
Dua prajurit penjaga memberhentikan rombongan Ye Chen di pintu gerbang kota. "Lima keping emas." ucap salah satu penjaga.
Cia Sun memberikan kepingan emasnya dan melangkah masuk gerbang.
"Berhenti! maksudku lima keping untuk satu orang." teriak penjaga gerbang.
"Apa anda tidak menindas kami?" Cia Sun sedikit protes dengan biaya masuk yang menurutnya sangat mahal ini.
"Ini sudah peraturan, dan di sini akulah peraturan itu. Kau mengerti?"
Di bagian belakang, Ye Chen bertanya pada salah satu orang yang ikut mengantri. "Paman, biasanya berapa biaya masuk kota ini?"
"Paling banyak dua keping emas saja tuan, itupun kalau membawa barang yang banyak." jawab orang itu.
Ye Chen mengelus cincinnya sambil tersenyum "Terima kasih." ucapnya lalu berjalan mendekati Cia Sun yang masih berdebat dengan penjaga gerbang.
"Tuan muda tunggu."
"Chu Xiong, ada apa? jawab Ye Chen menoleh.
"Biar aku yang mengurusnya, anda tunggu saja." Bukan apa-apa, Chu Xiong yang ikut mendengar keterangan orang tadi mencegah Ye Chen, Ia tidak mau membuat masalah baru di kota.
"Ambil ini," kata Chu Xiong pada penjaga, menyerahkan sepuluh keping emas. "Kalau masih kurang, tunggu akan kuadukan ke dalam."
Takut di ancam akan di adukan, penjaga membiarkan mereka masuk.
"Kita makan dulu." Ye Chen buru-buru melangkah masuk, mencari rumah makan yang paling mewah menurutnya.
"Bawa semua hidangan yang kalian punya." pinta Ye Chen pada pelayan.
Tidak lama kemudian, hidangan yang dipesan dan seperti Ye Chenlah yang menghabiskan semuanya.
"Jadi dimana kita bermalam?" tanya Ye Chen.
"Tidak usah jauh-jauh di sini saja, rumah makan ini juga menyediakan penginapan," ucap Chu Xiong. "Aku sudah memesan empat kamar, kalian duluan saja, aku keluar mencari informasi." lanjutnya.
"Memang hebat, kau selalu bisa di andalkan." ye Chen memberikan jempolnya. "Aku ke kamar, ngantuk." lanjutnya dan melangkah pergi.
__ADS_1
Di dalam kamar, Ye Chen mengeluarkan semua hartanya. Mulai dari pemberian kaisar, lalu dari Lu Pin, panglima Cia, ketua paviliun teratai dan terakhir adalah hasil menjarah gudang harta sekte kegelapan.
Dari kaisar sepuluh juta keping emas, Lu Pin dan panglima Cia masing-masing lima juta keping emas. Yang paling banyak adalah dari sekte kegelapan sebanyak lima puluh juta keping emas.
Totalnya tujuh puluh juta keping emas.
Yang menarik adalah hadiah dari ketua paviliun teratai, Ia memberikan herbal yang cukup langka. Seikat akar sereh ungu berusia ratusan tahun. Sumber daya yang langka.
Harta lain dari sekte kegelapan adalah puluhan inti siluman yang setara dengan tingkat Dewa dan ratusan lagi tingkat suci.
Sebagai catatan, hanya siluman yang setara dengan tingkat suci ke atas yang bisa dipakai untuk berkultivasi.
Lalu ada sebuah gulungan tehnik beladiri yang berisi tehnik belati iblis, tehnik aura kematian, tehnik pedang kegelapan dan sebuah catatan kecil.
Dari catatan kecil ini, Ye Chen akhirnya tau bahwa patriark sekte kegelapan tidak bunuh diri melainkan terbunuh oleh kekuatannya sendiri karena tak sanggup mengendalikannya.
Ye Chen membaca tiga tehnik, lalu memutuskan mempelajari tehnik pedang kegelapan terlebih dahulu, karena Ia adalah pengguna pedang jadi berpikir akan lebih mudah Ia kuasai.
Dan benar saja, hanya sebentar berlatih, tehnik ini sudah bisa Ia kuasai, hanya tinggal melatihnya saja sampai sempurna.
