Teriak tim yang mengeroyok pada lima orang yang masih belum bergerak. Sedetik kemudian, sembilan orang telah mengepung Hong Shin.
"kamu istirahat dulu, biar aku yang membereskan mereka." Ye Chen sudah berada di depan Hong Shin. Ye Chen memutuskan akan membantu Hong Shin jika dia ingin terus mengikutinya.
"Ini lebih baik, kalian bisa mati bersama. Kawan-kawan, jangan menunda lagi, berikan serangan terkuat kalian."
Mendengar ucapan ini, sembilan orang langsung mengambil serangan. Sembilan cahaya terbentuk, awan gelap dan panas hasil gabungan serangan ini turun dari langit membawa tekanan yang tidak terlihat.
"Tebasan Dewa Angin."
Ye Chen melintangkan pedang hitam di depan dada sebelum memberikan serangan balasan, ini lebih cepat dari serangan gabungan sembilan orang.
Ah!
Serangan tunggal Ye Chen seperti kilat yang cepat, membelah udara, membawa aura yang tipis namun sangat tajam. Lima orang terpotong begitu saja saat Qi pedang melewatinya.
Tidak sampai disitu saja, setelah serangan ini mengenai targetnya, Ye Chen kembali melepas serangan lain dan lagi-lagi berhasil membelah lawan yang tersisa.
Semua ini dilakukan bahkan sebelum serangan gabungan itu tiba, terakhir Ye Chen menyambar Hong Shin dan melompat menjauh, menghindari serangan gabungan.
"Senior, ini...?
"Jangan katakan, mereka hanya anak kecil yang bisa sedikit menggunakan pedang." Ye Chen berkata main-main.
__ADS_1