
Energi api meledak membentuk badai di sekeliling Ye Chen. Ia meraung kecil saat tubuhnya dengan cepat melesat ke arah dimana Yue berada. Lalu, tanpa berpikir dua kali, dia meninju Baiyun yang berdiri sangat dekat dengan Yue, menunggu titik krusial untuk melakukan niatnya.
Bang!
Ledakan keras bergema saat tinju Ye Chen menghancurkan konsentrasi api merah di tubuh Baiyun dan tinju nya mendarat mulus di dadanya.
Sementara itu, Yue juga terpental karena dipaksa berpisah.
Sambil menyeka darah mulutnya, Baiyun berkata, "Kau datang terlambat, bahkan jika kau ingin menghentikan aku, Yue akan tewas."
Baiyun menunjuk Yue yang meringkuk di lantai sambil berteriak kesakitan.
"Pergi!"
Ye Chen meraung, Ia tidak bisa mengejar Baiyun, Yue adalah prioritas utama nya saat ini.
"Heh biar bagaimana pun kalian juga akan tewas." Baiyun lalu keluar, Ia sama sekali tidak khawatir. Yue akan tewas menjadi api sementara Ye Chen akan tertular oleh energi api Phoenix Agung dan pasti tidak akan selamat.
Tapi yang Baiyun tidak tau, panas di sini bukanlah apa-apa bagi Ye Chen yang di dalam tubuhnya tersimpan inti kehidupan leluhur Phoenix.
Kalau bukan karena kondisi Yue yang kritis, dia pasti sudah membunuh Baiyun yang berani menggunakan trik licik.
"Ka-kakak Chen... tolong. Aku tak mau mati."
__ADS_1
Yue merintih kesakitan, bukan ini yang dia harapkan ketika dengan bangga masuk ke dalam Menara Api.
"Tenanglah, kamu akan baik-baik saja, ada aku di sini."
Ye Chen memeluk Yue yang sangat lemah dan tanpa setelah benang pun di tubuhnya. "Lakukanlah, biarpun tidak akan ada gunanya lagi tapi aku ikhlas." ucapnya dengan nada yakin.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh." Balas Ye Chen, lalu menggunakan salah satu teknik leluhur Phoenix.
"Teknik Jaring Sutera Api."
Sebelah tangan Ye Chen merengkuh tubuh Yue dan sebelah tangannya lagi terangkat ke atas, mengeluarkan banyak sekali jalur-jalur api yang sangat kecil sampai membentuk jaring, menutup mereka berdua.
"Giro, aku akan menyelamatkan adik Yue, jangan biarkan siapa pun memasuki Menara Api."
"Dimengerti."
"Buka!"
Api merah menyala memancar, bahkan panasnya dapat dirasakan sampai lema ratus meter dari Menara Api, itupun karena di tekan Oleh Menara Api sendiri dan fakta bahwa Ye Chen tidak menggunakan seluruh potensinya.
Di luar Menara Api.
"Apa yang terjadi? bagaimana bisa jadi seperti ini?"
__ADS_1
"Apakah nona Yue bisa mendapatkan berkah Phoenix Agung?"
Beberapa orang yang tampak khawatir sekaligus gembira. Ini adalah peristiwa yang sangat langka, sebelumnya niat api dan energinya tidak pernah sebesar ini.
Penguasa Tianmeng juga datang bersama Yao, putrinya, Yue, ada di dalam dan Ia sangat mengkhawatirkan keadaannya.
Tepat pada saat ini, dari dalam Menara Api terdengar lengkingan Phoenix yang sangat keras disusul dengan menghamburnya siluet besar Phoenix dari atas Menara Api.
"Ini...mungkinkah Phoenix Agung telah memilih penerus nya?"
"Yue...."
Penguasa Tianmeng dan Yao saling memandang, ada senyum kegembiraan terpancar dari raut mereka.
"Kakak Chen, ini...?"
"Tenanglah dan jangan melawan."
"Euhm."
Yue mengangguk pelan lalu menunduk dan memejamkan matanya ketika mendengar ucapan Ye Chen yang menyejukkan hatinya. Dia bahkan tak mempedulikan keadaan tubuhnya sendiri yang tidak mengenakan sehelai pun. Itu habis terbakar.
Mungkin karena merasakan tenang dan percaya atau memang ada yang lain, Yue semakin merapat kan tubuhnya dan memeluk Ye Chen dengan erat.
__ADS_1
"Hais anak ini." Mau tidak mau, Ye Chen sedikit tersentak. Keindahan itu menempel erat di dadanya, membuat kontrol apinya sedikit bergoyang.
Setelah menghela nafas dan memenangkan pikirannya, Ye Chen kembali tenang dan perlahan mengontrol keadaan.