
Jiang Kun memulai kultivasinya, tempat yang Ye Chen tunjukkan adalah sebuah gua. Di sana Ia telah menyiapkan pil Langit untuknya. "Tuan Ye, terima kasih." gumam Jiang Kun dan mulai menyerap pil pemberian Ye Chen.
Di tempat lain, Ye Chen terlihat berjalan menuju sekte Harimau Terbang. Awalnya Ye Chen tidak diterima bahkan sempat berselisih dengan para tetua sekte tapi setelah Ye Chen menyampaikan maksud kedatangannya dan menunjukkan kultivasinya, mereka akhirnya setuju dan di ajak ke dalam untuk berunding dengan patriark sekte.
"Maafkan aku, tidak bisa menjamu dengan baik." ucap patriark Hauw, patriark sekte Harimau Terbang.
"Tidak masalah, aku datang tanpa diundang, akulah yang harus merepotkan anda." Ye Chen bersikap sopan, dalam hal ini memang dialah yang yang datang mencari dukungan.
Setelah berbasa-basi sebentar, Ye Chen menyampaikan tujuan awalnya berkunjung. Langsung kepada tujuannya. "Aku sudah menyampaikan maksudku, selanjutnya terserah patriark, ikut bergabung atau tidak."
Patriark Hauw bukan tidak tertarik tapi kondisi sektenya saat ini jauh merosot ditambah dirinya yang terkena racun dan belum pulih.
"Begini saja," Ye Chen bersiap menjabarkan strateginya. "Sambil menunggu anda pulih, kumpulkan anggota anda yang terkuat, dukunglah salah satu sekte untuk menyerang sekte lainnya, jangan khawatir karena aku juga akan ikut dalam pasukan itu."
"Tuan Ye rencana anda terdengar sangat bagus tapi apa yang akan sekteku nanti dapatkan? kalah akan hancur dan menang juga pasti akan sangat banyak kehilangan kekuatan."
"Terserah, aku hanya ingin membantumu saja, Toh cepat atau lambat dengan keadaanmu yang sekarang, sektemu akan tamat."
"Dan lagi, kalau ini berhasil, sektemu akan menjadi satu-satunya yang akan menguasai kota ini." Setelah berkata ini, Ye Chen lalu berpamit pergi seraya berkata akan menunggu keputusan ketua Hauw. Sebagai pemanis, Ye Chen memberikan sebuah pil penawar tingkat Suci yang meski belum sempurna tapi cukup bisa meringankan sakit ketua Hauw.
"Tetua, bagaimana menurutmu?"
Seorang tetua di samping patriark membuka suara, "Kami mengikuti keputusan anda, mungkin ini sudah waktunya sekte kita bersinar."
"Baik, kalau begitu siapkan semuanya."
Di meja, patriark Hauw mengambil sebuah cincin yang Ye Chen tinggalkan. Matanya menatap tak percaya, "Sebetulnya apa yang orang itu cari, kenapa Ia sampai ingin menyerang sekte penguasa." batinnya.
__ADS_1
Di dalam cincin, selain pil penawar, juga ada ratusan pil pemulih dan kristal roh. Ada secarik kertas yang menjelaskan semua itu untuk biaya perang dan kalau mungkin bisa dipakai menyewa kultivator laen.
Keesokan harinya patriark Hauw mengadakan pertemuan dengan ye Chen, mereka membahas rencana penyusupan. "Patriark, rencananya begitu, aku akan menyusup ke sekte Serigala Api dan orangmu ke sekte Kelabang Merah. tunggu tanda dariku sebelum bergerak."
Tak ada yang curiga dengan penyusupan Ye Chen dan orang-orang sekte Harimau Terbang, ini karena semua sekte di sini tidak begitu ketat mengatur anggotanya, bahkan anggota sekte banyak yang berasal dari kultivator luar yang masuk tanpa penyaringan yang ketat.
Di tempat lain, di sebuah gua di luar tembok kota. Jiang Kun yang berkultivasi telah berhasil naik ke tahap tinggi tingkat Langit, hanya tinggal sedikit lagi untuk mencapai tahap puncak. "Pil kultivasi tuan Ye benar-benar hebat." batinnya.
Lalu Jiang Kun memutuskan untuk langsung pergi ke sekte Harimau Terbang seperti yang sudah ia bicarakan sebelumnya dengan Ye Chen.
