
Acara puncak yang paling ditunggu akhirnya tiba, dan inilah alasan kenapa orang-orang yang berada di kamar vip tidak berani terlalu banyak menawar barang lelang sebelumnya.
"Seperti yang saudara lihat," kata Lao Yifeng. "dua pil ini adalah pil kultivasi tingkat Langit tahap awal dan tahap menengah."
Lao Yifeng mengumumkan lelang pertama pil Langit awal dibuka dengan harga sepuluh juta, penawaran berikutnya kelipatan satu juta.
Yang paling aktif menawar tentunya yang berada di kamar vip, dan pil pertama jatuh pada kamar rombongan dari akademi kekaisaran dengan harga tiga puluh juta.
Pil kedua dibuka dengan harga lima belas juta. tapi seorang peserta dari bawah panggung tiba-tiba saja berteriak.
"Bagaimana kami tau itu adalah pil Langit menengah kualitas terbaik?"
Sedikit geram, "Apakah selama ini rumah lelang kami pernah menipu kalian?" teriak Lao Yifeng. "Tapi baiklah, kami akan memperlihatkan pil ini untuk meyakinkan kalian."
Botol pil lalu dibuka, aroma herbal kuat seketika memenuhi ruang pelelangan.
Peserta lelang yang berada paling depan seperti terbius, ada energi halus yang mereka rasakan masuk ke tubuh mereka, membuat badan terasa segar dan nyaman.
"Dua puluh juta. Dan tutup botol pil itu." suara ini dari kamar delapan, siapa lagi kalau bukan Ye Chen.
Dari kamar sembilan, "Kita lihat berapa lagi uang yang kau punya. Dua puluh lima juta." ucapnya dengan lantang.
Yang lain juga tak mau ketinggalan, angka tertinggi sudah berada di tujuh puluh juta. Akhirnya pil ini kembali jatuh ke tangan rombongan akademi kekaisaran dengan harga sembilanpuluh juta.
"Tuan Ye ini hasil penjualan pil anda." kata Lao Yifeng di ruangannya, kesempatan ini juga Ia manfaatkan untuk meminta maaf atas kejadian sebelumnya.
Ia sama sekali tidak membahas kerjasama lagi. Perseteruan di dalam pelelangan membuatnya berpikir. Tidak baik bagi rumah lelang jika mereka tahu hubungannya dengan Ye Chen.
Ye Chen menghitung jumlah kepingan emasnya, "Kenapa anda tidak mengambil komisinya?"
"Tuan Ye, kami hanya memotong pembelian anda saja, untuk komisi penjualan anggaplah sebagai permintaan maafku."
"Ternyata anda baik juga," ucap Ye Chen. "Pesanku, jangan mengambil keuntungan terlalu banyak dan menipu orang lain. Nah ambil ini."
Lao Yifeng yang sedikit malu ketika mengambil pemberian Ye Chen menjadi senang sekali. "Tuan Ye, benarkah?"
"Tentu saja."
"Tuan Ye, aku memberitahu anda, sebaiknya hati-hati, orang-orang di pelelangan tadi pasti mengincar anda."
Setelah mengatakan terima kasih, Ye Chen bertanya asal belati hitam yang Ia menangkan. "Tidak tau apakah ada barang lain selain belati itu?"
__ADS_1
"Tunggu sebentar," Lao Yifeng sibuk mencari sesuatu. "Nah ini ditemukan bersama belati itu." lanjutnya sambil menyerahkan sepasang batu hitam.
Ye Chen sedikit kaget, Ia tak menyangka batu hitam di depannya adalah batu yang sama yang dipakai sekte kegelapan sebagai pintu ruang dimensi.
Dengan ini Ia semakin yakin ada sebuah rahasia besar atau markas lain dari sekte kegelapan itu sendiri.
"Kami tidak tau ini batu apa, jadi kami tidak ikut melelangnya." pernyataan Lao Yifeng ini sekaligus menjawab pertanyaan Ye Chen tentang kerahasiaan sekte kegelapan yang masih menjadi misteri.
"Sebaiknya kami pergi sekarang."
"Sekali lagi terima kasih tuan Ye dan aku hanya bisa berharap anda semua bisa berhati-hati."
...
Di persimpangan jalan menuju penginapan, Ye Chen dihadang anggota kelompok alkemis yang menginginkan benih apel ungu.
Mereka berjumlah empat orang, satu di tingkat Langit awal dan sisanya di tingkat Bumi puncak.
