Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Siluman Kerbau


__ADS_3

Yang mendengar ini dengan cepat melompat ke tempat Ye Chen, sementara yang tidak sempat pasti akan tewas tercabik-tercabik. Kawanan siluman mengepung mereka, mengelilingi Ye Chen dan yang lain dengan penuh nafsu membunuh.


Ye Chen yang sudah menghilangkan auranya setelah menutup portal dan menandainya tetap berdiri tenang. Hampir lima puluh orang yang tersisa, itupun sudah penuh luka.


"Tuan, larilah lebih dulu kami akan menahan mereka." tetua Su nampak sangat khawatir, dia yang seorang tingkat Surgawi awal saja sudah hampir mencapai batas.


Ia tau Ye Chen lebih kuat dari mereka semua yang ada di sana tapi siluman itu sangat banyak dan seperti tidak ada habisnya saja. Sekuat apapun Ye Chen, pasti akan sampai pada batasnya juga, begitu pikirnya. Sayangnya pikirannya ini hanya untuknya saja, tidak untuk Ye Chen.


Tetua Sam dan yang lain juga menyerukan hal yang sama. Meminta Ye Chen pergi terlebih dahulu.


Ye Chen sempat terdiam, ada sedikit perasaan hangat di hatinya mendengar permintaan orang-orang itu. Seharusnya mereka akan pergi terlebih dahulu karena terluka bukannya malah menyuruhnya pergi.


"Menunduklah kalian semua." ujarnya sambil terus berdiri.


"Tuan jangan, jangan memaksakan diri, pergilah, kami masih mampu."


"Benar tuan, jangan khawatir."


"Tuan, panggil Rajawali turun, kami akan berjaga."


"Tuan, cepatlah...."


Setiap orang masih mencoba membujuk Ye Chen, sementara tetua Su, tanpa menunggu persetujuan Ye Chen, Ia melesat langsung menghadang kawanan siluman yang kian mendekat.


"Lindungi tuan Ye, aku akan membuka jalan." Seru tetua Su.


Ye Chen yang berdiri di tengah, di apit yang lain menggelengkan kepalanya sementara tetua Su sedang bertarung sengit. "Tetua Su, kembalilah dan kalian semua mundurlah."


Suara yang dikirim Ye Chen terdengar sangat dalam dan kuat, getarannya membuat jiwa yang mendengarnya tidak bisa menolak. Tetua Su kembali, lukanya bertambah banyak.


"Apakah kalian hendak membantah perintah kaisar kalian?" kata Ye Chen penuh wibawa.


Semua kembali terdiam, namun cahaya dan harapan nampak jelas di mata semua orang. "Lindungi kaisar." teriak orang-orang itu. Membuat Ye Chen jadi susah sendiri.

__ADS_1


Tadinya Ia mengira tetua Su dan yang lain akan berhenti namun yang terjadi malah semakin parah, mereka semakin semangat. Ye Chen memikirkan cara itukah yang paling cocok untuk menghentikan aksi gila mereka melawan kawanan siluman.


"Bodoh"


Gumam Ye Chen, bukan untuk mereka saja tapi kata ini juga untuk dirinya sendiri.


"Kalau kalian tidak menunduk, jangan salahkan aku kalau kalian mati." Ye Chen lama-lama bosan juga Kedua tangannya Ia angkat ke atas dan dengan sekuat tenaga, Ia menepuk kedua telapak tangan.


Ini menghasilkan daya kejut, berguna untuk melawan musuh yang banyak.


Gelombang kejut menyapu semua yang ada di sekitar Ye Chen, membuat kawanan siluman roboh tak berdaya, bahkan pohon-pohon yang ada di sana ikut tumbang. Untungnya tetua Su dan yang lain masih sempat menunduk jadi tidak terkena imbas secara langsung.


Tak ada siluman yang yang masih berdiri, "Aduh apakah terlalu kuat?" kata Ye Chen khawatir. "Cepat, cepat periksa, tahan yang masih hidup." lanjutnya lagi dengan buru-buru membuat tetua Su serta yang lain kaget, mereka masih mencerna apa yang sedang terjadi.


"Syukurlah, masih banyak yang hidup," ucap Ye Chen senang lalu memberikan pil pemulih untuk yang lain.