Yang menakjubkan adalah pedang hitamnya seolah sangat cocok dengan tehnik ini, seolah tehnik ini khusus dibuat untuk pedang hitamnya.
Mula-mula gagang pedang akan terbentuk, disusul bilah pedang sampai ujung pedang.
Ye Chen tersenyum penuh arti karena berhasil mendapatkan tehnik ini, Ia sendiri tidak masalah tehnik ini dari sekte sesat.
Baginya, bukan ilmunya yang salah tapi orang yang menggunakannya yang salah.
Tehnik ilmu sesat akan jadi baik selama digunakan untuk kebaikan dan sebaliknya, tehnik ilmu yang katanya dari sumber yang bersih akan jadi buruk jika digunakan untuk sesuatu yang jahat.
Keesokan paginya, Ye Chen turun ke ruang makan, di sana telah menunggu Chu Xiong, Song Fei dan Cia Sun.
"Bagaimana, apakah ada informasi?"
"Tuan muda, ternyata kita berada di kekaisaran Han dan kota ini bernama kota Qingyun.
"Apa kau bertanya arah ke kekaisaran Zhao?" tanya Ye Chen lagi.
__ADS_1
Chu Xiong berpikir. "Itu tidak mungkin, nanti mereka malah curiga dan menangkapku."
"Kurasa ada benarnya juga, baiklah kita kesampingkan itu dulu," ucap Ye Chen. "lebih baik kita mencarinya perlahan. Apa ada yang lain?"
"Ada satu, mungkin tuan muda tertarik. Dua hari lagi akan ada pelelangan besar di rumah lelang di pusat kota."
Ye Chen berpikir sejenak, mulanya Ia merasa tertarik tapi akhirnya memutuskan untuk tidak ikut lelang. Lebih baik belajar tehnik belati iblis atau aura kematian.
"Tapi tuan, ini adalah pelelangan besar, kabarnya hampir seluruh penjuru kekaisaran datang ke acara ini termasuk dari pihak kekaisaran sendiri."
"Biarkan saja. Kalau mau, kalian bisa pergi."
"Benar juga, tapi bagaimana kalau ada yang bagus?"
"Belilah, toh kalian sendiri punya uang," sahut Ye Chen. "Nona Song, kau juga pergilah." lanjutnya lalu kembali ke kamarnya.
Lelang dibuka dua hari kemudian, Chu Xiong, Cia Sun dan Song Fei juga ikut tapi tidak membeli apa-apa. Tidak ada barang yang membuat mereka tertarik.
Kebanyakan yang di lelang adalah pil kultivasi Bumi dari tahap awal sampai tahap tinggi dan beberapa barang lain yang biasa-biasa saja.
"Hahaha apa kubilang, percuma kan... akhirnya hanya membuang-buang waktu saja." Ye Chen terlihat sangat bahagia dan tertawa keras.
"Cih tuan muda, ini baru awal saja, tunggu seminggu lagi akan ada lelang lanjutan dan kabarnya di lelang puncak ini ada lebih dari lima puluh barang langka."
"Chu Xiong, nona Song dan kau Cia Sun, kalau hanya pil Bumi puncak, mending tidak usah buang-buang uang. beli saja padaku hehe...."
Memang betul ucapan Ye Chen, Ia bisa membuatkan pil Bumi puncak dengan kualitas di atas rata-rata pil yang ada.
Masalahnya Ye Chen bukan mau memberi gratis tapi malah menyuruhnya membeli.
"Lebih baik aku pergi saja, mana ada tuan menjual barang pada anak buahnya." kata Chu Xiong. Ia tidak marah, Ia malah berpikir membeli pil buatan Ye Chen dan menjualnya di pelelangan besok.
Cia Sun yang melihat ini penasaran dan mendekati Chu Xiong. "Paman Chu, apa saudara Chen serius?"
"Tentu saja, lihat saja senyumnya itu."
"Tapi bukannya Ia sering memberi pil kultivasi yang Ia buat?"
__ADS_1
"Itu hanya akal-akalan dia saja, sebetulnya Ia meminta kita kembali ke pelelangan, membawa pil buatannya dan membeli sumber daya langka di sana."
Cia Sun makin tidak mengerti. "Maksudnya bagaimana? bukankah lebih baik pergi sendiri?"