
Ye Chen memeriksa area itu sekali lagi dan memutuskan membangun portal di tempat itu. Ia lalu berkata kepada Chu Xiong. "Ingat ketika aku sebelumnya mengatakan aku ada tempat bagus untuk sektemu nanti?"
Chu Xiong mengangguk, "Apa yang tuan maksud adalah tempat ini?"
"Kau benar, kebetulan aku akan membuat sebuah portal juga di sini. Bagaimana menurutmu?"
"Tempat ini bagus." kata Chu Xiong.
Pada hari itu juga dimulailah pembangunan sekte Chu, lembah itu dipilih sebagai pusat sekte Chu, sedangkan bekas sekte Yin yang berada di dekat kota dijadikan cabang dari sekte Chu. Dengan begitu, maka Ye Chen saat ini sudah membuat tiga portal yang aman yang menghubungkan tiga benua dan semua ditempati oleh orang-orang kepercayaannya.
Desa Ye di benua tengah, sekte Du di timur yang dipimpin oleh panglima Du atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama patriark Du, di barat ada sekte Cia dengan Cia Sun sebagai patriarknya dan Chu Xiong di utara mendirikan kembali sekte Chu, patriarknya adalah tetua Ma.
Karena urusan di benua utara sudah selesai, apa yang Ia cari juga tidak ditemukan maka Ye Chen memutuskan untuk kembali ke desa Ye, Ia mengajak Chu Xiong dan tetua Ma tapi tetua Ma menolak karena urusan sekte. Ye Chen juga sebelumnya singgah di sekte Cia dan sekte Du untuk mengajak mereka bersama-sama ke desa Ye.
Semua terasa dekat dengan adanya portal. Ye Chen sengaja mengumpulkan semuanya untuk menjelaskan jati dirinya dan tujuannya.
"Kita telah lama bersama," kata Ye Chen membuka pembicaraan. "Aku akan menceritakan sebuah kisah pada kalian semua dan setelah mendengarnya, terserah apa keputusan kalian, aku tak akan mengatakan apa pun." lanjutnya lagi dengan nada serius.
Tidak biasanya Ye Chen berbicara seserius ini, dari yang mereka tau, Ye Chen jarang sekali atau bahkan tidak pernah serius kecuali saat sedang bertarung.
"Di dunia ini terdapat banyak macam ras, salah satu yang terkuat dan sekaligus terkejam adalah ras Iblis. Ras yang sama yang membuat kekacauan waktu perang besar dahulu dan yang sekarang." Ye Chen memulai kisahnya.
Hanya garis besarnya saja yang Ye Chen ceritakan, dimulai dari peperangan antara raja Iblis atau lebih tepatnya raja Iblis bersatu untuk menghabisi salah satu raja Iblis. Sampai raja Iblis yang dikeroyok ini melahirkan seorang putera yang berhasil diselamatkan yang usianya saat ini sudah sembilan belas tahun.
"Tuan...."
__ADS_1
Yang pertama bergumam ini adalah ketua Song, Ia dapat membaca ke arah mana cerita ini berlanjut. Lalu setelah mendengar semua cerita itu sampai selesai, akhirnya mereka sadar bahwa anak yang dimaksud adalah Ye Chen, yang menjadi tuan mereka dan yang sekarang telah bertransformasi menjadi raja Iblis, mengikuti leluhurnya.
Ye Chen menghela nafas pelan. Bukan masalah baginya untuk menceritakan kisahnya, masalahnya adalah ketika orang yang mendengarnya akan berubah pikiran dan akan pergi menjauhi dirinya. Dengan berat Ia lalu berkata, "Anak itu adalah aku."
"Jadi anda... seorang Iblis?" kata penatua Xiao, Ia telah mendengar tentang ayahnya patriark Xiao yang terbunuh.
Benar-benar sebuah cerita yang menarik, sahut tetua Kam dan disambut dengan tatapan aneh yang lain ketika melihat Ye Chen. Tak ada yang tidak kehilangan akibat ulah Iblis ini dan Ye Chen adalah salah satu dari mereka, meskipun tidak terlibat, malah ikut menumpasnya tapi tetap saja Ye Chen seorang Iblis, tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti Ia akan berbuat hal yang sama.