"Wah ini enak, daging siluman memang beda." kata Ye Chen dengan santainya. memakan daging siluman dengan lahap, di depan siluman yang masih hidup namun sudah tidak berdaya.


Sepeninggal pengrajin Mingdi yang telah pulang kembali ke wilayah Ye, Ye Chen kembali ke portal yang telah Ia tutup sebelumnya. "Nah keluarlah, aku tau kalian masih ada di sana."


"Huahaha manusia, berani sekali kau kembali ke sini setelah apa yang kau perbuat terhadap anak buahku." Suara ini berasal dari seekor Kerbau yang telah berevolusi menjadi siluman Kerbau. Tubuhnya tidak terlalu besar namun sangat kuat, tingkat kultivasinya sudah setara dengan tingkat Surgawi puncak.


"Kalau kau bertanya untuk apa aku kesini? maka jawabannya adalah untuk memakanmu hehe." kata Ye Chen. Memang Ia berniat menyantap daging siluman surgawi. Siluman yang lain sangat sedikit, karena banyak yang sudah mati, dagingnya sudah tidak segar lagi dan hanya menjadi santapan Rajawali saja.


Siluman Kerbau bukan tidak tau apa yang Ye Chen lakukan, dia melihat semua yang Ye Chen lakukan. Sebenarnya Ia sudah mau kabur tapi karena portal telah tertutup maka tak ada jalan lain selain menunggu dan menghilangkan auranya, berharap Ye Chen tidak kembali lagi.


Naas baginya, Ye Chen bukan hanya datang padanya tapi berniat memakannya juga. "Aku harus menyerangnya lebih dulu." ucap siluman Kerbau dalam hati.


Wooo...


Siluman Kerbau mengangkat kepalanya, mulutnya terbuka lebar. Tampak setitik bola apa yang makin lama makin besar, dan ditembakkan tepat ke arah Ye Chen.


"Percuma saja." kata Ye Chen, Ia hanya menepis bola api itu ke samping dan menghanguskan area di sekitarnya.

__ADS_1


"Ap... apa?" siluman Kerbau tidak percaya serangan terkuatnya ditepis begitu saja.


"Sudah kubilang percuma saja." kata Ye Chen yang sudah berada tepat di samping siluman Kerbau.


Cleb...


Sekali tusuk saja siluman Kerbau langsung roboh, tewas saat itu juga. Ye Chen pun mulai pestanya, tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang menatapnya ngeri.


"Tuan, apa kita hanya akan menunggu saja?" satu siluman lagi dan satu monster api tampak memperhatikan Ye Chen dari jauh.


"Kita tunggu saja." ucap si monster api yang merupakan pimpinan dari kawanan siluman.


"Tak usah menunggu, aku sudah di sini dan dan sekarang giliran kalian hehe...."


Betapa kagetnya si monster api dan siluman itu ketika Ye Chen sudah berada di samping mereka.


Wuss...


Kubah formasi mengurung monster api, Ye Chen sendiri bergerak cepat ke arah siluman Kerbau, siluman yang sama dengan yang pertama.


"Ah kalian sepertinya bersaudara, kapan lagi bisa makan dua orang bersaudara hahaha...."


Ye Chen memang hanya bergurau saja saking senangnya tapi tidak dengan siluman Kerbau, perasaan marah dan takut bercampur menjadi satu. Belum sempat Ia berpikir lagi, tubuhnya telah ditembusi belati kecil Ye Chen. Siluman Kerbau roboh tanpa sempat mengucapkan apa-apa.


Ye Chen kini berjalan ke arah monster api yang terus berusaha menghancurkan segel yang mengurungnya.


"Jangan salahkan aku tapi salahkan dirimu sendiri yang berani memasuki wilayahku monster jelek." kata Ye Chen.


"Aku bukan monster! aku adalah Kirin sang legendaris."


"Ya ya ya, terserah kau saja. Kau tampaknya senang dengan api. Nah akan kutunjukkan api yang sebenarnya padamu."


Ye Chen masuk kedalam aray, melempar artefak tingkat tinggi tipe api dan menyerang Kirin dengan bola-bola api yang sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2