Di perjalanan menuju sekte, Jiang Kun mendengar perang antara dua sekte yang hampir mencapai puncaknya.
"Jiang Kun, kebetulan kau datang. Ayo cepat, tugasmu sekarang menyelinap ke sekte Macan Angin, usahakan menghasut mereka untuk menyerang sekte Tikus Gurun."
Jiang Kun tidak merasa senang, Ia yang biasanya menghindari masalah, kini akan pergi mencari masalah. "Tuan Ye, apa tidak ada yang lain?" ucapnya dengan wajah memohon.
Mendengar ini Jiang Kun segera berbalik pergi, Ia bertanya-tanya dalam hati, apa sebenarnya yang Ye Chen inginkan dengan rencana ini.
Di sekte Harimau Terbang, patriark Hauw yang sudah pulih dari lukanya mendengarkan laporan dari anggotanya. "Patriark, rencana ini berhasil, kekuatan kedua sekte melemah. Sebentar lagi kita bisa menguasai kota ini."
"Bagus, bagaimana dengan tuan Ye apa Ada kabar darinya?"
"Yang aku dengar, tuan Ye dan beberapa tetua sekarang berada di sekte Serigala Api."
Tidak lama, seorang murid masuk, "Patriark, instruksi dari tuan Ye agar kita segera bergerak ke sekte Serigala Api, bersiap menyerang dari dalam."
Patriark Hauw tersenyum, "Siapkan semua anggota, kita bergerak."
__ADS_1
Di sekte Serigala Api, Patriark Sekte duduk dengan gelisah. Ia takes menyangka hari ini benar-benar terjadi, hari kehancuran sektenya. Pasti ada orang dibalik ini, aku tak percaya si Kelabang Merah sanggup melakukan ini pikirnya.
"Patriark, Kelabang Merah datang dengan kekuatan penuhnya, sebentar lagi akan masuk aula utama." lapor seorang anggota Serigala Api.
Di luar, patriark Kelabang Merah bersama anggotanya merangsek masuk dengan cepat. Di sana juga ada patriark Hauw dan anggota sektenya, membantu gerakan ini.
"Kurang ajar!" teriak patriark Serigala Api. "Aku harusnya sudah tau, kalian berkerjasama melawanku." Dia marah. "Patriark, jangan kuatir, serahkan patriark Hauw padaku." Ye Chen yang memang menunggu situasi ini berbisik kepadanya.
Patriark Serigala Api melesat, "Kau akan membayar semua ini dengan nyawamu." ucapnya pada patriark Kelabang Merah.
"Tidak usah banyak bicara, sektemu yang akan musnah hari ini." balas Kelabang Merah.
Sedangkan Ye Chen yang mengambil patriark Hauw hanya bermain saja, tidak sungguh-sungguh bertempur. "Patriark, tunggu sampai kekuatan mereka melemah, setelah itu baru kita habisi."
Rencana berjalan mulus, setelah Serigala Api dan Kelabang Merah sama-sama berada di ujung kekuatannya, Ye Chen dan patriark Hauw bergerak dan dengan mudah membunuh mereka.
Ini bukan sesuatu yang sulit, berada pada tingkat yang sama namun stamina yang jauh lebih kuat membuatnya dengan mudah mudah membunuh mereka. Dengan ini berakhir sudah riwayat Serigala Api dan Kelabang Merah.
Patriark Hauw tampil di depan, mengajak sisa anggota yang selamat untuk bergabung dengan sektenya. Bersiap menghancurkan dua sekte berikutnya.
"Sampah, bahkan selembar kecil saja tidak ada di sini." Ye Chen uring-ringan setelah tidak berhasil menemukan apa yang Ia cari di gudang Sekte Serigala Api dan Kelabang Merah.
"Tuan Ye," sapa patriark Hauw dengan senyum bahagia karena berhasil. "Bagaimana rencana selanjutnya?"
"Aku sudah mengirim orangku, tunggu kabar darinya lalu kita bergerak."
Di sekte Macan Angin.
__ADS_1
Patriark sekte yang mendengar kehancuran sekte Serigala Api dan Kelabang Merah mengatur rencana pembagian wilayah. Segera mengatur pertemuan dengsn tiga sekte tersisa.