Ye Chen memperhatikan wajah-wajah semua yang hadir, dalam hatinya Ia merasa pasti mereka akan kecewa, "Seperti yang aku katakan sebelumnya, kalian bebas menentukan pilihan setelah mendengar ini. Aku tak mengharap apa pun dari kalian hanya tetaplah bersatu dan jangan ada pertikaian antara kalian."
Panglima Du membuka suara, "Lalu apa rencamu sekarang?"
"Aku telah membuat portal penghubung di tempat kalian masing-masing, dengan begitu kedepannya kalian bisa saling terhubung dengan cepat. Aku sendiri akan pergi dari sini." kata Ye Chen.
"Tuan Ye aku ikut." Xiao Yun tiba-tiba bersuara. "Meskipun anda adalah Iblis paling kejam, aku tetap akan mengikutimu." lanjut Xiao Yun tegas.
"Aku pun demikian."
"Jangan lupakan kami."
Satu persatu saling sahut, saling memberikan dukungan kepada Ye Chen dengan tulus. Ini dapat terlihat jelas.
"Ka... kalian." kata Ye Chen yang tidak menyangka hal ini.
"Kalau tidak ada si Iblis ini, entah aku sekarang ada dimana." kata ketua Song.
__ADS_1
"Tuan Ye, aku Qin Gang tidak peduli anda dari ras apa."
Semua mengeluarkan pendapatnya masing-masing, ada yang berterima kasih, ada yang bersyukur dan lain sebagainya. Yang jelas tak ada yang mempermasalahkan status Ye Chen saat ini.
"Kau cukup tampan untuk menjadi Iblis, aku tidak masalah. bukankah begitu saudari Gu?" suara yang baru muncul ini mengejutkan Ye Chen.
"Lu Jia Li, Gu Xia...? ah kalian...." Ye Chen tak dapat mengucapkan apa-apa, Ia sangat senang melihat mereka.
"Oi senior, apa kau tak merindukan kami?" satu suara lagi terdengar diikuti dengan munculnya dua sosok yang sangat Ye Chen kenal.
"Ma Dong, Lu Jiao." Ye Chen sangat senang, Ia pikir semuanya tewas tapi ternyata tidak dan masih sehat-sehat saja. "Apa kalian semua baik-baik saja?"
"Semua melewati masa-masa sulit, sampai kami bertemu saudara Cia dan berjanji akan kesini bersama-sama." kata Lu Jiao. "Sayangnya dia pergi sendiri, dengan nyaman melalui portal, tidak seperti kami yang harus melakukan perjalanan jauh." lanjutnya sambil melihat Cia Sun.
"Adik Jiao, bukan saudara Cia tapi patriark Cia." kata Ma Dong.
Cia Sun tau kemana arah pembicaraan Ma Dong, Ia sendiri merasa tidak enak ketika Ye Chen mengajaknya pergi karena tidak sempat menceritakan entang mereka. Apalagi ketika Lu Jia Li dan Gu Xia ikut bergabung, rasanya semakin tidak enak. "Saudara Chen yang mengajakku tiba-tiba." katanya ingin melimpahkan semuanya kepada Ye Chen.
"Eh nanti dulu, mana aku tau kalau kalian...."
"Apa, mau bilang kalau kami sudah tewas, begitu?" sahut Gu Xia dan berhasil membuat Ye Chen tak bisa berkata apa-apa.
"Padahal kan gampang, kenapa tidak mendeteksi sekali lagi? masa iya raja Iblis tidak bisa?" tambah Lu Jia Li.
"Oh... itu, aduh...." ini kenapa jadi aku yang disalahkan, batin Ye Chen. Ia melirik semua yang hadir, meminta pertolongan. Barulah saat Ia melihat bibi Xiao berdiri dan berkata makanan sudah siap, hatinya merasa lega.
__ADS_1
Sambil tersenyum, Ye Chen melangkah lebar. "Ayo ayo kita makan dulu." Ia sekali lagi berpaling ke arah bibi Xiao dan mengatupkan kedua telapak tangannya, mengisyaratkan ucapan terima kasih.