"Sepertinya mereka terlalu memandang rendah kita." kata Chu Xiong.
Memang benar kata Chu Xiong. Dari keterangan Lao Yifeng, tetua kelompok alkemis yang berada di tingkat Langit tinggi turut hadir, namun Ia menyerahkan urusan ini kepada anggotanya.
"Kami saja sudah cukup," kata seorang dari kelompok alkemis yang di tingkat Langit awal. "Cepat serahkan benih itu kalau ingin selamat." lanjutnya dengan sombong.
"Apa kalian yakin?" sahut Ye Chen, masih berdiri tenang di tempatnya.
"Jangan banyak bicara! kalian, serang mereka. Kalau melawan, bunuh saja." perintahnya kemudian pada anggotanya.
Tiga anggota alkemis dengan cepat menyerang, mereka memilih satu lawan.
Perteempuran kecil tidak dapat dihindari, Chu Xiong Dan Cia Sun yang memiliki tingkat kultivasi yang sama bermain sedikit imbang. Yang sial adalah yang memilih Ye Chen, baru satu gerakan saja sebelah tangannya sudah hilang.
Sambil menahan sakit, Ia bersumpah serapah ingin membunuh Ye Chen.
ketua yang melihat salah satu anggotanya kehilangan sebelah tangan juga ikut bersumpah, mencaci dan membunuh. Tapi sayang, bukan Ia yang membunuh melainkan Ia yang terbunuh dengan dada tertembus pedang hitam Ye Chen bersama anggota yang kehilangan sebelah tangannya.
Tidak lama kemudian, Chu Xiong dan Cia Sun juga berhasil membunuh lawannya.
"Saudara Chen, kita apakan mereka ini?" tanya Cia Sun.
"Biarkan saja, untuk apa diurusi. Tapi periksa dulu, mana tau mereka menyimpan barang berharga."
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat pertarungan, empat orang wanita yang sejak tadi mengawasi masih belum pergi.
"Tetua apa kita menyerangnya sekarang?"
"Tunggu yang lain datang, aku tidak menyangka mereka kuat juga. Pantas saja orang-orang bodoh itu kalah."
"Tuan...."
"Biarkan saja. Selama mereka tidak menganggu kita," kata Ye Chen yang juga menyadari kehadiran beberapa orang yang mengintai.
"Berhenti...!"
Belum lama berjalan, kembali Ye Chen dan dua rekannya di hadang sekelompok orang. Mereka ini adalah orang-orang dari akademi kekaisaran.
Wakil pimpinan akademi ditemani dua orang tetua.
"Ini berat," gumam Ye Chen. Di depannya ada tingkat Langit tinggi dan dua tingkat Langit menengah. "Jangan memaksakan diri, mereka bukan lawan kalian." katanya lagi denga telepati kepada Chu Xiong dan Cia Sun.
"Hahaha nyalimu besar juga, sebenarnya kami tidak terlalu menginginkan belati itu, hanya saja kau telah menyinggung kami."
"Majulah...."
Kembali tertawa, wakil pimpinan akademi lalu berkata akan membiarkan Ye Chen melawan satu dari tetua akademi.
Jika Ia menang, Ia boleh pergi, tapi jika kalah berarti harus tinggal dan semua milik Ye Chen juga akan tinggal di sini.
Ye Chen tersenyum, ini lebih baik pikirnya. "Aku pegang kata-kata anda." ucapnya dan langsung menyerang salah satu tetua yang juga sudah bersiap.
Dalam pertarungan ini, Ye Chen sengaja banyak mengalah dan terdesak hebat. Ia juga diam-diam melepas energinya sedikit demi sedikit sampai tingkat Langit awal.
Trang...
Suara pedang beradu kembali terdengar, Ye Chen terpental dan seperti hendak terjatuh.
Wakil pimpinan akademi mengernyit dan berteriak jangan saat mengejar Ye Chen yang terjatuh. Tapi terlambat, ujung pedang sudah menempel di dadanya.
"Menyerahlah." kata Ye Chen dengan aura membunuh, dari balik baju tetua ini merembes darah segar karena ujung pedang perlahan menembus kulitnya.
"Tetua, mundurlah," wakil pimpinan akademi. "Ternyata kau di tingkat Langit, kau menipuku hahaha... Nah sesuai janjiku, kau bebas pergi."
Tanpa berkata, Ye Chen melesat pergi diikuti Chu Xiong dan Cia Sun.
__ADS_1