
Bahkan iblis sendiri sekalipun tidak akan pernah mau jiwanya dikuasai.
Ye Chen saat ini seperti berada di lautan lumpur hitam, ingin keluar tapi tidak bisa, Ia hanya mampu menggapai udara dengan tangannya. Kesadarannya pun perlahan mulai hilang, digantikan dengan kesadaran yang penuh dengan niat membunuh dan membalas dendam.
Saat itulah sebuah suara lembut terdengar, yang berasal dari kedalaman jiwa Ye Chen dan mengetuk lautan kesadarannya.
"Anakku... lawanlah, aku yakin kamu pasti bisa. Ah kamu pasti Ye Chen putraku. Kamu sudah besar sekarang."
Suara itu terdengar lagi. Ye Chen tersentak mendengarnya dan perlahan dia pun berhasil menguasai jiwanya kembali.
"A-ayah...?" ucapnya sedikit ragu ketika suara yang samar itu perlahan berubah menjadi sebuah sosok yang tinggi besar, sekilas terlihat mirip dengan Ye Chen.
"Kemarilah."
Sosok ini berdiri tepat di sebelah titik kecil yang melayang di kedalaman jiwa Ye Chen. Titik kecil ini tidak terlihat seperti titik kecil berwarna merah lagi tapi telah berubah bentuk yang sama persis dengan Ye Chen.
Ye Chen pun mendekat, masih dalam kebingungan. Matanya bergantian menatap sosok itu dan sosok dirinya sendiri.
"Jangan panik, aku akan menjelaskan semuanya padamu."
Sosok ini adalah Yeming, ayah Ye Chen dan seorang Raja Iblis. yang terkuat di antara lima Iblis. Yang muncul di depan Ye Chen saat ini adalah kesadaran spiritualnya yang akan aktif di saat-saat tertentu.
Pil Darah warian lima Raja Iblis yang sebenarnya adalah darah murni, yakni darah dari Dewa Iblis. Suatu ketika, lima Raja Iblis menemukan sebuah reruntuhan warisan Dewa Iblis dan berhasil mengklaim darah murni.
__ADS_1
Sayangnya tidak satupun dari mereka atau keturunan mereka yang cocok dengan darah murni ini sehingga memutuskan untuk menyimpannya dan memberikannya pada seseorang yang cocok.
Sampai ketika berita ini bocor dan diketahui oleh Penatua Agung, yakni penguasa ras Iblis di domain Iblis.
Karena berkeras tidak mau memberikannya, Penatua Agung pun sangat marah tapi tak berbuat apa-apa karena lima Raja Iblis juga sangat kuat, tidak mudah untuk menterang alam Iblis tempat lima Raja Iblis tinggal.
Suatu ketika, Penatua Agung berhasil menjebak lima Raja Iblis dan memperdaya mereka. Hasilnya seperti yang Ye Chen dengar dari guru Baji, alam Iblis hancur lebur karena perang saudara.
"Kamu mungkin penasaran, kenapa darah murni sampai ada di alam bawah di benua selatan."
"Waktu itu kesadaran kami berlima masih tersisa fan memutuskan untuk menyegel dan menunggu pewaris berikutnya. Lalu kamu pun lahir disertai tanda-tanda kecocokan dengan darah murni."
Lima Raja Iblis yang melihat kecocokan ini pun sepakat untuk menyegel darah murni dan memberikan warisan ini pada Ye Chen. Membiarkan Ye Chen dibawa pergi dari alam Iblis ke alam bawah.
"A-ayah, kenapa tidak memberikannya saja pada penatua agung?" tanya Ye Chen yang masih belum terbiasa memanggil ayah.
Yeming tersenyum, lalu berkata, "Pada dasarnya semua orang dari ras manapun egois, termasuk kami. Apa kamu pikir kami, lima Raja Iblis akan tunduk begitu saja padanya? aku akui Penatua Agung sangat kuat tapi itu saja belum cukup untuk mengalahkan kami."
"Penatua Agung? lalu kenapa? anakku ingatlah, mungkin Penatua Agung telah mati tapi aku sendiri tidak yakin, alasan dia mencari darah murni adalah untuk menyatukan seluruh ras Iblis tapi untuk apa kalau hanya ingin mengulang sejarah kelam masa lalu?"
"Dan jangan lupakan tentang kami, kalau saja bukan tekanan dan siasat dari Penatua Agung, mungkin darah murni tidak akan menjadi milikmu, ini sudah takdirmu."
Kemudian kedua ayah dan anak ini bercerita panjang lebar tentang segala sesuatu. Ye Chen tampak sangat patuh kali ini, sampai sosok Yemin perlahan menjadi buram.
__ADS_1
"Ingatlah untuk berhati-hati terhadap Penatua Agung dan bawahannya."
"Tak ada yang bisa kulakukan lagi dan aku minta maaf tidak bisa mengajarimu dengan baik. Nah bersiaplah, ini adalah apa yang sudah kami siapkan untukmu."
Yemin melambai ke arah sosok Ye Chen yang lain, yang terbentuk dari darah murni.
Sesaat kemudian muncul banyak rantai yang mengikat sosok ini. Terakhir, sosok ini secara perlahan masuk ke dalam tubuh Ye Chen dan bersatu sepenuhnya.
"Ayah, Ibu.... ?"
"Belum saatnya ibumu muncul, nah berhati-hatilah. Ingat semua pesan ayah." sahut Yemin sambil mengusap kepala Ye Chen. Ketika Ye Chen bertanya kembali mengenai kultivasinya, Yemin tidak menjawab, dia hanya tersenyum.
"Ingatlah untuk melatih tiga teknik itu."
Yemin pun menghilang setelah ucapan ini. Yang dia maksud dengan tiga teknik itu adalah, Teknik Serangan Jiwa Tanpa Batas, Teknik Pembekuan Jiwa. Kedua teknik ini Ye Chen integrasikan ke dalam Penjara Kegelapan, yang membuatnya bisa merubah tawanan menjadi pil dengan cepat.
Terakhir Teknik Petir Merah yang sampai sekarang belum pernah Ye Chen gunakan karena masih sangat sulit untuk melatihnya.
"Terima kasih ayah."
Ye Chen tertunduk, antara senang dan sedih ketika bertemu ayahnya. Dia samasekali tidak menyangka ayahnya muncul disaat paling kritis dan menyelematkan nya.
"Ayah, tenang saja. Aku akan membalas perlakuan Penatua Agung."
__ADS_1
Ye Chen berjanji dalam hati, kalau bukan karena Penatua Agung maka tidak akan ada perang saudara di alam Iblis dan dia tentu saja tidak harus menjalani kehidupan sendiri.